Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Pillowtalk


__ADS_3

Sepanjang malam Nara tak bisa berhenti memikirkan Kalyla, dia takut kalau Kalyla akan berusaha menarik perhatian Azka lagi.


Bahkan saking cemasnya, Nara ambil ponsel Azka diam-diam, dia mencari tahu siapa saja yang menghubunginya sepanjang hari ini. dan tentu saja disana banyak panggilan dari Lyla, Nara benar-benar sesak dan cemas.


Dia pandangi Azka yang terlelap disampingnya.


'dia masih sangat mengharapkanmu..' batinnya, ketakutan itu benar-benar sangat mengganggunya.


***


Perasaan itu benar-benar sangat mengganggu, Nara kehilangan selera makan. dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melamun dan berspekulasi.


"gimana kalo setelah anak ini lahir, mereka akan memutuskan buat kembali bersama dengan hubungan yang lebih serius.. arrrggh.. gimana kalo itu semua terjadi.." pikir Nara, dia tidak bisa fokus, dia terus memikirkan hal itu.


Nara hampiri Azka yang sedang berlatih ringan dicourt kecilnya.


Azka hentikan latihannya lalu berjalan mendekat pada Nara dipinggir lapangan, dia lihat Nara terlihat cemas.


"masuk yuk, matahari udah mulai naik.. terik.." kata Azka yang mengajak Nara untuk kembali masuk kedalam rumah.


"ayo kita carikan pasangan buat kalyla!!" kata Nara dan itu terlihat aneh untuk Azka, dia tersenyum geli.


"Dia butuh perhatian, seharusnya dia mulai memikirkan pernikahan seperti kita.. biar dia gak cari-cari perhatian sama kamu!"


Kini Azka mengerti maksud Nara.


"cemburu?" goda Azka.


"kamu senang Kalyla seperti ini? kamu senang Kalyla bermanja manja ria seperti kemarin?" tiba-tiba Nara nyolot, dia benar-benar gak tahan karena rasa takutnya semakin menekannya.

__ADS_1


Azka menenangkannya, dia letakan kedua belah tangannya diatas pundak Nara.


"mulai lagi.."


"kamu anggap ini biasa-biasa aja? ya! aku cemburu! aku takut! Kalyla adalah satu-satunya perempuan yang kamu cintai, itu benarkan?" dia malah semakin menjadi.


"itu gak benar!"


"Kamu mengaguminya cukup lama, mana mungkin perasaan itu hilang begitu saja! kalyla juga sekarang udah mulai sadar kalau kamu itu benar-benar berarti buat dia.. ini semua sangat mengganggu!" saking emosinya Nara sampai tak bisa menahan tangisannya, Azka mencoba memahaminya.


Azka jatuhkan Nara dalam peluknya.


"tolong buang pikiran itu jauh-jauh ya.. mungkin benar dia itu perempuan pertama yang aku sukai tapi itu gak berarti apa-apa, kamu akan jadi yang terakhir..itu pasti!" kata Azka sangat dalam.


"bohong!"


Mendengar itu Azka hanya tersenyum, itulah kata yang selalu keluar dari mulut Nara setiap kali Azka berkata manis selama ini.


Tak ada yang tahu pasti bagaimana cinta itu datang, kadang perlu waktu kadang juga datang secara tiba-tiba.


Sekuat tenaga Azka mencoba meyakinkan Nara bahwa dia begitu menyayanginya saat ini. tapi Nara masih saja merasa ragu.


***


Nara duduk bersandar pada dadanya yang kokoh, dan dengan begitu Azka dapat memeluknya dari belakang. dia juga bisa mengusap babybump istrinya itu dengan leluasa.


Azka sempat terkaget saat sesuatu bergerak dalam perut Nara, dia baru saja merasakan itu. pada masa trimeter kedua janin memang sudah mulai bisa bergerak dalam rahim.


Azka merasa itu adalah suatu keajaiban yang mengagumkan, Nara hanya tertawa..

__ADS_1


"apa itu..." Azka masih terkaget.


"mungkin itu tangannya, mungkin dia mencoba meraih tangan papanya..hehe.." ujar Nara semakin membuat Azka gemas.


"oh ya?"


"iya, dokter bilang di trimester kedua ini bayi dalam rahim sudah mulai bergerak dan kita bisa merasakan gerakannya.. ajaib ya.."


"ya.. gak sabar menunggu dia lahir kedunia.."


"tunggu 20minggu lagi!"


"makasih ya.." kata Azka tepat dibelakang telinga Nara, dia semakin mencintai Nara sepertinya.


"buat apa?"


"buat semua kebahagiaan ini, sesuatu yang gak pernah terbayangkan sebelumnya.. kalian adalah hal terindah yang kumiliki selama ini.." kata Azka dalam.


"takdir yang benar-benar indah.."


"kayaknya kita harus berterimakasih sama ibu dan saudara tiri kamu.."


"lhoo.. kok.."


"mungkin, kalau saat itu mereka gak jual cafe itu.. kita gak akan pernah ketemu, dan kebahagiaan ini.. gak akan kita rasakan sekarang.."


Nara hanya tersenyum geli mendengar penjelasan Azka, tapi itu memang benar.


"iya, benar.. apapun.. selalu ada hikmahnya, saat itu aku kehilangan cafe tapi Tuhan ganti dengan hal yang jauh lebih berharga.. serenpidity.."

__ADS_1


Pillowtalk as always.


Bersambung.


__ADS_2