
“ now (sekarang)....? ” tanya Nara sambil mengerutkan kulit di tulang hidung.
“ no later when the twins are born (tidak nanti saat kembar sudah lahir)..... ” ucapan Afkar membuat kakak beradik Yilmaz menahan tawanya.
“ Don't hold back your laughter, you'll have a stomachache...... sweetie.... just this once for the program (jangan menahan tawa kalian nanti sakit perut...... sayang..... sekali ini saja buat program itu) " pinta Afkar yang sudah memegang kedua lengan Nara dan menggeser laptopnya tepat di depan Nara.
“ ok... but promise that I can pick any of grapes whatever I wants..... promise... (baiklah.... tapi janji nanti Nara boleh memetik anggur semau Nara..... janji...) ” pinta Nara membuat kakak beradik Yilmaz kembali menahan tawanya karena baru kali ini melihat GUN yang tidak berkutik menghadapi Nara.
“ sweetie, you can pick the grapes over there (sayang boleh petik buah anggur yang di sebelah sana) " ucap Afkar sambil menunjukan pohon anggur berjenis oval-fruited kishmish.
“ Deal..... what was the request .... the full names of the two of them.... Marius Yilmaz and Morten Yilmaz..... wait a minute..... (setuju..... tadi apa permintaan mas.... nama lengkap mereka berdua.... Marius Yilmaz dan Morten Yilmaz.....sebentar..... ) “ ucap Nara melihat pohon anggur yang Afkar tunjuk untuk sesaat dan segera mengalihkan pandangan matanya pada layar laptop Afkar.
Kedua jari jemari tangan Nara mulai mengetik sesuatu di keyboard laptop, terlihat jelas kedua mata Nara yang sangat serius bergerak ke kanan dan kiri juga terkadang ke atas seperti sedang memikirkan sesuatu. Sementara Afkar berdiri di belakang Nara dan melihat layar laptop dengan serius sesekali memicingkan kedua mata dan sesekali mengusap bibirnya dengan jari telunjuk bagian luar. Kakak beradik Yilmaz melihat ekspresi Afkar menjadi ingin tahu bagaimana Nara membuat script dari bahasa pemprograman whitespace, mereka berdiri di belakang Nara seketika membulatkan kedua matanya terkejut melihat layar laptop yang hanya menampilkan huruf kapital T, S, L dan linefeed. Dimana antara huruf T dan S ada jarak dengan spasi serta di setiap akhir script terdapat huruf L.
Marius dan Morten saling berbisik pada Afkar, membuat Afkar membulatkan kedua mata mereka pada Kakak beradik Yilmaz. Selama beberapa menit ketiga pria yang berdiri di belakang Nara hanya bisa diam dan memandang layar laptop dengan otak penuh pertanyaan yang ingin mereka tanyakan pada Nara. Nara menggelengkan kepala ke kanan juga ke kiri dua kali karena lehernya terasa penat dan menunduk sesaat sebelum menekan tombol enter. Setelah menunggu selama empat belas detik proses kompile script pada detik ke lima belas memunculkan kedua nama lengkap kakak beradik Yilmaz.
“ it’s done (sudah selesai)...... ” ucap Nara sambil mengangkat kedua tangannya ke udara dan mencari keberadaan suami juga kedua saudara sepupunya.
“ lo.... where are they..... they live me alone (lo.... kemana mereka..... aku di tinggal sendiri) " gumam Nara sambil melihat ke kanan dan ke kiri tapi tak mendapati satu pun sosok yang dia cari
__ADS_1
Kakak beradik Yilmaz yang berdiri di belakang Afkar menahan tawa melihat Nara kebingungan mencari mereka. Sementara Afkar memajukan kepalanya tepat di atas kepala Nara untuk melihat hasil dari script yang nama buat, saat Nara berdiri dari kursi tanpa Afkar sadari kepala Nara membentur dagu Afkar.
“aduh.....”teriak Nara kesakitan begitu juga Afkar.
