NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 33 TERTEKAN


__ADS_3

Di satu sisi demi kepentingan perusahaan Afkar harus segera meluncurkan game perdana Kant Software tanpa celah untuk memuaskan para investor, di satu sisi dia harus menahan sakit hati melihat Nara istrinya mengingat masa lalu yang menyakitkan. Setelah Nara selesai memperbaiki sistem keamanan Escape Room Afkar segera kembali ke Kant Software, Nara bisa dengan cepat memaafkan seseorang yang berbuat salah padanya tapi tidak untuk melupakan perbuatannya.


Air mata menetes pelan membasahi kedua pipinya yang terlihat sedikit cubby, duduk termenung memandang langit sore kota Istanbul sedikit membuatnya lupa akan peristiwa menyakitkan di semester satu.


Karena Zehed tidak terlalu banyak mengenal para hacker white hat, maka dengan sangat terpaksa pada akhirnya Afkar melibatkan tim uji coba Surendra Cyber. Berkoordinasi dengan Dean untuk menentukan waktu standby bagi tim uji coba Surendra Cyber, Afkar sangat sibuk dengan segala persiapan acara peluncuran Escape Room.


“bos..... sudah ada enam white hat yang bersedia untuk melakukan uji coba saat peluncuran Escape Room" ucap Dean yang sudah terhubung dengan Afkar melalui aplikasi panggilan Skype.


“apa kamu bisa melakukan kontak dengan salah satu black hat?” pertanyaan Afkar membuat Dean heran karena baru kali ini Afkar ingin melakukan kontak dengan black hat.


“tidak bisa.... tapi mungkin pada saat peluncuran akan ada beberapa black hat yang tertarik untuk mencoba meretas Escape Room" jelas Dean.


“baiklah... terima kasih sudah membantu.. Assalamualaikum” salam Afkar dan memutus sambungan skype setelah Dean membalas salamnya.


Afkar termenung memikirkan ekspresi Nara saat memperbaiki sistem keamanan game dan saat selesai memperbaiki sistem keamanan game.


“pasti ada masa lalu yang dia sembunyikan dan di pikirannya hanya terlintas nama satya.....” gumam Afkar.


Afkar menghubungi slenderman untuk memastikan keberadaan satya dan ternyata satya sedang ada kuliah pagi hingga siang, yang akhirnya Afkar hanya menitipkan sebuah pesan untuk satya. Afkar kembali fokus dengan persiapan peluncuran Escape Room hingga menjelang waktu pulang kerja. Karena ingin membuat mood Nara kembali membaik Afkar menyempatkan membeli sekotak coklat untuk Nara, dengan harapan mood-nya akan kembali seperti semula.

__ADS_1


Tepat pukul enam sore waktu Istanbul, Afkar sudah berdiri di depan pintu kamar. Melihat suasana kamar yang minim pencahayaan membuat Afkar berpikir yang tidak-tidak, Afkar segera meletakkan sekotak coklat di sebuah meja dan melepas coat yang dia pakai. Afkar berjalan pelan masuk ke kamar mencari keberadaan Nara, seketika hatinya merasa tenang karena Nara sedang tertidur pulas. Afkar mendekat dan duduk di tepi ranjang menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik Nara, seketika Afkar terkejut saat ujung jari tengahnya menyentuh dahi Nara yang terasa sedikit hangat.


“sayang..... sayang....” Afkar berusaha membangunkan Nara dengan membelai lembut kepalanya.


Tapi Nara masih saja menutup matanya dan semakin membuat Afkar kuatir, dengan tangan kanannya Afkar mengangkat sedikit kepala Nara hingga posisi Nara sedikit terduduk dengan bersandar di dada bidangnya. Afkar mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana dengan tangan kirinya untuk menghubungi Zehed, setelah menunggu kurang lebih setengah jam seorang dokter wanita masuk dan membuat Afkar sedikit lebih tenang. Sementara Zehed tidak berani masuk ke dalam, dia hanya menunggu di luar di lorong hotel.


“doktor karım nası (dokter keadaan istri saya bagaimana)?” tanya Afkar kuatir pada Deniz.


