
“sudah..... sekarang apa?” tanya Afkar sambil memandang mata serius Nara.
“singkirkan komputer dan laptop yang penggunaannya sedikit dan tandai komputer atau laptop yang penggunaannya hampir melebihi kapasitas.” Ucap Nara yang jari jemarinya tangan kirinya mulai memainkan kerah kemeja Afkar sementara mata Nara melihat wajah Afkar yang serius.
“sudah puas melihat wajah tampan mas?” ucap Afkar dengan jari jemari yang sibuk mengetik sesuatu di laptopnya.
“belum..... Nara tidak pernah puas melihat wajah mas....” rayu Nara membuat Afkar memandangnya sesaat.
Nara memperhatikan layar laptop dan menunjukkan sesuatu untuk Afkar lakukan selanjutnya. Afkar mengetik sesuatu dan menghentikan jari jemarinya saat proses berlangsung, sambil menunggu proses di laptopnya Afkar meraih tangan kiri Nara dan menggenggamnya erat.
Setelah menunggu kurang lebih lima menit, beberapa angka muncul di layar laptop Afkar.
“mas bisa akses kesini?” tanya Nara serius.
“tidak bisa.... ini laptop bukan komputer desktop.” Jawab Afkar serius.
“boleh Nara mengetik sesuatu?” tanya Nara serius.
Afkar merubah posisi duduk Nara untuk menunjukkan bahwa Afkar mengijinkannya menggunakan laptop miliknya. Jari jemari Nara mulai mengetik sesuatu, Afkar memperhatikan apa saja yang Nara ketik hingga beberapa menit kemudian di layar laptop terlihat jelas wajah pemilik laptop itu.
“ini pemilik dua benda sialan itu" ucap Afkar sambil meraih ponselnya uttuk memfoto wajah itu dan mengirimkan pada Zehed, Marius dan Morten juga pada Murat.
__ADS_1
“mas kenal orang ini?” tanya Nara heran.
“sayang bisa...... salin semua data di laptopnya ke dalam laptop mas tanpa sepengetahuan dia?” pinta Afkar serius.
Tanpa menjawab Nara segera kembali mengetik sesuatu dan menyalin semua data penting mau pun tidak penting dari laptop orang itu ke laptop Afkar. Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit prosen penyalinan semua data, Nara memblokir laptop orang itu dan mengambil alih kendali laptop orang itu.
Beberapa menit kemudian Murat masuk ke ruang Afkar dengan wajah gusar dan tidak percaya dengan apa yang Afkar kirim ke ponselnya.
“onkel, jeg skal forklare alt når Zeheds assistenter Marius og Morten finner det de leter etter (uncle akan aku jelaskan semua setelah Zehed, Marius dan Morten menemukan apa yang mereka cari).” Ucap Afkar sambil memberi tanda pada Nara untuk berdiri dari pangkuannya.
“sayang bisakah kamu temukan bagaimana dia berkomunikasi dengan perusahaan yang sudah meluncurkan game kami?” pinta Afkar membuat Nara semakin semangat mencari tahu lebih dalam lagi.
Afkar mencoba menenangkan Murat dengan mengajaknya duduk di sofa yang tak jauh dari meja kerja Afkar. Afkar memperlihatkan dua benda yang sudah di hancurkan pada Murat dan menceritkan semua hal yang dia lakukan hingga menemukan wajah pria itu laptopnya. Beberapa menit kemudian sebuah pesan masuk ke ponsel Afkar, Afkar menunjukkan pesan itu pada Murat. Seketika wajah Murat semakin pias dan terlihat sangat kecewa sekaligus marah.
“jadi dia tidak bekerja sendiri tapi sebuah tim..... sayang sudah blokir semua akses ke tiga orang ini?” Nara hanya menjawab pertanyaan Afkar dengan anggukan kepala.
Murat yang sangat mengenal ketiga pria itu hanya bisa diam menahan amarah juga rasa kecewa.
“mas..... bisakah meminta Marius dan Morten juga Zehed untuk mengambil semua laptop juga ponsel mereka?” tanya Nara.
“kenapa sayang....?” tanya Afkar heran.