Afkar segera mengusap kepala Nara dengan tangan kirinya dan dagunya dengan tangan kanan, kakak beradik Yilmaz tidak dapat lagi menahan tawa sehingga mereka tertawa terbahak-bahak melihat tingkah pasangan suami istri ini yang menurut mereka sangat konyol.
“ Mas Afkar why are you above to me (mas Afkar kenapa di atas Nara)? ” ucap Nara sedikit cemberut.
“ Isn’t that I'm always on top (bukankah mas selalu di atas).... ” goda Afkar membuat kedua pipi Nara terasa panas.
Mendengar ucapan Afkar, kakak beradik Yilmaz diam seketika dan kembali tertawa terbahak-bahak membuat kedua orangtua mereka heran melihat anaknya bisa tertawa lepas tanpa ada yang lucu menurut Felissa dan Murat.
“ what's so funny that you guys laugh like this (apa yang lucu sampai kalian tertawa seperti ini)? ” tanya Murat heran.
Marius tidak bisa berkata-kata karena menahan perutnya yang sakit, sementara Afkar mencoba merayu Nara yang mulai merajuk malu karena kakak beradik Yilmaz menertawakan mereka.
“ let’s eat first...... what time you guys come back to Oslo (ayo makan dulu..... jam berapa kalian kembali ke Oslo)? ” tanya Murat sambil membantu Felissa meletakkan beberapa menu makanan di atas meja.
Afkar mematikan laptopnya dan meletakkan di sebuah meja kecil yang tak jauh dari meja tempat Felissa menyajikan makan pagi mereka. Nara duduk di sebelah kanan Afkar berhadapan dengan Morten sedangkan Marius duduk di sebelah kiri Afkar berhadapan dengan Murat dan Felissa berada di antara suaminya dan Morten.
__ADS_1
“ After Asr (selepas Ashar) ” jawab Afkar singkat sambil memegang tangan kiri Nara untuk menahannya dari berpindah tempat duduk.
“ Did Yilmaz’s grandpa not come to breakfast with us (kakek Yilmaz tidak ikut makan pagi dengan kita)? ” tanya Nara yang heran mencari keberadaan kakek Yilmaz dan yang lain.
“ Uncle had already ordered someone to bring Grandpa's breakfast to the plantation....they had breakfast in the middle of the plantation (tadi uncle sudah menyuruh seseorang untuk membawa makan pagi kakek ke perkebunan.... mereka makan pagi di tengah perkebunan). ” Ucap Murat sambil menunjuk posisi kakek Yilmaz saat ini.
“ let’s we eat (ayo kita makan). ” Ajak Felissa.
Mereka berenam sangat menikmati makan pagi buatan Felissa, kebiasaan di keluarga Yilmaz adalah makan pagi sekitar pukul sembilan. Mereka makan tanpa ada pembicaraan apa pun, seperti biasa Nara menghabiskan semua makanan yang berada di piringnya.
“ mas not finished (tidak habis)? ” Nara menarik kemeja lengan kanan Afkar dan membisikkan sesuatu.
Afkar memiringkan kepalanya mendekati kepala Nara.
“ why? Are you not full enough? (kenapa? Sayang belum kenyang?) ” bisik Afkar membuat Nara menganggukan kepala.
“ sister if you're not full enough finished it this one (kakak ipar kalau masih belum kenyang habiskan saja ini) " ucap Morten yang memperhatikan tingkah aneh Nara.
Afkar dan Nara melihat ke arah Morten yang sudah mengeser sebuah piring yang masih menyisakan dua potong Borek dan semangkuk mercimek corbasi miliknya. Afkar mengambil dua potong Borek dan meletakkan di piring serta mendekatkan mercimek corbasi ke piring Nara.
__ADS_1
“ Don’t be shy..... we already understand that you will eat more than we eat (jangan malu..... kami mengerti porsi kamu makan lebih banyak dari kami) " ucapan Murat membuat Nara semakin malu.
Selesai makan pagi Afkar menepati janjinya mengijinkan Nara untuk pergi memetik anggur, Morten menemaninya sementara Marius mencoba membuat kesempatan dengan Afkar. Mellisa dan Murat membersihkan peralatan bekas makan mereka.