Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Chaos


__ADS_3

Sebelum menemui Azka, Yuki terlebih dulu meminta waktu pada Kalyla. Dan Kalyla menyempatkan waktu untuk bertemu Yuki, mereka bertemu di dekat lokasi syuting Kalyla, Mereka mengobrol di dalam mobil yang Yuki parkirkan di dekat lokasi pengambilan scene Kalyla itu.


"Kamu pasti udah lihat berita semalam kan?" tanya Kalyla dengan wajah liciknya.


"Kamu senang?" tanya Yuki.


"Aku senang semua ini berjalan mulus! tapi sejujurnya, aku gak tahan karena sejak semalam banyak sekali yang menghujatku!" jawabnya dengan perasaan tak bersalah sama sekali.


"Heh, kamu pantas mendapatkannya!" cibir Yuki lalu dia hanya tersenyum kecut.


"Harusnya kamu juga senang! kamu bisa manfaatkan ini semua, tunggu apa lagi? selangkah lagi Nara bisa jadi milik kamu!"


"Gak! ini semua salah! apa yang kamu lakukan ini salah!" tegaskan Yuki dengan nada mengecam.


"Ayolah! gak usah munafik!"


"Ingat, segala sesuatu yang kita dapat dengan cara yang salah, itu semua gak akan berjalan baik! dan semua perjuangan bodoh yang kamu lakukan ini, pada akhirnya akan sia-sia!"


"Oke! aku tampung spekulasimu ini! kita lihat saja nanti, selama ini aku cuma mencoba mengambil kembali apa yang seharusnya jadi milikku!" Kalyla masih bersikeras dengan ambisi butanya, dan Yuki hampir menyerah untuk menyadarkannya.


"Coba buka mata! buka hati! ini semua akan percuma! Azka gak mungkin melepaskan kebahagiaannya demi kamu! kita semua tahu kalau saat ini dia sudah mendapatkan kebahagiaan yang sempurna, mana mungkin dia sudi menukarnya dengan kelicikan kamu ini!" kata-kata Yuki seakan menampar Kalyla dan Kalyla benci itu. Kalyla semakin benci pada Yuki yang seolah-olah ingin menjegal obsesinya.


"Udah selesai?" tanya Kalyla sinis.


"Coba pikirkan lagi! sebelum nanti kamu menyesal!" peringatkan Yuki, Kalyla tidak peduli dan dia langsung turun dari dalam mobil Yuki dan setengah berlari menuju lokasi syutingnya.


Yuki tahu masalah ini menjadi agak rumit, tapi satu yang pasti, dia akan terus berusaha sampai dia bisa membantu Nara menyelesaikan praharanya ini.


***


Azka hampir prustasi karena Nara tak kunjung mengangkat telphonnya. Dia merasa kehilangan dan tentu saja dia merasa menyesal.

__ADS_1


Sampai akhirnya Yuki datang, Azka tidak tahu apa maksud kedatangan Yuki siang ini. Yuki datang dengan kemarahan yang dia simpan rapat-rapat dalam benaknya, andai saja jika semuanya mudah dan mungkin, ingin rasanya Yuki meminta secara langsung pada Azka agar Nara jadi miliknya dengan begitu dia bisa melindungi jiwa dan raganya dengan sepenuh hatinya. Tapi Yuki tahu itu sangat tidak mungkin.


Mereka duduk di ruang tengah...


"Jadi lo udah tahu semuanya?" tanya Azka.


"Semua orang udah tahu!" sahut Yuki tegas.


"Itu semua cuma salah faham! gue gak ingat apa yang terjadi malam itu!"


"Tapi tetap aja lo salah!" judge Yuki, Azka diam karena dia tahu dia salah.


"Lo tahu kan, kalau apa yang sudah lo dapat selama ini, adalah hal yang paling gue inginkan juga! lo juga tahu kalau sampai detik ini gue belum bisa menggantikan posisi dia dihati gue!" ungkap Yuki dengan emosional, dia marah pada Azka karena sudah menyakiti Nara.


"Aaaah, sialan!" gerutu Azka penuh penyesalan.


"Oke, Kalyla memang sahabat lo! tapi seharusnya lo lebih percaya istri lo saat ini! dia yang paling dekat sama lo saat ini, tapi apa sekarang? lo sudah mengkhianatinya secara gamblang!"


