Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Mendadak famous


__ADS_3

YURA jadi trending topik di sekolah, bagaimana tidak? Hari ini dia datang ke sekolah bersama Arkan bahkan Arkan mengantarkan Yura ke kelasnya. Kesempatan langka yang diidamkan sisiwi-siswi seantero kesolah itu kini Yura dapatkan gara-gara kecelakaan ringan pagi ini.


Arkan memapah Yura mulai dari tempat parkir sampai menuju kelasnya, keduanya berjalan di koridor sekolah yang sudah cukup ramai itu. Yura benar-benar mendadak famous pagi ini.


"Han Yura!" panggil Alika yang menyambutnya di ambang pintu kelas. Alika sendiri sampai terbelalak menyaksikan sahabatnya datang bersama the most wanted guy di sekolah.


Alika setengah berlari lalu memegangi sisi Yura lainnya.


"Kamu kenapa?" tanya Alika dan sesekali dia melirik ke arah Arkan.


"Jatuh dari sepeda," sahut Yura.


"Astaga, kok bisa?"


"Hm, gue kembali ke kelas ya." pamit Arkan membuat Yura kembali tersadar dan pagi ini serangan nervous itu sudah menguasai dirinya.


"I, iya terimakasih banyak kak udah bantu aku jalan sampai ke kelas." ucap Yura malu-malu.


"Lo temannya?" tanya Arkan pada Alika, Alika tak kalah nervous.


"Iya kak ..."


"Tolong jaga dia, nanti di jam istirahat gue akan kembali." sahutnya, lalu setelah itu Arkan memutar langkahnya dan setengah berlari menuju kelasnya karena hanya tinggal beberapa menit lagi bel tanda masuk akan berbunyi.


"Ada apa Yura? Lo fenomenal sekali pagi ini?" tanya alika heboh sekali bahkan murid-murid yang lain ikut mengerubuni Yura yang benar-benar mendadak terkenal pagi ini.


"Apa kalian jadian?"


"Wah kok bisa?"


"Apa rahasianya bisa ngegaet Kak Arkan?"

__ADS_1


Itulah segelintir pertanyaan yang Yura dengar, pertanyaannya terlalu banyak sampai Yura bingung harus menjawab apa. Dia juga gerah karena orang-orang berkumpul mengerubuninya.


"Aduh, maaf ya ... aku mau ke kelas, bye," pamit Yura dan setelahnya Alika membantu Yura keluar dari kerumunan itu.


KRIIIIIING, dan beruntung bel tanda masuk berbunyi maka selamatlah Yura dari kejaran para wartawan dadakan yang kepo sekali terhadap kejadian yang menimpa Yura pagi ini.


Menjadi bagian dari cerita hari-hari Arkan adalah fantasi semua siswi, Arkan adalah objek fantasi mereka, Arkan tak ubahnya adalah seperti bias layaknya para anggota boygrup kesayangan para remaja milenial.


Walau umurnya belum genap 17 tahun tapi dia sudah memiliki postur tubuh tinggi menjulang, gen Azka begitu mengalir deras dalam dirinya. Arkan memang pujaan seperti halnya Azka saat dulu masih remaja sampai jadi pemain top Sunrise.


Dan apa kabar Azka saat ini?


Sudah hampir lima musim dia menjadi assisten pelatih sebuah club utama di Singapura. Jadi saat ini Nara hanya tinggal bersama Arkan di Jakarta. Azka berkali-kali membujuk anak istrinya itu untuk ikut ke Singapura tapi Nara rasanya terlalu berat meninggalkan cafenya.


Nara memang sukses mengembangkan bisnis cafenya, bahkan dia mempunyai merk kopi sendiri dan memiliki banyak franchise di berbagai wilayah di Jakarta.


Nara senang dengan kehidupannya selepas prahara bersama Kalyla selesai 16 tahun yang lalu. Setelah itu tak ada lagi badai yang menerpa dan dia bisa hidup bahagia bersama Azka dan Arkan. Hanya satu hal yang tak dia dapatkan, yaitu anak kedua seperti yang Azka harapkan juga.


"Oh, begitu ya? Boleh, nanti saya carikan orang buat jadi pengantar khusus produk kita ya," tanggapi Nara.


