Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Bullying


__ADS_3

Amanda mendekat dan duduk di samping Yura, Yura mulai merasakan sensasi ketakutan. Semua orang tahu kalau Amanda adalah pelaku bullying paling ditakuti di sekolah. Dia kebal peringatan guru BP, dia merasa superior karena Ayahnya adalah salah satu pejabat polisi yang berpengaruh di Kota. Tak ada seorangpun murid korban Bully-nya yang berani mengadu ke pihak sekolah karena Amanda selalu mengancam untuk melibatkan ayahnya jika sesuatu yang buruk terjadi padanya.


"Jadi ini saingan gue?" tanya Amanda lalu dengan lancangnya dia menarik kuciran rambut Yura ke atas, dia memainkannya rambut Yura dengan semena-mena.


"Kayaknya lo gak perlu cemas deh girl, mana mungkin dia bisa menyaingi seorang Amanda yang cantik paripurna begini," sahut salah satu temannya, Diya.


"Apa mata Arkan baik-baik saja? Apa dia gak katarak? imposible lah Arkan tertarik sama gadis ordinary macam dia!" timpali Nadya, teman Amanda yang lain.


Yura mulai tak konsentrasi, saat ini dia benarbenar ada di bawah tekanan. Yura baru sadar kalau berhubungan dengan Arkan, dia harus terima resiko lainnya, yakni jadi objek Bully Amanda.


"True! Gue sampai gak habis pikir kenapa Arkan memberikan seluruh perhatiannya sama lo pagi ini? Biar gue gak terlalu banyak berspekulasi sebaiknya lo ceritakan apa yang terjadi dengan sedetail-detailnya!" tuntuk Amanda, Yura melirik ke arah Alika yang duduk di sampingnya, Alika juga terlihat sangat ketakutan.


"Gak ada apa-apa kok," ucap Yura pelan.


BRAAK, Amanda menggebrak meja sampai Yura dan Alika terkesiap.


"Jelaskan!" hardiknya, degup jantung Yura nyaris berhenti. Sungguh Amanda seperti singa betina lapar yang ingin segera memangsa Yura saat ini.


"Iya kak, jadi .... tadi pagi Kak Arkan gak sengaja nabrak sepedaku sampai kakiku ini terluka," cerita Yura lalu dia menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya, Yura tatap ke sekitar dan seluruh mata yang ada di kantin tengah fokus memperhatikannya, sepertinya mereka juga penasaran dengan kelanjutan cerita Yura.


"Nah, karena kejadian itu, Kak Arkan merasa harus membantuku berjalan sepanjang hari ini!" lanjut Yura dan kini semua orang tahu detail ceritanya.


"Oh, jadi begitu ya ..."


"Uuuh, Arkan so sweet banget ya,"


"Iiih, mau dong jadi korban Arkan juga!"


Berbagai tanggapan terlontar dari para sisiwi yang turut mendengarkan cerita Yura saat ini.


"Wait, gue yakin ini modus! Ini cuma akal-akalan lo aja kan? Lo sengaja kan menyenggolkan sepeda lo itu biar bisa berinteraksi macam ini sama Arkan?" tuduh Amanda, pikirannya jauh menduga Yura merencanakan tragedi tadi pagi.

__ADS_1


"Aaah iya iya bisa jadi ..."


"Huh, cerdik juga ya dia,"


Tanggapan orang-orang kembali bergulir dan Yura tak tahu harus bilang apa. Tatapan Amanda begitu mengintimidasinya, dia sampai tak tahu harus bicara apa lagi.


"Iya kan?" bentak Amanda.


"Sebentar girl, dia anak mana sih? Rasa-rasanya baru lihat deh, apa dia murid baru?" tanya Diya, dia memang tak mengenali Yura karena Yura memang tak begitu eksis di sekolah.


"Bukan kak, aku anak kelas 11d kok," bantah Yura.


"Heum, jadi lo adik kelas gue? Dasar adik kelas laknat lo!" cibir Amanda lalu dia kembali mengacak-acak rambut Yura sampai ikatannya terlepas begitu saja.


