
Hari ini kompetisi ketiga Nara di musim kompetisi ini adalah WINJA CTF, kompetisi CTF dengan format Hack-guest. Kompetisi yang tidak membatasi banyak peserta dalam 1 tim, kompetisi online server Warsawa. Dari sejak pagi Nara sudah berada di markas Shield, Afkar tidak mengizinkan Nara tinggal sendiri di Apartemen. Nara merasa bosan dan tidak bisa beristirahat selagi menunggu jadwal kompetisi. Biasanya sebelum kompetisi mulai Nara akan mengistirahatkan kedua matanya agar saat kompetisi berlangsung kedua mata Nara tidak pedih dan tidak mengantuk.
Tapi kali ini berbeda meski pun kompetisi baru berlangsung pukul 2 siang waktu setempat dimana tidak ada perbedaan waktu antara Oslo dan Warsawa, tapi tetap saja Nara tidak berani berspekulasi dengan tidak mengistirahatkan kedua matanya sebelum kompetisi berlangsung.
“ Ra.... kamu tidur saja dulu di dorm kakak “ ucap Barra sambil merapikan perubahan jadwal kompetisi D4rkC0d3.
“ malu kak.... yang lain saja tidak tidur.... tapi Nara tidur “ ucap Nara yang masih kesal karena Afkar memaksanya untuk ke markas Shield pagi hari dan bukan siang hari atau selepas Dhuhur.
Barra meninggalkan Nara sendiri di ruangannya karena ada beberapa berkas kompetisi yang harus Nanwei tanda tangani terkait dengan biaya akomodasi pemain D4rkC0d3.
Nara mengisi waktu menunggu jam makan siang dengan bermain tetris di ponselnya, Nara benar-benar tidak melihat layar komputer mau pun laptop. Dan menurut Nara hanya permainan ini yang dapat melatih respon kecepatan tangan, telinga dan matanya juga membuang rasa bosan.
“ sister, let's go....we want to buy some snacks to prepare for the competition (kakak ipar, ayo ikut.... kita mau membeli makanan kecil untuk persiapan kompetisi nanti) “ ucap Marius yang membuka sedikit pintu ruang kerja Barra.
“ let’s go.... what kind of snacks (ayo.... makanan kecil apa) “ ucap Nara yang sudah berdiri dari sofa dan melangkah mendekari pintu
“ at the end of the block there is a shop that sells snacks, there are chocolate bars, there are sweets, and next to the shop there is a food shop selling snacks from Indonesia (di ujung blok ini ada toko yang menjual makanan kecil, ada coklat batangan, ada permen, dan di sebelah toko itu ada toko makanan yang menjual makanan kecil dari Indonesia) “ mendengar kata Indonesia membuat kedua mata Nara berbinar-binar.
Nara dan kakak beradik Yilmaz berjalan menuju lobi tapi saat Nara hendak melangkah menuju pintu keluar markas Shield, seorang pengawal menghalangi langkahnya dengan berdiri tepat di depan Nara.
“ sorry young lady, you can't go out of this building (maaf nyonya muda tidak boleh keluar dari gedung ini) “ ucap pengawal tersebut sambil menundukkan kepalanya.
Kakak beradik Yilmaz melihat kebelakang mendapati Nara yang di halangi oleh pengawal keluarga Afkar.
“ just a moment....you can come with us (sebentar saja.... kalian bisa ikut kami) “ bujuk Nara pada pengawal itu.
Tapi pengawal itu tidak bergeming dengan ucapan Nara dan masih menghalanginya. Kakak beradik Yilmaz mendekati Nara.
__ADS_1
“ never mind.... sister you just stay here, we will buy for you some of snacks (sudahlah.... kakak ipar di sini saja, kami akan belikan kakak ipar makanan kecil) “ ucap Marius yang tidak bisa berbuat banyak untuk Nara.
“ thanks (terima kasih) “ ucap Nara dan membalikkan badan melangkah kembali menuju lantai 3.
Nara merasa bosan menunggu berkali-kali berpindah tempat duduk di ruang kerja Barra, terkadang duduk bersila di sofa, terkadang duduk bersila di lantai bahkan duduk di lantai dengan meluruskan kedua kakinya. Barra merasa kasihan melihat Nara yang kebosanan di dalam ruangannya tapi Barra juga tidak bisa berbuat banyak karena Afkar bersikeras melarangnya tinggal di Apartement sendiri.