Tidak terlintas dalam benak Zehed untuk menghubungi dokter wanita lainnya selain Deniz.


“Bayan Febyanara biraz depresif, Bayanı biraz depresif yapan bir sorununuz mu var (nyonya Febyanara hanya sedikit tertekan, apa anda sedang ada masalah yang menimbulkan nyonya sedikit tertekan)?” pernyataan Deniz membuat Afkar memijat tengkuknya.


“Tamam, soracak bir şeyiniz yoksa, şu anda Bayan Febyanara'nın genç yaşta hamile olduğunu göz önünde bulundurarak size sakinleştirici veremem, hatta ateş bile alamam.... hamileler, aldığınız besinlere dikkat etmiş olsanız da gelen ama hamile kadınların ruh halini tutmazsanız... Korkarım cenin gelişimine engel olur. Ateşi düşürmek için lütfen efendim, boyuna, koltuk altlarına ve kasıklara sıcak bir bez koyun. (baiklah kalau sudah tidak ada yang anda tanyakan, saya tidak bisa memberi obat penenang atau pun turun panas mengingat saat ini nyonya Febyanara sedang hamil muda..... saya hanya bisa menyarankan tolong anda ikut menjaga suasana hati ibu hamil, meskipun anda sudah menjaga asupan makanan yang masuk tapi bila anda tidak menjaga suasana hati ibu hamil... saya kuatir akan mengganggu perkembangan janin. Untuk menurunkan demamnya silahkan tuan letakkan kain hangat di leher, ketiak dan pangkal paha nyonya) ” Ucap Deniz sambil memasukkan stetoskop dan termometer.


“mas.....” suara parau Nara membuat Afkar segera meletakan kain hangat yang sudah dia ganti di sembarang tempat.


“sayang..... apa ada yang sakit?” tanya Afkar sambil memegang lengan dan dahi Nara bergantian.


Afkar membantu Nara melepas kain hangat yang masih terselip di leher dan ketiak Nara, tiba-tiba Nara duduk membuat Afkar segera membantunya.

__ADS_1


“mas..... maafkan Nara..... Nara sudah menyembunyikan sesuatu dari mas" ucap Nara tertunduk dengan mata yang mulai berkaca.


Afkar memeluk erat tubuh Nara.


“mas yang salah.....memaksa sayang untuk memperbaiki sistem yang ternyata membuka luka lama sayang..... maafkan mas" ucap Afkar pelan dan mencium kepala Nara berkali-kali.


Saat mereka berpelukan untuk beberapa saat tiba-tiba kedua lambung mereka berbunyi, membuat Afkar melonggarkan pelukkannya dan memandang wajah Nara sesaat.


“kita makan malam dulu ya..... sayang mau makan apa? Tadi sebelum pulang mas beli coklat buat sayang....” ucap Afkar sambil membantu Nara bangkit dan berdiri dari ranjang.


Dengan perlahan Afkar mendudukan Nara di sebuah sofa membuka beberapa menu makan malam yang Zehed bawa tadi. Afkar membantu Nara dengan menyuapinya yang pada awalnya Nara menolak, tapi dengan sedikit rayuan yang menurut Nara tidak menarik tapi justru membuat Afkar terlihat kikuk.


Mereka makan berdua dan Afkar sama sekali tak mengijinkan Nara untuk menyuap sendiri makanannya, sehingga dengan bergantian Afkar makan dan menyuapi Nara. Tak terasa semua menu makanan habis tak tersisa, Afkar membelai perut Nara.


“sayang...... maafkan Abbi ya..... sudah membuat Umma sedih.....” ucap Afkar dan mencium perut Nara berkali-kali.


“mas..... geli....” ucap Nara dengan manja, Afkar bukannya berhenti tapi semakin bersemangat mencium perut Nara.


“mas...... maaf...” ucap Nara pelan sambil membelai rambut Afkar.

__ADS_1


“maaf.... Nara sudah menyembunyikan sesuatu dari mas..... Nara tidak bisa cerita.... terlalu sakit untuk Nara ceritakan.....” ucapan pelan Nara yang masih terdengar jelas oleh Afkar membuatnya menghentikan ciumannya.


Afkar memeluk erat tubuh Nara tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


__ADS_2