Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
KOMPOR


__ADS_3

Keita mengemudi dengan kecepatan tinggi. Hatinya sesak sekali, apa yang dia dapat pagi ini adalah hal terpahit yang dia dapatkan seumur hidupnya. Cinta yang dia banggakan, gadis yang dia agungkan memberinya tamparan telak bahkan lebih dari tamparan, Yura memberi tusukan tepat di jantung hati Keita sampai Keita merasa mati rasa saat ini.


Dalam perjalanan itu, yang terlintas adalah saat-saat indah bersama Yura tapi semuanya malah menjadi ironi yang membuat Keita semakin sakit.


Yura? Bagaimana dengan dia sekarang?


Dia sudah duduk di seatnya di dalam pesawat air bus yang akan membawanya pulang ke Jakarta. Apa yang terjadi saat ini begitu cepat seperti kilat. Demi Dara, Yura harus mengorbankan waktu 3 tahun bersama Keita beserta kenangan-kenangan indahnya.


'Kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang mengalah?' batinnya perih, dia membenamkan wajahnya dalam kedua telapak tangannya sampai penumpang di sampingnya merasa keheranan dengan Yura yang duduk dengan rasa galau.


'Kak Kei, apa aku harus membiarkan satu jiwa pergi demi mempertahankan hubungan indah kita berdua? Aku gak bisa, aku gak bisa kalau Kak Dara nekat dengan niat gilanya! Aku tahu betul kalau dia sudah nunggu kamu sejak SMA! Tolong ampuni aku Kak, memang aku yang bodoh karena hanya bisa mengalah dan mengalah!' batinnya lagi, berharap Keita dapat mendengar suara hatinya tapi itu sangat mustahil bahkan mungkin saja saat ini Keita sudah sangat membenci Yura.


Selanjutnya ...


Keita menepi di pinggir sungai Thames di hadapan London Eye yang berdiri kokoh di hadapannya. Keita tak tahu harus kemana, dia tak tahu harus apa. Inginnya dia menangis dan menjerit disana tapi dia tahu itu akan menarik reaksi orang-orang.


'Yura, kenapa kamu lakukan ini? Apa kamu sudah gila?' batinnya dan tangannya mengepal, itu adalah gambaran betapa hatinya sangat marah pada Yura saat ini.


Dan sekarang waktunya Dara bermain. Dia datang bak peri yang bisa tiba-tiba tahu kalau Keita tengah terluka. Dara memang niat sekali, dia mengikuti Keita ke Bandara dan dia terus ikuti sampai akhirnya Keita menepi disana.


"Kei ...." sapanya, Keita menoleh dan sialnya dia tak bisa menyembunyikan rasa galaunya di hadapan Dara.


"Are you okay?" tanya Dara sok simpati.


"Ngapain disini?" tanya Keita curiga.


"Aku ... aku lagi nyari sarapan di sekitar sini! M, kok kamu disini? Bukannya nganterin Yura ke Bandara?"

__ADS_1


"Dia udah pulang!"


"Oh, kenapa sih Kei? Kok, kayaknya galau banget ...." Dara mencoba memancing. Keita diam saja dan tak menjawab.


Dara melangkah beberapa langkah lagi lalu mensejajarkan diri dengan Keita yang sedari tadi hanya berdiri kaku memandangi aliran sungai.


"M, apa ada sesuatu?"


"Bukan urusan lo!" kata Keita ketus lalu dia menarik langkahnya tapi secepat kilat Dara merebut tangan Keita dan menahan langkahnya.


"Namanya Zahran! Sepupuku Kei!"


Keita masih tak mengerti maksud Dara tapi Keita merasa kalau satu nama yang Dara sebutkan ada kaitannya dengan Yura. Keita memicingkan matanya pada Dara yang benar-benar menang hari ini.


"Maaf, aku gak pernah bilang selama ini karena aku gak mau kamu terluka Kei ...."


