NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 11 RENCANA NARA (1)


__ADS_3

Nara masih kesal karena Morten menghabiskan minumannya, membuat Marius heran dan kesal. Nara dan Morten beda dua atau tiga tahun tapi sikap Morten masih terkadang sangat kekanak-kanakkan dan membuat Nara kesal.


“hizmetçi, bunun gibi iki tane daha (pelayan, dua lagi seperti ini)" ucap Marius pada seorang pelayan yang cukup mengenal kakak beradik yilmaz.


Setelah minuman yang Marius pesan tersajikan di meja mereka, Nara segera meminumnya hingga setengah gelas. Marius dan Morten masih memandangi Nara dengan sejuta pertanyaan tentang ubet. Merasa sedang di lihat oleh kaka beradik yilmaz, Nara menarik nafas panjang dan menghembuskan pelan.


“okay.... I'll tell you everything...... earlier, he was senior ubet, his full name was Ubaidillah. senior Ubet was Nara’s senior when I was in college, I was still a freshmen while senior Ubet was in final semester. In the past, senior ubet once offered Nara trousers, because we’re freshmen had to enter a pool for the closing of the campus introduction. Furthermore we are only related as senior and junior students nothing more than that (baiklah.... akan Nara ceritakan semua...... tadi namanya kak ubet, nama lengkapnya Ubaidillah. Kak ubet itu senior Nara waktu kuliah dulu, Naraa masih mahasiswa baru sedangkan kak ubet mahasiswa semester akhir. Dulu kak ubet pernah menawarin Nara celana panjang, karena kami mahasiswa baru harus masuk ke sebuah kolam saat di penutupan pengenalan kampus. Selanjutnya kami hanya berhubungan sebagai mahasiswa senior dan junior tidak lebih dari itu)" jelas Nara sambil memasukkan sepotong muzlu rulo krep ke mulutnya.


“are you sure, he doesn’t have any feelings for you? I see that he seems to be interested in you (kakak ipar yakin, dia tidak ada rasa yang lebih pada kakak? Aku lihat sepertinya dia tertarik sama kakak ipar" ucap Morten dan mengambil sepotong muzlu rulo krep milik Nara.


Nara menarik nafas panjang melihat kelakuan morten yang seenaknya sabotase makanannya.


“can you order it? Don’t take mine? (bisakah kamu pesan sendiri? Jangan mengambil pesananku?)” tanya Nara pelan membuat Morten meringis dan sekali lagi Marius memanggil pelayan untuk mengganti pesanan Nara.

__ADS_1


“what did you guys talking about? (apa yang tadi kaalian bicarakan?)” tanya Marius dengan serius.


“this morning I heard mas Afkar talking about leaks and sabotage.... actually I didn't really understand what kind of connection between Mas Afkar and uncle murat was, but if there was a word of leaks, it must be related to some of program. Whether it's must be about website program or a game or anything about software, I tries to find out what software is launching this week. It turned out that there were three games that were launched this week and one of them, I tried to download that game and the result..... my phone performance decreased (tadi pagi Nara mendengar mas Afkar bicara tentang celah dan pelaku.... sebenarnya Nara tidak terlalu paham kerjasama apa antara mas Afkar dengan uncle murat, tapi kalau ada kata celah pasti berhubungan dengan sebuah program. Entah itu sebuah program website atau game atau apa pun tentang perangkat lunak, Nara coba mencari tahu perangkat lunak apa yang dalam satu minggu ini di luncurkan. Ternyata ada tiga game yang dalam satu minggu ini di luncurkan dan salah satu game itu, Nara coba download salah satu game itu dan hasilnya..... ponsel Nara performansinya menurun).” Ucap nara sambil memperlihatkan layar ponselnya yang lambat dalam merespon sentuhan jari jemarinya.


“what’s the deal with Ubet (apa hubungannya dengan Ubet)?” tanya Morten yang sudah menghabiskan satu piring muzlu rulo krep hasil sabotase milik Nara.


Nara kembali melanjutkan ceritanya bagaimana dia bisa bertemu dengan Ubet, apa saja yang dia bicarakan dengan Ubet hingga dugaannya bahwa Ubet bekerja di perusahaan yang saat ini uncle Murat dan Afkar bentuk.


“what game that you download (game apa yang kakak ipar download)?” tanya Marius mulai serius.


“do you know this game (kalian tahu game ini)?” pertanyaan Nara membuat kedua kakak beradik Yilmaz saling memandang satu sama lain.


Dengan menarik nafas panjang hampir bersamaan, kedua kakak beradik Yilmaz dengan berat hati akhirnya menceritakan kerjasama antara Afkar dan Murat lakukan juga perangkat lunak apa saja yang sedang menjadi project besar mereka.

__ADS_1


“so you know that this game was going to be launched two days ago but it did’t happen because someone already launched it. And now they are making a new game also looking for the sabotage….. is that right? (jadi kalian tahu kalau game ini yang akan di luncurkan dua hari lalu tapi tidak jadi karena sudah ada yang mendahuluinya. Dan sekarang mereka sedang membuat game baru juga mencari pelaku sabotase..... begitukah?)” pertanyaan Nara membuat kakak beradik Yilmaz seketika terlihat lesu.


“yes.... Abba has been home for two day in late at night and left early in the morning just like GUN..... Abba feels sorry to the investors who are also Abba’s friends (iya.... Abba sudah dua malam pulang malam terus dan berangkat pagi-pagi sama seperti GUN..... Abba merasa mengecewakan para investor yang juga teman-teman Abba)" ucap Morten dengan sedih.


“why don't you tell it? we can definitely help them by finding out the perpetrators of that game (kenapa kalian tidak cerita? Kita pasti bisa membantu mereka dengan mencari tahu pelaku sabotase game itu)" ucap Nara seperti menahan emosi.


“this is why GUN told us to take care of you.... sister will definitely find out the perpetrators of saboteurs with your own way and will make a fuss it could even make a big news (inilah kenapa GUN menyuruh kami menjaga kakak ipar.... kakak ipar pasti akan mencari tahu pelaku sabotase dengan cara kakak sendiri dan akan membuat keributan bahkan bisa jadi akan menjadi berita besar).” Jelas Marius sedikit sedih.


“Are you happy when Auntie Felissa and I are lonely every night (Apa kalian senang kalau aku dan aunty Felissa kesepian setiap malam)?” pertanyaan Nara membuat kakak beradik Yilmaz menggelengkan kepala hampir bersamaan.


“then lend me a laptop, I’ll find out all the leaks in that game and who is the saboteur (kalau begitu pinjamkan aku laptop, aku akan mencari tahu semua celah di game itu dan juga yang melakukan sabotase).” ucap Nara sambil membuka kedua tangannya meminta laptop yang dia maksud.


Dengan berat hati akhirnya Marius mengeluarkan laptopnya dari dalam tas yang tadi dia bawa dan menyerahkan pada Nara. Nara segera meraih laptop itu dan menyalakannya, setelah menunggu beberapa menit akhirnya layar laptop menampilkan web browser. Kakak beradik Yilmaz menggeser kursinya mendekati Nara dan melihat apa yang akan Nara lakukan.

__ADS_1


“what the name of their company (apa nama perusahaannya mereka)?” tanya Nara membuat Morten segera mengambil alih laptop dan mengetik sesuatu.


__ADS_2