__ADS_1
“laptop milik ini sudah mengambil source code beberapa game yang kalian buat dan juga beberapa data krusial kalian.” Ucapan Nara membuat Afkar segera mengirim pesan pada Zehed juga kakak beradik Yilmaz.
Murat terduduk mengetahui semua masalah yang yang terjadi di dalam perusahaan karena ulah seorang anak yang sudah dia anggap seperti anak sendiri. Afkar menenangkan Murat memberi beberapa saran untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Beberapa menit kemudian kakak beradik Yilmaz dan Zehed masuk ke ruangan Afkar dengan membawa sekotak hampir penuh berisi kamera pengintai dan alat sadap yang sudah mereka ambil dari titik-titik yang di tunjukkan oleh ponsel mereka masing-masing. Murat semakin tidak percaya melihat isi kotak tersebut dan segera menghubungi seseorang.
“mas sudah selesai..... their access to the intranet network also access in and out of this room and building I’ve blocked (ketiga akses mereka ke jaringan intranet dan juga akses keluar masuk ruangan dan gedung ini aku blokir).” Ucapan nara membuat semua pria yang berada di ruangan itu terkejut juga kagum.
Zehed segera keluar dari ruangan Afkar dengan wajah menahan emosi membuat Murat merasa bersalah karena sudah mengabaikan peringatan Zehed.
“aku merasa bersalah pada Zehed, dia sudah mengingatkan aku berkali-kali tentang mereka tapi aku mengabaikannya. Sekarang mereka berusaha menghancurkan perusahaan ini, menusukku dari belakang.” Ucap Murat sedih membuat kakak beradik Yilmaz mendekati Abba mereka untuk menguatkan hati Murat.
Nara mendekati dan melingkarkan tangan kanannya di pinggang Afkar, membuat Afkar semakin gemas dan heran dengan sikap Nara yang semakin ingin selalu di dekatnya. Afkar membalas pelukkan Nara dengan melingkarkan tangan kirinya di pinggag ramping Nara dan mencium puncak kepala Nara berkali-kali.
“mas..... sebaiknya kalian membuat game yang lain dari pada memperbaharui game yang sudah di luncurkan perusahan lain, lagi pula game itu jelek sekali banyak leak dimana-mana dan wormnya sembunyi di direktori root..... performansi ponsel Nara jadi lambat" ucap Nara sambil melihat kehangatan keluarga Yilmaz.
Afkar tertegun mendengar ucapan Nara dan memandanginya dengan tatapan penuh tanya.
“dari mana sayang tahu kalau game itu banyak leak dan worm?” tanya Afkar sambil menarik tubuh Nara ke dalam pelukkannya.
“maaf..... Nara tadi pagi download di ponsel.” Ucap Nara pelan tapi terdengar jelas di telinga Afkar, seketika Afkar tertawa terbahak-bahak membuat ketiga pria keluarga Yilmaz melihatnya dengan heran.
“fine ..... I’ll gather all the development teams to explain all their game ideas that they’ve been made ...... and once again I’m asking you sweetheart.... to do some checking like the last time in jakarta. How about that? (baiklah..... mas akan kumpulkan tim development untuk menjelaskan semua ide game mereka yang sudah jadi...... dan sekali lagi mas minta sayang untuk melakukkan pengecekan seperti waktu di jakarta. Bagaimana?)” ucapan Afkar membuat Nara melompat dan memeluk leher Afkar dengan gembira, membuat kakak beradik Yilmaz jengah melihatnya.
__ADS_1
“Afkar...... bu sefer amca sana karışmayacak.... ne karar verirsen ver..... amca sonuna kadar destekleyecek.... bu şirket de senin..... ve izin ver jakarta ekibi, buradaki geliştirme ekibi gerçekten hazır olana kadar gelecek yıla kadar burada kalacak (Afkar...... kali ini uncle tidak akan melakukan interfensi apa pun padamu .... apa pun keputusan yang kamu buat..... uncle akan mendukung sepenuhnya.... perusahaan ini milikmu juga..... dan ijinkan tim jakarta untuk menetap disini sampai tahun depan hingga tim development disini benar-benar siap).” Ucap Murat sambil melangkah mendekati dan menepuk bahu Afkar untuk kemudian keluar ruangan.