"Jelaskan!" tuntut Keita tegas.


"Yura yang mengajaknya backstreet!" tandas Dara.


Keita lepaskan tangannya dari genggaman Dara.


"Kei ...."


"Kalau lo udah tahu harusnya lo bilang ke gue Dar!"


"Aku gak mau kamu terluka!"

__ADS_1


"Tapi awal akhir gue terluka juga kan? Bahkan setelah setahun, setahun gue dibodohi, ini lebih menyakitkan!" Keita tampak sangat emosi.


Dara keluarkan kemampuan dramanya, dia memelas dan menimbulkan binar-binar di matanya seolah-olah dia turut berduka dengan apa yang dialami Keita sekarang padahal andai saja Keita tahu ini semua adalah skenario busuk Dara.


"Iya aku tahu Kei, tapi aku bisa apa? Kamu gak percaya kan kalau Yura ancam-ancam aku? Makanya dia pura-pura sok baik sama aku padahal dia mengancamku di belakangmu Kei!"


Lagi dan lagi, Dara lontarkan kebohongan yang membuat Keita semakin marah terhadap Yura. Malah Keita mengait-ngaitkan konspirasi Dara dengan sikap aneh Yura beberapa hari ini. Keita ingat kalau Yura juga sempat berpesan untuk bersikap baik pada Dara.


"Dan barusan, Zahran telepon aku ... katanya Yura udah sepakat buat meresmikan hubungan mereka. Aku kaget, bagaimana bisa? Dan Zahran bilang kalau Yura udah memutuskan hubungannya sama kamu! Aku shock! Benar-benar shock!"


Keita semakin meradang, bara api di hatinya sudah menjadi api yang menyala-nyala dan Dara lah penyulutnya.


"Aku sama sekali gak percaya, dan beberapa menit lalu aku lihat kamu menepi disini dan kelihatan galau! Makanya aku pikir Zahran memang gak membual," lanjutnya.


"Pekan depan gue akan pulang ke Jakarta! Gue harus temui sepupu lo itu!" kata Keita dan mulai lah Dara merasa kebakaran jenggot. Kalau Dara tak segera menyusun skenario lagi, sudah pasti kalau dramanya akan segera terbongkar.


'Sial!' gerutunya dalam hati.


"Tenang Kei, tenang! Kita gak punya libur panjang sebelum semester ini berakhir! Kamu tenang ya, jangan tersulut emosi! Jangan biarkan masalah sepele ini mempengaruhi fokus belajar kamu!" tahan Dara mencoba menenangkan.


"Apa? Masalah sepele? Ini masalah besar buat gue Dar! Han Yura itu salah satu masa depan gue, gue harus tahu apa yang terjadi dengan dia! Kenapa dia seperti ini, gue masih gak percaya dengan keadaan ini!"


'Mati gue! Gak, gak boleh nyerah! Gue harus atur rencana lagi! Keita sudah hampir di genggaman!' batinnya dan masih menggerutu kesal.


"Iya, aku tahu tapi please, jangan pergi dalam keadaan marah! Ini bisa jadi boomerang Kei! Sebaiknya kamu renungkan dulu, baru bicarakan semua ini secara baik-baik! Kita ini udah dewasa loh, bukan ABG labil lagi yang harus menyelesaikan masalah secara bar-bar!"


"Ini soal harga diri gue sebagai lelaki!" sambar Keita.

__ADS_1


"Oke, aku ngerti tapi ... ini semua gak akan selesai kalau kamu pergi menemui mereka dengan emosi seperti ini! Tahan ya, nanti kita akan pulang sama-sama ke Jakarta! Dengarkan aku Kei, aku care sama kamu!"


Keita mencoba tenang walau deru nafasnya begitu menggebu, Dara yang membuatnya seperti itu, bukan Yura. Dan kali ini pemenangnya adalah pecundang cinta bernama Dara.


__ADS_2