Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Goes to be a mate


__ADS_3

Yura sudah keluar gerbang bersama Alika, dia menunggu seseorang menjemputnya, dan tahukah siapa yang tiba-tiba memarkirkan mobilnya tepat di hadapan Yura.


Dia turun, dengan gaya santainya dan dia adalah Keita. Yura sampai berdecak melihat anak remaja umur 17 tahun itu turun dari mobil dan menjemputnya.


"Ya Tuhan, Kak Kei keren banget." bisik Alika dan kini Keita sudah sampai di dekat Yura berdiri bengong.


"Gue udah dapat izin buat jemput lo dari Ibu Lulu! Yuk," kata Keita berbasa-basi, lalu dia bukakan pintu mobil membuat Yura merasa begitu istimewa.


"Lo juga, masuk! Gue antar lo pulang," kata Keita pada Alika.


"Serius? Waaah,"


Mereka pun siap pulang bersama-sama, Yura di seat depan bersama Keita yang begitu mahir mengemudi sedangkan Alika duduk di seat belakang.


"Emangnya Kak Kei udah dapat SIM?" tanya Yura berbasa-basi.


"Udah dong, gue kan udah 17 tahun plus-plus." sahutnya dengan nada gurauan.

__ADS_1


"Udah punya surat izin mencinta juga gak? ehem, ehem." goda Alika dari bangku belakang, membuat Yura maupun Keita sama-sama salting.


"Iiih, apaan sih Alika, garing banget deh!" cibir Yura malu-malu.


"Gak apa-apa lagi, kalian duduk di jok depan berdampingan begitu udah kayak tuan sama nyonya tauuu!" goda Alika lagi-lagi, Yura sampai gemas mendengarnya.


"Cocok kan?" tanya Keita malah membuat kadar rasa salah tingkah Yura semakin meningkat.


"Cocok bangeeeet."


"Iiih, Alikaaaaa."


"Alika suka begitu emang, maaf ya." kata Yura tanpa menoleh sedikit pun.


"Suka gitu gimana sih? Kenapa sih Yur, kok kamu salah tingkah begitu,"


Yura memutuskan untuk diam, rasa deg-degannya membuatnya tak bisa berkata-kata. Sampai akhirnya sampai di depan gang kecil menuju rumah Alika.

__ADS_1


"Makasih ya Kak Kei, ditunggu deh kabar baiknya!" kata Alika yang masih saja sempat menggoda, dia turun dari mobil itu dan memastikan kalau Yura sudah siap untuk menerima pernyataan cinta dari Keita.


"Iiih, Alika apaan sih, ayo Kak jalan!" ajak Yura.


Keita hanya tersenyum melihat tingkah Yura, dan setelah berpamitan dia kembali menginjak pedal gasnya perlahan namun pasti.


"M, kita jalan ya." ajak Keita.


"Jalan kemana?" tanya Yura masih saja malu-malu.


"Ke, kemana ya? jajan-jajan aja, ke mall kayak waktu itu, gue udah minta izin kok sama nyokap lo dan dia mengizinkan."


"Oh ya?"


"Iya, tapi dia bilang lo harus pulang dulu ke rumah."


"Oh, ya kalau Ibu bilang boleh, ya ... hayu aja..." setujui Yura, Keita senang bukan main. Akhirnya hari itu tiba, hari dimana dia bisa bersama dengan Yura berdua saja dalam momen yang pas.

__ADS_1


Mereka sampai di depan rumah, dengan sigap Keita membukakan pintu dan membantu Yura turun dan berdiri dengan tongkatnya, Keita memang sudah memantapkan hatinya untuk menjaga Yura, walau mereka masih remaja tapi Lulu merasa kalau Keita bisa membuat Yura senang dan bahagia, Lulu mencoba memaklumi itu dan menganggap kalau perhatian Keita sebagai sesuatu yang manis.


__ADS_2