Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Ketakutan Tania


__ADS_3

Tania memang anak tak tahu diuntung. Dulu dia dan ibunya hidup susah karena dicampakan begitu saja oleh ayahnya. Bahkan dulu mereka sempat menjajakan donat keliling demi menghidupi biaya mereka sehari-hari sampai mendiang Ayah dengan penuh kasih sayang menikahi ibu dan menganggap Tania seperti anak kandungnya sendiri.


Tapi apa yang Tania lakukan sekarang terhadap Yura? Setiap hari, setiap waktu Yura selalu mendapat bullyan darinya, bahkan dia selalu merampas apapun yang sudah menjadi hak mutlak Yura. Dan Tania juga tak pernah sudi mengakui Yura sebagai saudara tirinya, tak ada yang tahu sama sekali.


Hanya Alika yang tahu karena dia adalah satu-satunya tempat curahan hati Yura saat dia sudah tak bisa menahan lagi kekesalan dan kekecewaannya.


Tania mengaku sebagai anak seorang pengusaha, dia mengaku kalau orangtuanya bolak balik ke luar negri untuk mengurusi bisnis padahal kenyataannya saat ini Ibunya sendiri sangat kewalahan menyokong setiap dusta yang dia lakukan.


Yura kadang kesal pada Ibu tirinya karena terlalu memanjakan Tania tapi di sisi lain Yura juga kadang merasa prihatin dengan perlakuan Tania yang kadang tak ingin mengakui Ibu sebagai Ibunya.


Sempat suatu hari Keyla dan Dara datang ke rumah, dan dengan lancangnya Tania mengakui kalau Ibu adalah pengasuhnya, selama orangtuanya menjalankan bisnis diluar negri maka dia tinggal di rumah orangtua asuhnya itu, itulah bualan-bualan yang selalu Tania katakan pada teman-temannya. Sedangkan Yura? Tania menyuruh Yura untuk bersembunyi saat Keyla dan Dara mampir ke rumahnya.


Keterlaluan sekali memang Tania, dia berdusta demi meraih tempat spesial di hati teman-teman kayanya. Dia sudah melanggar banyak norma demi eksistensinya itu.


Yura masih enggan menjawab, dia masih berat untuk mengakui kalau Tania memang saudara tirinya dan saat ini Keita masih menatapnya dengan tajam menunggu jawaban pastinya.


"Aku harus cepat-cepat ke kelas kak, ada PR yang belum sempat aku kerjakan! Aku duluan ya, bye!" ucapnya lalu pergi begitu saja, Keita tak mencoba menyusul dan memaksa, dia yakin kalau saat ini Yura dalam keadaan terdesak.


Yura setengah berlari, dia ingin segera sampai di kelas dan menjauh dari tatapan Keita yang menuntutnya untuk menyatakan kenyataan yang dia jaga selama bertahun-tahun.


Yura sampai dan dia segera duduk di samping Alika yang sudah ada di kelas sejak tadi.


"Hai!" sapa Alika.


"Hai," sapa balik Yura lalu dia letakan tasnya diatas meja. Dia masih tampak dilema saat ini.


"How are you?" tanya Alika, sok berbahasa inggris karena sebentar lagi pelajaran bahasa Inggris akan segera dimulai. Alika memang selalu seperti itu, dia ingin menstimulasi kemampuan bahasa inggrisnya sebelum jam pelajaran dimulai.


"M, bad!" jawab Yura, Alika langsung menoleh.

__ADS_1


"Bad? Not good? Why?"


Yura tertegun sejenak dan sebaiknya dia memang menceritakan semuanya pada Alika berharap bebannya akan sedikit berkurang.


"Al, barusan Kak Kei mergoki Tania, dia lihat Tania keluar dari rumah dan dia curiga!"


"What? Really?"


"Iya, aku gak tahu harus jawab apa! Aku takut semuanya terbongkar, dan kebayang dong kalau bualan-bualan Tania ketahuan sama teman-temannya?"


"Kalau menurutku sih ini hal yang bagus, biarin aja dia ketahuan biar dia tahu rasa! Lagian, ini bukan salah kamu kan? Tapi Kak Keita yang lihat sendiri kan?"