"Hati-hati aja! dia sedang merencanakan sesuatu untuk bisa merebut perhatian lo lagi!" peringatkan Yuki.


"Heh, mana mungkin? dia sahabat gue! dia cuma mau menenangkan gue!" bantah Azka membuat Yuki sangat marah.


"Terserah, gue cuma memperingatkan! kalau suatu hari Nara berpaling, jangan salahkan dia! mana mungkin dia tahan dengan sikap lo ini, seharusnya lo lebih percaya dia!"


"Jangan-jangan ini semua rencana lo!" tuduh Azka dan emosinya memuncak, dia malah menyangka kalau dalang dari kekacauan yang dia alami saat ini adalah Yuki.


"Heh, sekarang lo mau salahkan gue?"


"Harusnya sejak awal gue sadar!"


Yuki bangkit, dia tak tahan menghadapi sikap keras kepala Azka.

__ADS_1


"Gue gak sebodoh itu!" kata Yuki yang hendak beranjak tapi Azka menahannya, bahkan Azka dengan luapan emosinya menarik ujung kerah Yuki, Azka benar-benar sudah sangat salah faham.


"Gue gak akan biarkan dia jatuh ke tangan lo!" desis Azka menyeringai, Yuki hanya tersenyum kecut.


"Heh, tanpa sadar lo sudah membiarkan dia menjauh! tadinya gue gak terpikirkan hal gila ini, tapi kalau lo masih bersikap begini! gue akan ambil dia dari tangan lo dan gue gak akan pernah menyia-nyiakan dia!" ancam Yuki yang terlanjur kesal dan marah pada Azka.


BRUKKK


Secara brutal Azka melayangkan pukulan telaknya sampai membuat Yuki terjatuh dan mengenai pelipis kirinya hingga berdarah.


Yuki tak ingin terpancing, dia mencoba bermain cantik. Azka memang terlalu emosional sampai membiarkan Yuki yang awalnya berniat baik ingin menyelamatkan rumah tangganya menjadi berubah haluan untuk merebut Nara lagi dari pelukannya.


"Lo gak akan pernah bisa!" desis Azka penuh kebencian.


"Gue tinggal menunggu waktu, kalau lo masih terjebak dalam permainan Kalyla ini, lo gak akan bisa mempertahankan dia lebih lama lagi! dia pasti akan pergi dan berpaling, secepatnya!" kata Yuki penuh ambisi, Azka semakin kesal, dia merasa dugaannya benar dan hatinya semakin meradang. Azka kembali menarik ujung kerah pakaian Yuki, dia menyeringai lagi.


"Gue gak peduli lo siapa! tapi saat lo berniat merebut apa yang sudah jadi milik gue, gua gak akan membiarkan lo hidup tenang!" ancam Azka membabi buta,


BRAAK, Yuki menghempaskan Azka sampai Azka terjatuh, dan Yuki berhasil melepaskan diri, dia merapikan lagi penampilannya.


"Lihat saja nanti, siapa yang akan membuatnya merasa lebih baik!" kata Yuki lalu dia menarik langkahnya meninggalkan Azka dengan kemarahannya yang semakin memuncak. Karena tak bisa mengatur emosinya, dia sampai tak bisa mengendalikan situasi dan kondisi sehingga membuatnya semakin dan semakin chaos.


"Arrrrrggggghhhh a****g !" pekiknya lantang, dia ingin melepaskan beban-beban dihatinya.


Yuki tak merasakan sakit sedikitpun, padahal pelipisnya terluka dan mengeluarkan darah yang semakin menetes menodai pakaiannya. Sepanjang perjalanan dia terus memikirkan janjinya pada Nara yang kini terlanjur dia ingkari, sikap Azka barusan membuatnya muak dan malah membangkitkan nafsunya untuk kembali merebut Nara dari tangannya secara langsung dan terang-terangan.


'Maaf! gue gak bisa biarkan lo terus-terusan hidup dalam bayang-bayang Kalyla! gue gak akan biarkan siapapun menyakiti lo! lo harus bahagia bersama gue!' batin Yuki ditengah-tengah fokusnya mengemudi.


Ya, kini Yuki sudah memantapkan lagi hatinya untuk memperjuangkan Nara, dia tak rela Nara ada dalam pusaran permainan Kalyla yang sudah pasti akan membuatnya terluka semakin dalam, di tambah lagi Azka terkesan membela Kalyla.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2