
Setelah menempuh 4 jam perjalanan akhirnya mereka sampai dikota Bandung, Nara senang begitupun dengan Budi tapi tidak dengan Azka, sejauh ini dia tampak datar-datar saja.
"jadi, kita mau kemana sekarang?" tanya Budi.
"m..tanya Azka aja, dia mau kemana?" tanya balik Nara.
"kemana aja terserah kalian!" tukas Azka belum ada semangat sedikitpun diraut mukanya.
Nara sepertinya mencari tahu dimana Yuki sekarang, dia tahu pasti saat ini Yuki bersama Kalyla.
"m.. kita kesini aja.." Nara menunjukan ponselnya pada budi, dia memberikan lokasi yang ingin dia tuju sekarang yang ternyata jadi lokasi syuting Kalyla. dan Nara tahu disana juga ada Yuki yang sejak tadi sudah sampai lebih dulu.
***
Mereka sampai disebuah objek wisata alam yang terletak di Bandung sebelah selatan. sebuah kawah yang terbentuk dari letusan gunung api ratusan ribu tahun lalu. walaupun dari jauh tercium bau belerang yang menyengat tapi cuaca dingin lumayan menyejukan orang-orang perkotaan seperti mereka ini. sebelum sampai ditepi danau berwarna tosca yang memanjakan mata mereka melewati puluhan anak tangga.
Nara benar-benar senang berada disana, kabut asap menguap dari hamparan air danau yang berwarna cantik itu. mereka juga melewati pohon-pohon mati yang jadi tampak sangat artistik, inilah Kawah putih.
Lokasinya memang tidak terlalu luas dan pengunjung juga tidak terlalu padat. dan itu membuat Nara,Azka dan Budi dengan mudah menemukan Kalyla yang saat itu sedang melakukan pemotretan berlatar danau dan tebing batu yang sangat memukau mata.
Azka meradang lagi, apalagi disana juga ada Yuki diantara kru Kalyla. tapi tiba-tiba Nara menggandeng tangan Azka, azka lumayan terperanjat, dia tatap Nara yang tiba-tiba melakukan hal manis itu dan Nara hanya tersenyum. Azka tahu kalau saat ini Nara sedang mencoba menguatkannya.
Budi yang tidak tahu apa-apa tentang keberadaan Yuki dan Kalyla lumayan panik, dia sangat mengkhawatirkan perasaan Azka.
"kenapa ada mereka disini?" tanya Budi terheran-heran.
"Ayo kita samperin mereka.." ajak Nara yang masih memegang tangan Azka dengan erat, Budi juga tak mengerti dengan tindakan Nara.
Dan pada akhirnya Yuki juga menyadari kedatangan mereka, yang pertama dia lihat adalah Nara yang menggandeng tangan Azka dengan mesra.
"hai.." sapa Nara hangat pada Yuki, Yuki hanya membalas dengan senyuman.
"wah ternyata lo disini juga? kebetulan banget ya.." sapa Budi mencoba menghangatkan suasana yang agak tegang karena dia tahu persis kalau Azka sangat mengharapkan Kalyla sedang saat ini Kalyla sedang bersama Yuki.
"pemandangannya keren banget ya.. sayang kalau gak di abadikan, Bud.. lo bawa kamera kan?" tanya Nara.
__ADS_1
"Bawa.."
"m.. tolong ambil photo gue ya..sebelah sana, yuk.." ajak Nara pada Azka, Azka mengerti maksud Nara sekarang, dia merasa kalau Nara mengerti situasi dan keadaannya.
"ayo.. Bud,ki, kita ber2 kesana dulu ya.." pamit Azka lalu membawa Kamera dari tas Budi, Dan mereka berdua berjalan menjauh dari Budi yang bengong dan Yuki yang jealous.
"gue kalah start.." kata Yuki pasrah, lalu Budi menatap Yuki.
"padahal.. gue udah mulai sejak lama, gue pikir sepupu lo itu gak ada hubungan spesial sama si Azka, pasti lo yang kenalin mereka.." tambah Yuki, Budi semakin bingung dengan situasi ini.
"m..ki, lo udah dapat yang jauh lebih sempurna dari si Nara, apa lo serius dengan perasaan lo ini? mana mungkin lo akan mengabaikan Kalyla demi si Nara.." kata Budi , Yuki tersenyum getir.
"tapi.. gue merasa lebih senang ada didekatnya.."
Yuki tak melepaskan pandangannya dari tempat dimana disana ada Nara dan Azka yang bertingkah seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran.
