Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Azka Junior


__ADS_3

Azka keluar dari ruangan dr.Eva, dia disambut Ibu dan Ayah, juga bi Marni.


Tiba-tiba Azka memeluk Ayah dan Ibu begitu saja, bahkan tangisnya pecah, tak pernah sekalipun Ayah ataupun Ibu melihat putra semata wayangnya ini seperti ini, tapi mereka tahu kalau saat ini Azka sedang mengalami emosional alami karena hari ini adalah hari besar untuknya.


Ibupun menangis haru.


"selamat ya sayang..." kata Ibu lembut.


"kamu... sudah benar-benar dewasa sekarang !!" kata Ayah sembari menepuk punggung Azka.


Azka tak berkata-kata, dia masih merangkul Ayah dan Ibunya, peristiwa mengharukan itu membuat Bi Marni nangis bombay dan berderai-derai


***


Nara sudah pindah ke ruang perawatan.


Ayah dan Ibu tak beranjak dari Azka junior yang tertidur nyaman di cradle.


Kebahagiaan yang sungguh-sungguh nyata.


"mas coba lihat, kita kayak flashback ke 27 tahun yang lalu ya.. dia mirip banget sama Azka waktu bayi.." kata Ibu tak melepaskan pandangannya.


"iya.." sahut Ayah yang juga menatap lekat cucunya itu.


"ya ampunn, gemes deh.. pengen cepet-cepet dandanin kamu honey..." kata Ibu gemas.


Nara hanya tersenyum melihat itu, dia bahagia sangat sangat sangat bahagia. dia benar-benar merasa lengkap saat ini.


"kenapa gak telphon dari tadi?" tanya Azka yang setia berdiri disamping istrinya.


"aku gak mau ganggu konsentrasi kamu.." sahutnya.


"tapi, sore tadi aku udah lebih dulu kehilangan fokus.. tadi sunrise kalah..."


"oh ya?"

__ADS_1


"iya, sejak di loker room, perasaanku udah gak enak.. dan benar saja..."


"tapi yang penting kamu datang dan datang di waktu yang tepat.."


Azka mengangguk lalu dia kecup kening Nara, uuuhhh, so sweet bener Azka akhir-akhir ini.


"aah iya, tadi.. pasti aku kelihatan jelek banget ya..." tanya Nara insecure lagi.


"kapan?" tanya Azka.


"tadi.. waktu di ruang bersalin, pokoknya.. tadi itu sakitnya luar biasa, mana sempat aku mengontrol mimik muka ku sendiri, aaaah.. pasti tadi aku kelihatan jelek banget kan.." rengek Nara kayak anak kecil, Azka malah tersenyum geli.


"enggak lah.."


"nggak apa?"


"lihat perjuangan kamu tadi, aku makin cinta dan sayang dan gemass sama kamu.." goda Azka sembari berbisik mesra, Nara tersipu.


"bohoooong !"


"iya deh.. percaya.."


"makasih banyak yaaa..." kata Azka lalu lagi-lagi dia kecup kening Nara dengan mesra, bikin bi Marni serasa nonton drama romantis di ruangan itu.


"kamu udah lihat anak kita? matanya, hidungnya.. semuanya mirip kamu..." kata Nara sebal.


"iyalah, dia kan anakku!"


"m.. lihat ayah sama Ibu.." kata Nara lagi, dia terharu melihat Ayah dan Ibu yang masih setia menatap Azka junior.


"aku gak pernah lihat mereka sebahagia ini..."


"oh ya?"


"ya !"

__ADS_1


Cktttt, ada orang masuk dalam ruangan dan itu kakek bersama Bi Ija, mereka datang dengan raut-raut penuh kebahagiaan. kakek tak bisa menahan rasa senangnya, begitupun dengan bi Ija.


"ya ampuuun.. cicitku..." ujar kakek sesampainya disana, semua orang menyambut dengan senyum penuh suka cita.


Bi Ija berjalan mendekat kearah Nara.


"selamat ya non.." kata Bi ija.


"iya, makasih bi.." sahut Nara.


"kamu udah dewasa den, udah jadi orang tua.. hiks.. bibi.. bibi masih ingat dengan jelas waktu kamu baru lahir, kebahagian itu terulang lagi hari ini..hiks.." kata Bi ija lalu dia menangis terharu, Nara mengusap lengannya mencoba menguatkan Bi ija.


Azka tersenyum mendengarnya.


Hari ini tak ada seorangpun yang tidak tersenyum bahagia diruangan itu, semua orang sungguh-sungguh bersuka cita hari ini.


.


.


.


Jika diputar lagi kisah Nara dan Azka sejak mereka pertama bertemu, rasanya mustahil kini mereka bersama dalam sebuah ikatan pernikahan bahkan mereka kini merasakan kebahagiaan yang sangat lengkap.


Nara mendapatkan ganjaran atas kesabarannya menghadapi Ibu dan saudara tirinya. segala hal yang mereka ambil, Tuhan menggantinya dengan sosok Azka yang dengan sepenuh hati menyayanginya saat ini. Nara tidak mencoba menuntut atau membalas perbuatan kejam Ibu dan Nadia, tapi lihatlah ! apa yang dia dapatkan sekarang..


Dia dapatkan Azka


Dia dapatkan kembali cafe itu


Dia dapatkan keluarga baru yang menyayanginya, Ibu,Ayah dan kakek.


Dia dapatkan malaikat kecil yang semakin melengkapi hidupnya.


Ya, dia mendapatkan semuanya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2