
Dari sejak selepas shubuh, Afkar terlihat gelisah karena hari ini dia harus memberikan jawaban pada Barra terkait izin Nara untuk mengikuti kompetisi online bawah tanah.
“ mas.... kenapa gelisah..... apa ada yang tidak beres dengan perusahaan? “ tanya Nara sambil mmemastikan isi tas punggungnya.
Afkar menggelengkan kepala pelan karena Afkar bingung apa yang akan dia katakan pada Nara bila dia mengizinkan Nara mengikuti kompetisi online bawah tanah, sedangkan dirinya pernah melarang Nara untuk melakukan peretasan bawah tanah.
“ sayang..... “ ucap Afkar ragu.
Nara berhenti memeriksa tas punggungnya.
“ sayang pernah mengenal peretas hitam? “ menurut Nara pertanyaan Afkar terkesan aneh dan ada yang Afkar sembunyikan dari dirinya.
“ kalau yang mas tanyakan nama jaringan dari peretas hitam..... ada beberapa nama yang Nara tahu tapi untuk mengenal lebih dalam tidak..... Nara hanya mengenal mereka dari milis..... itu pun mereka tidak mau mengakui sebagai peretas hitam.... mereka lebih suka di sebut sebagai peretas abu-abu..... “ jelas Nara membuat Afkar semakin ragu untuk memberi izin.
Afkar paham betul bila memberi izin Nara mengikuti kompetisi online bawah tanah, tidak hanya NSEC yang akan mengetahui identitas Neptunia. Tapi organisasi peretas hitam juga akan mengetahui identitas Nara, dan itu berarti tidak memungkinkan Nara untuk keluar rumah tanpa pengawalan.
Afkar buru-buru keluar kamar meninggalkan Nara yang terlihat bingung, Nara kembali memeriksa tas punggungnya dan membawanya keluar kamar.
Di bawah sudah menunggu dbuq dan yang lainnya. dbuq segera menghampiri Nara saat melihat Nara membawa tas punggung.
__ADS_1
“ la meg bære sekken..... Jeg orker ikke å se en gravid kvinne bære en så tung bag (biarkan aku yang membawa tas punggungnya..... aku tidak sampai hati melihat ibu hamil membawa tas seberat ini) “ ucap dbuq sambil mengulurkan tangan kanannya meminta Nara menyerahkan tasnya.
Karena dbuq memaksa, akhirnya Nara menyerahkan tas punggungnya dan menghampiri Marius.
“ hvor er Singgihs manager? Skal vi ikke til klubben (mana manager Singgih? Apa kita tidak jadi ke klub?) “ tanya Nara sambil mengedarkan pandangannya.
“ disana sedang bicara dengan GUN (disana sedang bicara dengan GUN) “ tunjuk Marius.
Nara memandang ke arah yang Marius tunjuk.
Terlihat Afkar berbicara sangat serius pada Barra dan terlihat beberap kali Barra menggerakkan kedua tangannya seperti menjelaskan sesuatu dengan detail untuk meyakinkan Afkar. Beberapa menit kemudian Barra menepuk bahu Afkar dan Afkar terlihat menganggukkan kepala. melihat Afkar dan Barra berjalan kembali masuk ke rumah membuat Nara mengalihkan pandangannya.
Saat Barra sudah berdiri di dekat Morten, Barra bertepuk tangan sekali sebagai isyarat meminta D4rkC0d3 untuk berkumpul mendekatinya.
“ dere begge .... burde være vanskeligere å forstå manuset (kalian berdua.... harus lebih keras memahami script) “ ucapan Barra kali ini membuat Nara, Morten juga Marius heran.
Nara dan kakak beradik Yilmaz masih berpikir bahwa mereka masih akan berkompetisi format hack quest onsite setelah kompetisi di Moskow, mereka tidak berpikir bahwa setelah kompetisi di Moskow. Mereka akan berkompetisi dengan para peretas hitam demi undangan kompetisi NSEC.
Barra mengajak D4rkC0d3 untuk ke klub, tapi kali ini Afkar meminta Nara untuk pergi satu mobil dengannya tidak dengan timnya.
