
Nara dan kakak beradik Yilmaz terlihat serius mengetik sesuatu, Barra kembali mondar mandir di belakang mereka bertiga. Barra sangat cemas karena menurut Barra sangat mustahil bagi mereka bertiga dalam 1 jam bisa mematikan 200 alarm tanpa memicu alarm yang lain. Pada Manager juga para pemain lainnya yang melihat kompetisi ini juga berpikir hal sama yang Barra pikirkan. Tapi Afkar berusaha menguatkan keyakinannya bahwa Nara bisa menyelesaikan babak penentuan ini dan bisa mematikan semua alarm itu.
Nara dan kakak beradik Yilmaz tidak berhenti menggerakkan ke sepuluh jari jemari mereka di atas keyboard, sesekali terlihat Nara mengibaskan tangan kiri atau tangan kanannya karena 2 atau 3 jarinya terasa kaku bahkan kram. Begitu juga dengan kakak beradik Yilmaz, mereka terkadang terlihat menggerakkan leher mereka yang terasa kaku dan penat. Nara mengepalkan tangan kirinya beberapa kali karena jari jari tangan kirinya terasa sangat kaku, sesekali Nara menengadahkan kepala juga menggerakkan kedua bahunya ke belakang untuk meluruskan tulang belakangnya yang mulai terasa sakit.
Afkar merasa tidak tenang dan memilih berdiri dari sofa melangkah ke lantai 2 untuk melihat langsung kondisi D4rkC0d3 atau lebih tepatnya melihat Nara. Dari balik kaca Afkar mencoba memanggil dengan isyarat tangan tapi Barra tidak memperhatikannya meskipun saat ini Barra masih berjalan mondar mandir di belakang D4rkC0d3. Afkar melipat kedua tangannya di dada dan menunggu Barra melihatnya, tepat setelah menunggu hampir 1 menit lebih akhirnya Barra melihat Afkar. Afkar segera memperlihatkan layar ponselnya pada Barra dan Barra membalas dengan isyarat menyilangkan kedua jari telunjuknya. Sebenarnya Afkar ingin sekali masuk kedalam ruangan itu dan melihat langsung layar komputer Nara tapi Barra tidak mengizinkannya, Afkar ingin marah atau kesal pada Barra juga tidak bisa karena dia sendiri yang membuat peraturan bahwa setiap kali ada tim yang menggunakan ruang kompetisi maka tidak boleh ada satu pun orang keluar masuk selain manager dan tim itu sendiri.
Akhirnya Afkar memilih duduk di sebuah sofa yang tak jauh dari pintu masuk ruang kompetisi, ruang kompetisi ini khusus Afkar desain untuk mengikuti kompetisi online tidak untuk latihan mau pun simulasi kompetisi. Karena sistem jaringan di dalam ruang ini memiliki jalur yang terpisah dengan sistem jaringan Shield di ruangan lantai 3 mau pun lantai 1 juga lantai 2 ruang latihan mau pun ruang simulasi kompetisi.
Sekali lagi Nara menggerakkan kedua bahunya yang terasa penat, Afkar melihat jelas gerakkan itu dan hanya bisa menarik nafas panjang.
Babak ini sudah berjalan selama 30 menit tapi jumlah alarm yang di matikan oleh D3rkC0de belum ada 80 alarm. Nara menghentikan jari jemarinya, menautkan jari jemarinya dan menarik kedua tangannya keatas seperti seseorang yang melakukan peregangan sebelum memulai olah raga. Untuk beberapa detik Nara menarik kedua tangannya keatas dan meletakkan kedua tangannya tepat di puncak kepala, dan Nara menggaruk kepalanya meskipun tidak terasa gatal.
“ ini pasti ada yang salah.... tidak mungkin semua alarm ini harus di matikan satu persatu “ gumam Nara pelan dan terdengar oleh Barra.
Nara menggaruk kecil kedua sudut kelopak matanya yang dekat tulang hidung karena matanya terasa pedih dan mulai merah. dengan menarik nafas panjang Nara mulai kembali memperhatikan script yang dibuat oleh NULLCON. Seketika Nara tersenyum terlihat jelas dari sudut matanya yang menyipit.