Yura tak tahu harus senang atau khawatir, tapi kalau diingat-ingat lagi kejadian semalam saat Tania merampas sepatu barunya, Yura merasa cukup puas dan kadang dia masih saja memikirkan nasib saudari tirinya itu.


Keita sampai di kelas dan dia langsung menatap penuh curiga pada Tania dan Tania juga terlihat kikuk dan salah tingkah. Dia yakin sekali kalau sepatu yang Tania kenakan adalah sepatu baru milik Yura.


"Ngapain pagi-pagi muka lo udah ditekuk begitu?" sapa Vano yang duduk didepan bangkunya.


"Mirip sama sepatu si Yura yang dibeli kemarinkan?" tanya Vano pelan.


"Mungkin kebetulan sama!" tanggapi Arkan santai.


"Gak! Gue curiga itu punya Yura!" tegaskan Keita.


"Kok lo berprasangka buruk gitu sih? Orang yang beli sepatu macam itu kan bukan cuma si Yura aja! Lagian mungkin banget si Tania juga beli, dia kan horang kaya!" kata Vano yang masih belum menyadari kejanggalan yang terjadi.


"Pertama, hari ini Yura gak pakai sepatunya! Kedua, pagi ini gue lihat si Tania keluar dari gerbang yang sama dengan Yura!" ungkap Keita, baru kali ini Arkan dan Vano semakin penasaran dan antusias.


"Maksud lo apa sih?" tanya Arkan.

__ADS_1


"Iya, macam teori konspirasi aja!" sambung Vano.


"Ya gue curiga aja, kalau sepatu itu punya Yura! Lihat! Sama persiskan? Dan yang lebih mengejutkan, tadi Yura malah ngaku kalau si Tania itu majikannya, apa maksudnya coba?"


Arkan ikut berpikir keras, dia akan sengat marah kalau benar Tania merampas sepatu itu karena Arkan sudah membelikannya untuk Yura.


"Tapi kita gak bisa asal tuduh kan, mesti ada bukti dulu!" bisik Vano.


"Ya, gue juga setuju hal itu, kita tunggu momen yang tepat! Tapi yang gue sayangkan, Yura masih pake sepatu jeleknya, kasihan kan?"


"Masa iya sih? Kalau itu beneran punya si Yura, tega banget si Tania, ngapain juga rebut milik orang lain, dia kan orang kaya!" cibir Vano.


Diam-diam Tania mendengar percakapan Arkan, Keita dan Vano. Dia merasa tertekan dan ketakutan. Dia tak bisa konsentrasi saat Keyla dan Dara sedang membicarakan masalah pelajaran.


"Ya sih, langganan bimbel online emang cukup membantu! Kalian pake yang premium kan? Uraian setiap jawabannya tuh detail banget, rasanya gue gak perlu cemas sama Ujian akhir nanti, gue pasti lulus dengan nilai terbaik!" kata Keyla.


"Gue pake yang premium dong! materinya benar-benar masuk ke otak dengan mudah! solusi banget deh buat gue yang malas belajar konvensional kayak gini!" sahut Dara.


"Siap balapan nilai?" tantang Keyla.


"M, boleh! Ulangan nanti kita bikin taruhan Yuk, yang nilainya jeblok dia mesti traktir album baru BTS yang rilis bulan depan, gimana?" tantang Dara.


"Oke, deal!" sambut Keyla.


"Hey Tan, lo dengar gak sih apa bahasan kita?" tanya Dara membuyarkan lamunan Tania.


"Oh, m ... kapan BTS konser di Jakarta?" tanya Tania sama sekali tak nyambung dan Dara maupun Keyla malah tertawa geli menanggapinya.


"Siapa yang ngobrolin konser BTS, wah bener nih pagi-pagi otak lo udah gak connect! pasti lo lagi ngelamunin Taehyung kan?" goda Keyla.

__ADS_1


Tania hanya tersenyum hambar, dia mengangguk saja padahal saat ini dia sedang dilanda ketakutan yang hebat karena dia mendengar rencana Keita dan kawan-kawan untuk mengusut masalah sepatu baru yang dia pakai sekarang.


Akankah kebohongan Tania terbongkar?


__ADS_2