
Sepulang dari melihat Nara, Erhan mendapatkan berita dari Ralf bahwa Afkar menemukan adanya penggelapan uang yang dilakukan oleh beberapa orang. Ralf mendapatkan informasi itu hasil dari memaksa Lief untuk mengatakan semua dan tentukan dengan sedikit ancaman yang membuat Lief mati kutu. Ralf menceritakan semua pada Erhan, Erhan hanya bisa menghela nafas panjang karena sangat paham sifat Afkar Erhan hanya bisa meminta Ralf untuk menambah beberapa orang untuk mengawasi dan melindungi Afkar bila terjadi hal-hal di luar kendali Afkar.
Afkar yang semakin sibuk dan pulang ke rumah hanya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian saja, setelah itu kembali ke kantor lagi dengan Lief meskipun Afkar masih menyempatkan diri dengan memberi ciuman kecil pada Nara.
“ mas, nanti sore Nara mau periksa kandungan. Nara sudah minta tolong Ines untuk membuat janji dengan dokter kandungan wanita “ ucap Nara sambil membantu Afkar merapikan kemeja.
“ iya.... nanti mas yang akan antar sayang... Lief sudah memberitahu mas karena Lief yang mencari informasi jadwal praktek dokter kandungan seperti permintaan sayang pada Ines “ ucap Afkar sambil memeluk dan mencium puncak kepala Nara sesaat.
“ kalau begitu Nara nanti tunggu mas di rumah saja. “ ucap Nara sedikit lega karena ternyata Afkar sudah tahu jadwal Nara periksa kandungan.
Hati Nara sedikit lega ternyata Afkar masih ingat dengan jadwal pemeriksaan kandungan yang harus di lakukan empat minggu sekali. Setelah kepergian Afkar, Nara tidak langsung kembali masuk ke kamar. Karena suasana hatinya yang mulai senang kembali, Nara memutuskan untuk berjalan-jalan di halaman belakang dan tentunya Ines mengikutinya.
“ who arranges the examination schedule, you or Lief (kamu atau Lief yang mengatur jadwal pemeriksaan)? “ tanya Nara pada Ines yang masih berdiri di belakangnya.
“ Sorry, madam, when I was looking for an obstetrics and gynecology specialist.... Lief looked at my cellphone and said that he had made an appointment with one of the doctors at City Legesenter Hospital as master request (maaf nyonya, saat saya sedang mencari dokter spesialis obstetri dan ginekologi.... Lief melihat ponsel saya dan mengatakan kalau sudah membuat janji dengan salah seorang dokter di city legesenter hospital untuk nyonya atas permintaan tuan) “ ucap Ines sambil memperlihatkan wajah dokter yang akan melakukan pemeriksaan kandungan Nara.
__ADS_1
“ ooo.... “ jawab Nara singkat.
“ ternyata mas Afkar ingat..... aku kira sudah lupa.... “ gumam Nara dalam hati dan merasa bersalah telah berprasangka buruk.
Saat Nara sedang berjalan-jalan dengan temani Ines, tiba-tiba salah seorang pengawal yang menjaga area halaman belakang rumah melihat sesuatu dan berlari mendekati Ines sedangkan dua orang pengawal lain segera menjaga batas keamanan posisi pengawal yang berlari mendekati Ines. Entah apa yang pengawal itu katakan pada Ines tapi belum selesai pengawal itu berbicara, Ines segera meraih lengan kiri dan menarik Nara dengan cepat untuk kembali masuk ke dalam rumah.
“ madam... are you all right? Do you feel something hurts? (nyonya... ada tidak apa-apa? Apa anda merasakan ada sesuatu yang sakit?) “ tanya Ines sangat kuatir dan juga panik
“ I'm fine.... why? What is this? (aku baik-baik saja.... kenapa? Ada apa ini?) “ Nara heran juga bingung melihat Ines yang terlihat jelas sangat panik juga takut.
“ sorry madam, I can't say it... it's better if you stay here (maaf nyonya, saya tidak bisa mengatakan... sebaiknya nyonya tetap disini) “ ucap Ines sambil mendengarkan suara dari beberapa pengawal yang masih berjaga di luar rumah.
“ madam..... why madam? Do you feel something hurts? (nyonya..... nyonya kenapa? Apa anda merasakan ada sesuatu yang sakit?) “ tanya Ines dengan panik.
“ I want to go to my room first (aku mau ke kamar dulu) “ ucap Nara dengan suara bergetar dan segera berjalan cepat masuk ke kamar.
__ADS_1
Di dalam kamar Nara menyalakan laptopnya dan mencoba menghubungi dua orang white hat yang baru saja dia kenal yaitu hkkiw0823 dan paprika2 melalu aplikasi Kyorcera VP-210, tapi setelah beberapa menit tidak ada jawaban dari mereka berdua. Nara mulai semakin panik kedua tangannya bergetar tak dapat dia kendalikan, Nara mencoba mengepalkan kedua tangannya agar tidak bergetar dan bisa mengetik sesuatu di keyboard. Nara mencoba masuk ke milis para peretas grey hat untuk mencari informasi kebenaran mereka yang mungkin ada kaitannya dengan email singkat yang dia dapat dari salah seorang penyelenggaran Real World CTF.
Kedua matanya terlihat sangat serius menatap layar laptop sementara jari tengah tangan kirinya menggeser touch pad untuk menampilkan isi milis, seketika Nara menghentikan pergerakan jari tengahnya dan terkejut membaca sebuah pesan dari salah seorang grey hat yang dia kenal. Nara menguatkan diri untuk mengetuk sesuatu mencari tahu lebih dalam lagi, tanpa menunggu lama beberapa grey hat merespon tulisan Nara dan membenarkan pertanyaan Nara.
Nara semakin panik dan ketakutan mencoba menghubungi Afkar berkali-kali tapi tidak sekali pun Afkar mengangkatnya, tanpa berpikir panjang Nara mencoba kembali fokus dengan apa yang para grey hat tulis. Nara menarik nafas panjang beberapa kali mencoba menenangkan kedua tangannya yang masih bergetar bahkan untuk menyentuh salah satu tombol keyboard pun jarinya tak mampu melakukannya.
Berkali-kali Nara mengepalkan membuka kedua tangannya untuk menenangkan tangannya yang masih bergetar, entah berapa kali Nara melakukan itu.
Beberapa menit kemudian kedua tangan dan rasa paniknya pelan-pelan mereda, Nara mulai menguatkan diri untuk mengetik sesuatu. Nara membuat puluhan baris script bahkan mungkin ratusan dan memasangnya di beberapa server tempat dia menyimpan semua bukti-bukti terkait penggelapan juga pencucian uang beberapa anak perusahaan group Rosenkrantz.
“ Bismillahirrahmannirrahiim..... semoga ini cukup aman menyimpan semua ini “ ucap Nara sambil beberapa kali menekan tombol enter dan touchpad bergantian.
Saat kedua mata Nara serius memperhatikan proses dari script yang dia kerjakan, tiba-tiba suara ketukan pintu mengejutkannya dan hampir saja Nara menjatuhkan laptopnya.
“ who are you (siapa kamu)? “ teriak Nara sambil mengatur nafas.
__ADS_1
“ madam, it’s me..... Lief ask me to bring madam to the hospital as soon as possible (saya nyonya.... Lief meminta saya untuk segera mengantar nyonya ke rumah sakit) “ suara Ines keras membuat Nara segera berjalan cepat membuka pintu kamarnya.
“ wait, five minutes more (sebentar lima menit lagi) “ ucap Nara pelan sambil membuka pintu kamar sedikit untuk memperlihatkan dirinya.