“ manager .... dette er en matbit for svoger, vi kjøpte den i Nusantara-butikken (manager.... ini makanan kecil untuk kakak ipar, kami tadi membelinya di toko Nusantara) “ ucap Morten sambil menyerahkan 1 kantong penuh makanan kecil yang biasa di jual di toko-toko di Jakarta.
Barra menerima kantung itu dan melihat sebentar apa saja yang sudah kakak beradik Yilmaz belikan untuk Nara, Barra menarik nafas panjang melihat isi kantung tersebut.
“ takk .... Nara må være glad for å se hva du kjøpte (terima kasih.... pasti Nara senang melihat apa yang kalian beli ini) “ ucap Barra yang sudah melihat kakak beradik Yilmaz berjalan menuju lantai 2 melewati tangga tengah.
Barra memperhatikan Nara yang terlihat jelas merasa bosan.
“ Ra.... ini dari Morten “ ucap Barra sambil menyodorkan 1 kantung penuh makanan kecil yang kakak beradik Yilmaz beli.
“ taruh di situ saja kak “ jawab Nara dengan malas dan masih sibuk memainkan tetris.
Barra menarik nafas panjang melihat Nara yang seperti ulat bulu hitam menempel di tembok dengan tangan kiri masih memainkan game tetris di ponsel, terkadang tengkurap atau telentang di lantai, terkadang duduk di sofa dan bahkan menjadikan sofa sebagai penyangga dagu.
“ kak..... bosan... “ ucap Nara yang sudah berada di depan meja kerja Barra.
“ kamu mau apa untuk membunuh rasa bosan? " tanya Barra sambil mencoret nama tim yang menginginkan Nara bergabung.
“ boleh pinjam itu “ ucap Nara sambil menunjuk sebuah laptop berwarna silver.
“ mau apa? “ tanya Barra yang masih sibuk dengan berkasnya.
__ADS_1
“ mau lihat milis “ ucap Nara tak bersemangat.
Barra menarik nafas panjang dan dengan isyarat tangan mengizinkan Nara memakai laptopnya.
Nara segera melangkah dengan berjinjit mendekati laptop yang dia maksud, tak butuh waktu lama bagi Nara untuk masuk ke milis yang dia maksud. Jari jemarinya mengetik sesuatu dengan cepat dan sesekali melihat Barra, Nara tidak ingin yang dia lakukan di ketahui Barra.
“ dia online “ gumam Nara dalam hati.
Nara segera mengetik sesuatu dengan cepat.
“ ayo cepat balas jangan hanya di baca “ gumam Nara dalam hati dengan perasaan cemas juga gugup.
Sekali lagi Nara melihat Barra yang masih sibuk dengan berkasnya.
“ Alhamdulillah dia mau bantu...... tunggu nanti malam.... aduuuh “ gumam Nara dalam hati sambil menepuk dahinya pelan.
Nara segera mengetik sesuatu dengan cepat sebelum menekan tombol enter, Nara kembali melihat Barra yang ternyata sudah tidak ada di tepatnya. Nara mencari sekeliling ruangan dan ternyata Barra sedang berbicara dengan Nanwei di luar ruangan Barra. Nara segera menekan tombol enter dengan jari kelingkingnya.
Sekali lagi Nara menjadi semakin cemas dan gugup karena sekali lagi harus menunggu jawaban dari orang itu. Setelah menunggu selama 15 menit dengan rasa cemas juga gugup akhirnya jawabannya yang di tunggu-tunggu sesuai harapan Nara.
“ Alhamdulillah dia mau..... “ ucap Nara dan segera mengetik sesuatu dan keluar dari jaringan.
Tepat saat Nara keluar dari jaringan, Barra kembali masuk ke dalam ruangan dengan membawa menu makan siang untuk Nara.
“ Ra.... makan siang dulu.... selesai makan sholat Dhuhur sekalian jamak Ashar.... jam 13:18 sudah masuk waktu Dhuhur dan jam 17:02 sudah masuk Ashar..... jaga-jaga kalau nanti jeda waktu kompetisi tidak tepat di waktu sholat.... kamu sholat di dormnya Marius. “ ucap Barra sambil menyerahkan kotak makan siang Nara yang Barra terima dari petugas kantin Shield.
Setiap ada tim yang akan melaksanakan kompetisi online atau pun sedang melaksanakan kompetisi online, petugas kantin akan mengantarkan makan dan minuman sesuai jadwal yang di tentukan oleh manager tim.
__ADS_1