__ADS_1
Terlihat jelas wajah tidak tenang Afkar, tapi Afkar berusaha menutupi hal itu karena tidak ingin Nara merasa terganggu atau terbebani.
Beberapa hari yang keras bagi D4rkC0d3 terutama dbuq dan javex karena mereka harus mempelajari bahasa pemprograman juga algorithma yang aneh, seperti yang pernah kakak beradik Yilmaz pelajari. Tapi mereka berdua tidak mudah menyerah meski pun sulit dan tidak masuk akal di otak mereka, mereka tetap mempelajarinya.
Beberapa kali dbuq dan javex meminta waktu istirahat karena kepalanya terasa panas atau pening, mempelajari algorithma yang umum saja mereka masih terseok-seok apalagi algorithma yang aneh dengan bahasa pemprograman yang aneh. Setiap kali dbuq mau pun javex meminta waktu istirahat, Barra dan Afkar mengusap kasar wajahnya. Barra merasa waktu beberapa minggu tidak cukup bagi mereka untuk mempelajari semua ini, Afkar terlihat serius memikirkan sesuatu sesekali mengetik dengan cepat di ponselnya.
Afkar mencoba mengalihkan perhatiannya dari D4rkC0d3 yang sedang berlatih, Afkar memilih berjalan mengelilingi klub dan akhirnya bersantai dengan Jonathanj dan Mserrano.
“ kamu serius mengizinkan Nara mengikuti kompetisi bawah tanah? Bagaimana kalau seandainya.... tidak hanya NSEC yang melihatnya keahliannya.....? apa kamu bisa menahan mereka untuk tidak menghubungi Nara? “ pertanyaan Jonathanj membuat kepala Afkar pening.
Afkar terdiam mati kutu tidak bisa menjawab pertanyaan Jonathanj, sebenarnya Afkar sudah memikirkan hal ini tapi untuk mendapatkan undangan kompetisi NSEC yang saat ini persaingannya semakin ketat dan bila hanya mengandalkan perlahan point kompetisi Moskow. Tidak akan menjamin D4rkC0d3 mendapatkan undangan itu dan ini kesempatan terakhir D4rkC0d3 untuk meyakinkan NSEC bahwa D4rkC0d3 pantas untuk bersaing di kompetisi yang di selenggarakan oleh NSEC.
“ kita lihat saja..... apakah Neptunia menarik perhatian para pemilik organisasi atau tidak..... “ ucap Afkar yang terlihat santai tapi di dalam otak dan hatinya sangat-sangat kuatir bila ada organisasi bawah tanah yang berusaha menghubungi Nara.
Barra benar-benar membuat D4rkC0d3 berlatih dengan keras bahkan tidak mentoleransi sedikit kesalahan pun, bila ada yang membuat kesalahan maka seluruh anggota tim akan mendapatkan hukuman. Saat istirahat siang, D4rkC0d3 benar-benar memanfaat waktu istirahat tanpa menyentuh gadget sama sekali termasuk Nara.
“ hodet mitt føles som om det er i ferd med å eksplodere (kepalaku terasa seperti mau meledak) “ keluh kesah dbuq.
“ hodet mitt føles varmt og tungt (kepalaku terasa panas dan berat) “ keluh kesah javex.
__ADS_1
“ dette er fortsatt lett.... du har ikke opplevd manuset som GUN laget...... en gang gjorde en feil..... vi startet alle fra bunnen av... det er bra om det vi skriver om manuset strukturen er den samme med samme algoritme ... alt dette er forskjellig ... og at vi ikke bare opplever en eller to ganger i samme algoritme ... (ini masih ringan.... kalian belum merasakan script yang di buat GUN...... sekali membuat kesalahan..... kami semua mengulang dari awal.... bagus kalau apa yang kita ulang susunan scriptnya sama algorithmanya sama.... ini beda semua..... dan itu kami mengalami tidak hanya sekali dua kali di algorithma yang sama.....) “ cerita Morten membuat bulu-bulu halus di kedua lengan dbuq dan javex berdiri.
Marius menyungging salah satu sudut bibirnya mengingat bagaimana mereka bertiga berlatih dengan script yang Afkar buat.