Kebetulan sekali, Keita masuk ke dalam kantin. Dia membeli tiga botol minuman dingin, mungkin saja itu untuk Arkan dan Vano. Dia cukup tertarik dengan kerumunan di salah satu sudut kantin.


"Huh, Amanda!" dengusnya, lalu dia simpan sejenak minuman-minuman itu dan menerobos masuk ke dalam kerumunan. Dia mendapati gadis malang bernama Yura sedang terpojok menjadi korban kelakuan bar-bar Amanda.


"Apaan sih? Gak usah ikut campur!" tukasnya ketus.


"Arkan mana mungkin mau sama cewek bar-bar macam lo ini! Jangan harap dengan cara seperti ini lo bisa jadi pacarnya!" kecam Keita, Amanda terdiam.


"Tapi gue gak suka ada orang yang modus deketin Arkan!" dalih Amanda.


"Modus apaan? Dia korban! Mana ada yang bikin modus kecelakaan begini, jangan gila! Udah, bubar bubar, ngapain sih norak banget lo kayak gini!" kecam Keita sungguh bijak lalu dia meminta orang-orang yang berkerumun untuk membubarkan diri, dan mereka menurut.


Yura senang bukan main karena Keita datang bak superhero yang menyelamatkannya dari tekanan Amanda dan orang-orang se-antero kantin.


"Keita! Lagi lagi lo mempermalukan gue!" omel Amanda kesal, Keita hanya tertawa masam.


"Bukan gue! Tapi lo sendiri yang mempermalukan diri lo sendiri! Heh, norak tahu gak?" ejek Keita lalu dia kembali ke meja kasir dan membayar minuman pesnananya, lantas dia beranjak dari kantin setelah berhasil menetralkan situasi sulit yang Yura alami.

__ADS_1


Yura sangat terkesan dengan aksi Keita, ingin rasanya dia berterima kasih tapi dia sama sekali tak sempat.


'Aah, Kak Keita, terima kasih banyak!' batinnya lalu dia senyum-senyum sendiri.


"Apa lo senyum-senyum genit, huh?" bentak Amanda pada Yura lalu Yura seketika diam, dia pikir Amanda masih belum puas merundungnya saat ini.


"Waaah, Keita ... gentle banget dih dia!" gumam Diya yang diam-diam suka pada Keita sejak lama.


"Hellooo! Lo gak ingat tadi dia mempermalukan kita?" peringatkan Amanda kekik.


"Iya sorry, habisnya dia keren banget sih ... Vibenya tuh vibe pemimpin yang bijak dan adil tahu gak?" dalih Diya,


"Hiliiih, bilang aja lo bucinin dia kan?" goda Nadya.


"Kalau iya kenapa? Masalah buat lo?" tanya Diya Kekik.


"Udahlah, kita cabut aja! Mood gue udah rusak! Gue udah gak nafsu buat jajan lagi!" gerutu Amanda lalu dia mulai beranjak dari sana, diikuti Diya dan Nadya.


Yura lega sekali, akhirmya peristiwa menegangkan itu tak berlangsung lama, Yura melirik ke arah Alika lalu dia tersenyum lega.


"Untung ada Kak kei ya?" bisik Alika.


"Iya, baik banget ya dia!" sahut Yura juga pelan.


"Kandidat calon BEM di kampus nanti, hihi." sahut Alika lalu dia terkekeh membayangkan perkataannya akan menjadi nyata kalau kelak Keita kuliah.


"Wah, benar-benar! Bayangkan dia pake almamater terus orasi di depan masaa, Astaga kenapa kita jadi ngomongin Kak Keita?", Yura juga sampai salah tingkah karena sudah terlalu jauh membayangkan seorang Keita.


Keita memang termasuk cowok idola di sekolah, dia sudah bersama-sama dengan Arkan sejak dulu, Arkan dan Keita itu sebelas duabelas gantengnya. Mereka juga sama-sama andal mengolah bola basket di lapangan. Arkan maupun Keita adalah penyebab histeria para sisiwi se-antero sekolah.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2