Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Pelukan pertama Azka


__ADS_3

Udara malam dikawasan Bandung selatan ini memang sangat dingin sampai menusuk tulang. apalagi untuk orang-orang yang biasa tinggal di Jakarta yang panas.


Nara,Budi maupun Azka sangat kedinginan, mereka memang tidak tahu kalau mereka akan kedinginan seperti ini, mereka lupa membawa mantel.


Nara dan Budi duduk didepan api unggun yang kru buat untuk menghangatkan suasana, sebagian yang lain sedang membakar ikan bersama-sama. Nara sangat kedinginan dan Yuki tahu itu semua.


"ya ampun.. dingin bangeet.." kata Nara dan badannya lumayan menggigil, tiba-tiba Yuki mendekat dan mengenakan jaketnya pada Nara, Nara sempat terkejut dan tentu saja hal itu membuat Kalyla cemburu, dia tidak mengerti kenapa Yuki lakukan itu pada Nara.


"makasih.." kata Nara kini merasa lebih hangat.


"ada selimut kecil di mobil, lo mau pake bud?" tawarkan Yuki.


"iya..iya, mau dong, dingin banget.."kata Budi.


"ambil aja!" Yuki memberikan kunci mobilnya pada Budi dan Budi segera mengambil selimut kecil di mobil Yuki.


"trus lo pake apa? apa lo gak merasa kedinginan?" tanya Nara yang tahu saat ini Yuki hanya mengenakan kemeja flanel yang tidak terlalu tebal, Nara tahu pasti Yuki kedinginan.


"pake aja! dari jauh aja lo kelihatan menggigil.."


Kalyla tidak suka melihat pemandangan itu, dia tidak menyangka kalau Nara ternyata bisa menarik perhatian kedua pria yang dekat dengannya saat ini. Shita pun tahu perasaan kalyla..


"siapa gadis itu? benar-benar pacarnya Azka?" tanya Shita, Kalyla hanya diam, dia malas untuk menjawab.


"trus kenapa Yuki kasih jaketnya sama dia? apa mereka juga saling kenal??" tanya Shita lagi, Lyla juga tidak menjawab dia malah menghampiri Yuki dan Nara yang saat itu duduk berdua saja didepan api unggun.


"hai.. m, Azka mana??" sapa Lyla lalu menanyakan Azka pada Nara.


"tadi dia kekamar mandi, katanya disini benar-benar dingin makanya pengen terus ke kamar mandi.." tukas Nara, dia sebenarnya agak takzim bicara pada Kalyla karena sebelumnya Nara hanya melihat Lyla dilayar kaca.


"oh..ya, disini memang dingin.. kamu gak kedinginan?" kali ini Lyla bertanya pada Yuki.


"dingin..tapi Nara lebih butuh jaket itu!" tukas Yuki, Lyla makin memandang Nara sebelah mata, ternyata dia salah meremehkan sosok Nara.


Tak lama kemudian Azka datang, dia heran kenapa Nara memakai jaket milik Yuki, sepertinya dia juga gak suka melihat itu. Azka pikir Yuki masih saja mencoba mendekati Nara.


"kenapa pake jaketnya Yuki?" tanya Azka berakting seolah-olah dia benar-benar pacarnya Nara, bikin baper Nara malam ini.

__ADS_1


"m..tadi Yuki kasih ini katanya biar gue gak kedinginan, disini memang dingin.." jawab Nara, dia mulai terjebak dalam skenarionya.


Tiba-tiba Azka melepaskan jaket itu dari Nara, melihat perlakuan Azka Lyla maupun Yuki merasa kalau Azka sedang cemburu.


"gak usah khawatirkan dia, ada gue disini..yang bisa lindungi dia dari kedinginan ini!" kata Azka tegas lalu mengembalikan jaket itu pada Yuki.


"gue gak ada maksud apa-apa, gue cuma gak tega aja dia menggigil kedinginan.." kata Yuki.


"oh, ya..makasih buat perhatiannya,."


Kalyla ternyata cemburu sekali, perhatian itu biasanya selalu Azka berikan untuknya seorang, tapi kali ini ada Nara yang mendapat perhatian itu. lama-lama Lyla merasa kehilangan.


Nara sampai terbawa perasaan dengan sikap Azka, dia mulai khawatir kalau dia akan jatuh cinta padanya, karena kalau benar dia jatuh cinta pada Azka dia harus siap-siap kecewa dan patah hati karena dia tahu satu-satunya wanita yang Azka cinta adalah Kalyla.


'akting lo memukau..' batin Nara, dia semakin merasakan getaran aneh itu lagi saat tiba-tiba Azka memeluk tubuh mungilnya, kini badannya terasa hangat tapi detak jantungnya berdetak kencang tak terkendali.