Budi benar-benar heran dengan situasi ini.
tak lama Kalyla menghampiri, sepertinya dia sudah selesai dengan pekerjaannya.
"hai bud.." sapa Lyla yang tampak sangat cantik sore ini, dengan balutan gaun yang anggun.
"kita berangkat dini hari tadi, jadi pagi-pagi sudah sampai di Bandung.." tukas Lyla, lalu dia juga perhatikan Azka dan Nara yang berada agak jauh dari tempatnya sekarang, entah kenapa dia juga tidak suka melihat pemandangan itu.
"apa itu Azka..?" tanya Lyla.
"iya..itu Azka sama Nara!" tukas Budi lagi, Kalyla juga ingat kalau Nara adalah gadis yang dia temui di restauran bersama Azka beberapa hari lalu.
Nara tahu Yuki dan Kalyla sedang memperhatikannya dari jauh.
"lihat.. mereka lagi fokus lihat kearah kita.." bisik Nara pada Azka yang sedang melihat lagi hasil jepretannya.
"baguslah kalau begitu.." tukas Azka.
"gue yakin sebenarnya Kalyla juga cemburu lihat kita kayak gini.." kata Nara, Azka tatap Nara dengan pandangan yang dalam.
__ADS_1
"sejak kapan lo rencanakan ini semua?? lo udah rancang ini sejak tadi di Jakarta kan?" tanya Azka penuh curiga.
"m..iya sih, tadi pagi sebelum berangkat Yuki telphon gue, dia bilang kalau dia gak bisa menolak ajakan Kalyla untuk pergi kesini,.m..gue gak mau lo kelihatan terpuruk dimata mereka, makanya gue ajak lo kesini, lo harus tunjukan kalo lo baik-baik saja.." jelaskan Nara, Azka mengerti maksud dan rencana Nara. dia bangga pada Nara, dia senang ternyata ada yang sangat mengerti perasaannya. dia tersenyum bangga.
"pintar juga lo ya.." puji Azka.
" iya dong..siapa dulu.."
"gue peluk lo ya, biar mereka makin yakin kalau gue bisa move on dengan cepat.." kata Azka berdalih.
"itu sih alasan lo buat benar-benar bisa meluk gue kan?" goda Nara.
"terserah lo, gue cuma pengen bikin mereka cemburu.." tanpa pikir panjang lagi Azka peluk Nara, Nara jadi senyum-senyum sendiri karena skenarionya berhasil. dan memang berhasil, melihat itu Yuki maupun Kalyla benar-benar kelihatan jealous.
Budi sendiri mengerti sekarang, dia tahu kalau ini memang skenario Nara.
setelah menikmati pemandangan menakjubkan yang memanjakan mata dan jiwa mereka memutuskan untuk pulang. mereka semua beserta kru Kalyla berjalan beriringan menuju tempat parkir.
Kalyla memang sebal sekali dengan tingkah Azka dan Nara yang belagak seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran, apalagi Yuki..hatinya benar-benar terbakar api cemburu.
"kalian mau langsung pulang ke Jakarta?" tanya Lyla sebelum masuk kedalam mobil Yuki.
"iya, kitakan harus beraktivitas lagi besok.." jawab Budi,
"kalian pasti cape, kalau kita sih rencananya mau pulang dinihari nanti, biar bisa istirahat dulu..dan biar jalanan gak terlalu macet.." kata Lyla lagi.
"ya.. enaknya sih begitu..ka, kita istirahat aja dulu..kita cari resort atau penginapan.." kata Budi.
"aku sama kru udah sewa sebuah villa, villa nya cukup luas.. kalian bergabung saja sama kami..biar kita makan sama-sama, kita buat pesta kecil ya semacam peta barbequ gitu.. makin banyak orang makin seru kan.." ajak Kalyla, Budi dan Nara sih setuju dengan saran Lyla tapi Azka masih tampak ragu. rasanya berat harus menyaksikan kebersamaan Lyla dan Yuki lebih lama lagi.
"gimana ka, mau yah.." bujuk Kalyla pada Azka.
dan akhirnya Azka mau.
mereka pun pergi,menuju sebuah villa yang sudah Kalyla sewa. sebuah bangunan kayu khas pedesaan yang benar-benar nyaman, dengan pepohonan dan suasana yang masih sangat hening jauh dari hingar bingar kota.
__ADS_1
Azka mencoba menikmati, dan dia memang merasa lebih damai berada disana.
Bersambung.