__ADS_1
“ pasti ini.... ini.... ini dan ini... kalau kami melepas bugs dalam waktu bersamaan pasti ke 200 alarm itu akan mati dalam waktu bersamaan... tapi sudah 80 alarm yang kami matikan.... jadi tidak mungkin 4 baris ini mematikan semua.... bisa jadi alarm yang sudah mati akan menyala lagi “ ucap Nara sambil menggaruk
kepalanya yang tidak gatal dengan tangan kanan.
Nara kembali menarik nafas panjang dan mengetik sesuatu kembali.
“ line script eighty-nine, seventy-four, ninety-nine, one hundred and thirteen..... did you see anything strange (script baris ke 89, 74, 99, 113..... apakah kalian melihat sesuatu yang aneh)? “ suara Nara membuyarkan keseriusan kakak beradik Yilmaz mengetik script.
Afkar melihat Nara dengan rasa cemas karena kompetisi ini di luar prediksinya, Afkar tidak mengira kalau kompetisi CTF format Hack-guest akan berkembang seperti ini beda 180° dengan apa yang pernah dia ikuti dulu.
Waktu sudah berjalan 35 menit tapi scaryrobot masih belum bisa memutuskan mana script yang bisa mereka lumpuhkan, Nara menarik nafas panjang.
“ Alright.... I'll decide we turn off all the remaining alarms with the Saferplus algorithm using the stream method (baiklah.... aku akan memutuskan kita matikan semua alarm yang tersisa dengan algorithma Saferplus menggunakan metode stream) “ seketika keringat dingin mengucur di dahi Starsiv.
“ what if it turns out that the alarm that we have turned off will come back on because of our actions? What if we actually get kicked out of the competition server? (bagaimana kalau ternyata alarm yang sudah kita matikan akan menyala kembali karena aksi kita? Bagaimana kalau kita justru akan terdepak dari server kompetisi?) “ pertanyaan starsiv mencoba menyangkal ide Nara.
__ADS_1
Nara mencoba meyakinkan Morten tapi Morten tetap saja menyangkal keputusan dan solusi Nara, begitu saja seterusnya hingga waktu kompetisi kurang 15 menit lagi, sedangkan scaryrobot sibuk memperbaiki dan menambah script Morten.
“ tidak bisakah kalian bekerja sama..... hentikan perdebatan kalian.... waktu kalian tinggal sedikit “ gumam Barra geram dalam hati.
“ Morten..... kamu melakukan hal yang sama seperti kompetisi pertamamu “ gumam Afkar geram dalam hati dan mengepalkan tangan kanannya.
“ according to my count we remove the bugs in the line script ninety nine, seventy four, one hundred thirteen and the last eighty nine (sesuai hitunganku kita lepaskan bugs di script baris ke 99, 74, 113 dan terakhir 89) “ suara tegas Marius seketika membuat Morten diam dan tidak berani mendebat Nara.
“ OK (baiklah) “ ucap Nara dan Morten bersamaan.
Marius mulai menghitung mundur dan dengan bersamaan mereka bertiga menekan tombol enter melepas bugs yang sudah mereka buat, pelan-pelan alarm yang masih menyala mati satu persatu hingga pada 2 menit terakhir 80 alarm yang sudah mereka matikan terlihat menyala lagi selama 1 detik dan kembali mati seterusnya. Ketiga layar komputer mereka menampilkan tulisan “ wygrałeś “ , hal ini membuat Nara bingung karena tidak mengerti maksud dari tulisan tersebut. Nara melihat Marius dan Morten bergantian dan tersenyum lega karena sepertinya itu hal baik bagi mereka.
Suara riuh di lantai 3 sangat jelas terdengar di telinga Afkar, Afkar menatap Nara dengan senyum penuh rasa bangga dan hangat. Barra yang berdiri tepat di belakang Nara menepuk bahu kanan Marius dan bahu kiri Morten bersamaan, kemudian memijat kedua bahu Nara beberapa kali sebelum dia sadar bahwa ada yang mengawasinya di luar ruang kompetisi.
“ 1 detik lagi kamu tidak menjauhkan kedua tanganmu dari bahu istriku.... akan aku buat kamu tidak bisa tidur nyenyak. “ ucap Afkar geram dalam hati dan mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1