"Saya ada rekomendasi bu, dia masih pelajar sih tapi kasian selama ini dia gak pernah dapat jatah jajan dari orangtuanya, padahal di usia seperti itu lagi masa-masanya pengen beli ini beli itu kan?" kata Danty lagi, karyawan Nara itu.


"Oh, boleh boleh saja kalau memang gak mengganggu kegiatan belajarnya, kalau dia bersedia boleh kamu ajak dia besok kemari, mumpung besok hari libur kan?"


"Wah, benarkah bu? Iya iya, besok saya ajak dia kesini, dia pasti senang sekali." Danty senang bukan main dan Nara memberi senyum simpul terhadapnya, Nara memang sosok bos yang baik dan pengertian. Para karyawan sangat menyayangi dan menghormatinya.


Kembali ke kehidupan Yura ....


Jam pelajaran kedua sudah selesai, para siswa yang lelah dan suntuk belajar selama beberapa jam langsung berhamburan dari kelas-kelas mereka. Tempat yang paling ramai dikunjungi adalah kantin, mereka berburu jajanan dan sekedar untuk menumpang daring karena satu-satunya tempat yang menyediakan wifi gratis hanya kantin. Sebagian lagi hanya duduk-duduk di court basket di depan sekolah, kebetulan disana tersedia beton melingkar serupa tribun untuk sekedar duduk-duduk menikmati permainan ringan para anggota squad basket.


Yura sebenarnya jarang sekali menghabiskan waktu istirahatnya di kedua tempat itu, dia jarang mendapat uang jajan dari Ibu, maka dia akan lebih memilih untuk tetap di kelas dan menyelesaikan tugas-tugas yang terlewat.

__ADS_1


"Ke kantin yuk, aku traktir deh, yuk." ajak Alika, dia tahu betul kalau Yura tak pernah memiliki uang jajan.


"Kamu aja ya, jangan traktir aku terus, mending uangnya kamu simpan di celengan." kata Yura, dia sebenarnya malu karena hampir setiap hari Alika membawakan cemilan atau sekadar es teh manis untuknya.


"Gak apa-apa Yur, aku kan selalu dapat uang jajan lebih ...."


Semua mata siswa yang masih tertinggal di kelas tiba-tiba tertuju pada seseorang yang baru saja masuk ke kelas mereka, itu Arkan! Ya, Arkan kembali ke kelas dan langsung menghampiri Yura.


"Mau ke kantin?" tanya Arkan membuat Yura kembali merasa nervous.


"Kalau mau ke kantin ayo gue antar, kaki lo masih sakit kan?" tanya Arkan, sepertinya dia masih merasa sangat bersalah atas kejadian tadi pagi, Yura malah bengong menerima tawaran istimewa itu.


"Hey!" sadarkan Arkan.


"Oh, nggak kak ... aku gak ke kantin, terimakasih banyak," jawab Yura malu-malu.


"Yakin?"


"Iya,"


Arkan melihat ke sekelilingnya, dia sadar kalau saat ini dia jadi pusat perhatian. Arkan juga malah beranggapan kalau Yura menolak ajakannya karena Yura merasa tidak nyaman dengan pandangan orang-orang.


"Ayolah, keadaan lo ini benar-benar membuat gue merasa bersalah!" bisik Arkan dan dia malah memaksa Yura untuk bangkit dan dia sudah siap dalam posisi memapah lagi, Yura sampai kaget dengan hal itu dan teman-teman Yura juga malah semakin menduga kalau Yura dan Arkan memang ada hubungan spesial.


"Tapi kak," tahan Yura.


"Setelah kaki lo pulih tugas gue selesai!" ungkap Arkan kembali berbisik pada Yura yang sudah dipapah keluar dari bangkunya.


"Oh iya, lo temennya?" tanya Arkan pada Alika yang hanya bengong menyaksikan adegan yang membuat baper orang-orang itu.


"I-iya," sahut Alika.

__ADS_1


"Ikut kami," ajak Arkan dan dengan senang hati Alika mengikuti langkah Arkan dan Yura. Sepertinya Arkan mendapat kecaman dari Nara sampai dia rela bertanggung jawab seperti ini pada Yura, kira-kira apa yang Nara katakan sampai anak bujangnya itu sampai mau repot-repot memapah Yura ke kantin di jam istirahat ini?


__ADS_2