"merasa lebih hangatkan?" tanya Azka, Nara gak mampu jawab dengan kata-kata dia hanya mengangguk.


Tak terbayang lagi sebesar apa rasa cemburu Yuki begitupun rasa iri Kalyla.


"ikannya udah matang nih.. ayo kita makan.." teriak salah seorang kru menghentikan drama Azka dan Nara dihadapan Yuki maupun Kalyla.


***


'kenapa lo lakukan itu tadi? itu kan bukan salah satu rencana gue, lo gak tahu kalau itu semua bisa buat gue benar-benar jatuh cinta sama lo!' Batin Nara lalu dia pandangi Azka dengan lekat.


Ternyata Nara bukan satu-satunya orang yang masih terjaga malam ini, Yuki pun belum juga tertidur, hatinya terbakar cemburu,sebenarnya dia gak tahan lihat kemesraan Azka dan Nara sepanjang hari ini. begitupun dengan Kalyla, dia merasakan hal yang sama seperti yang Yuki rasakan.


***


Mereka bersiap untuk kembali pulang kejakarta dini hari ini,berharap jalanan sepi agar mereka bisa sampai lebih cepat.


Dan benar saja pagi-pagi sekali mereka sudah sampai, Kali ini Azka yang mengemudi dia bawa saja Nara dan Budi kerumahnya.


"bangun kalian! udah nyampe .." kata Azka lumayan keras dan membangunkan Nara maupun Budi.


"udah nyampe lagi, syukurlah.." kata Budi.

__ADS_1


"kalian istirahat disini aja!" kata Azka yang turun dari mobil lebih dulu dan langsung masuk kedalam rumah, sedang Nara dan Budi masih mencoba mengumpulkan oksigen untuk menghilangkan rasa kantuk mereka.


"bangun Nar, udah nyampe nih.." bangunkan Budi.


"iya, gue udah bangun kok.."


Budi dan Nara menyusul masuk kedalam rumah. Budi yang masih mengantuk langsung menjatuhkan badannya di sofa, Nara juga dia sandarkan di sofa yang sama. sedangkan Azka mungkin dia langsung masuk ke kamarnya.


"kayaknya lo berhasil Nar.." kata Budi walaupun matanya masih terpejam.


"berhasil apa?" tanya Nara.


"gue salut sama lo! kemarin..lo bikin si Kalyla cemburu..dia emang gak bilang secara langsung kalau dia cemburu, tapi gue lihat gesturnya..dia kelihatan gak senang lo dekat sama si Azka!" jawab Budi, Nara tersenyum puas.


"tapi ini semua berkat akting memukau bos gue, lo lihatkan kemarin.. dia bertingkah seolah-olah gue ini benar-benar pacarnya.."


"iya itu benar..gue sampai takjub lihat aktingnya.. hehe ".


***


Kalyla semakin go public dengan hubungannya bersama Yuki, walaupun sebenarnya belum ada ikatan yang pasti diantara mereka tapi media dan fans sudah menyimpulkan kalau mereka sudah resmi pacaran.


Kalyla memang gencar mendekati Yuki, dia tidak ingin kehilangan kesempatan terlebih dia tidak mau Yuki sampai berpaling pada wanita lain,terlebih pada Nara.


Shita menghampiri Lyla yang sedang duduk santai di kantor shita, Kalyla hanya duduk sambil memainkan gawainya.


"jadi bener nih kalian sudah resmi pacaran?" tanya Shita lalu duduk disamping Kalyla.


"entahlah.. kita gak punya quality time buat membahas sejauh apa hubungan ini, tapi gue yakin..dia juga tertarik sama gue, tinggal tunggu moment yang tepat!" sahut Kalyla penuh percaya diri.


"kalo lo seneng, gue juga ikut senang, tapi semoga issu ini gak mengganggu pekerjaan lo ya..dan semoga gak banyak orang yang patah hati, hehe.." kata Shita lalu menggoda, Kalyla hanya menanggapinya dengan senyum simpul.


"ada yang senang, tapi ada juga beberapa fans nya yang gak suka dengan kabar ini, ya.. begitulah.."


"dan Azka juga kelihatannya mendukung hubungan kalian, gue pikir pada akhirnya Azka yang akan jadi pilihan terakhir lo..ternyata ada orang lain.."


Tiba-tiba Lyla ingat Azka, sebenarnya dia merasa kehilangan Azka belakangan ini. dia kehilangan perhatian Azka tapi dia coba lupakan itu dan fokus pada hubungannya dengan Yuki.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2