NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 185 ACJ 220 (2)


__ADS_3

Karena kedua mata Nara sudah terasa lelah akhirnya Nara tertidur dengan posisi duduk bersandar dengan sebuah bantal menahan punggungnya, Afkar pun melakukan hal yang sama tepat di samping Nara dan menyandarkan kepala Nara di bahu kiri bagian depan. Erhan, Ralf, Zarya dan Mari juga mulai mengistirahatkan kedua mata mereka dengan merubah sandaran kursi menjadi sedikit direbahkan. Barra melihat ke empat anak muda masih belum memejamkan kedua mata mereka dan masih bercanda-canda.


“ du bør begynne å sove...... i morgen tidlig til Jakarta.... ingen hviletid... dere drar rett til klubbhuset...... Jeg har kontaktet mserrano... han vet allerede alt du må lære (sebaiknya kalian mulai tidur...... besok pagi sampai Jakarta.... tidak ada waktu istirahat.... kalian langsung ke club house...... aku sudah menghubungi mserrano.... dia sudah tahu apa saja yang harus kalian pelajari) “ ucapan Barra seketika membuat dbuq dan javex segera memejamkan kedua matanya.


Begitu juga dengan kakak beradik Yilmaz , mereka berusaha untuk tertidur karena pelatihan berat sudah berada di depan mata.


2 jam sebelum private jet berada di atas perairan Jakarta, kapten pilot memberitahukan bahwa dalam 30 menit akan masuk waktu Shubuh. Nara mulai menggeliatkan tubuhnya yang terasa kaku terutama pada bagian pinggul ke bawah, Afkar merasa bahwa Nara mulai terbangun pelan-pelan meregangkan tubuhnya.


“ sudah di atas mana sekarang? “ tanya Nara sambil melemaskan otot lehernya yang terasa sedikit kaku.


Afkar melihat ke sisi kanan dan menekan sebuah layar yang berukuran 11 inchi, beberapa detik kemudian terlihat posisi pesawat berada di atas perairan pulau sumatera.


“ kurang lebih 2 jam lagi kita mendarat di Jakarta “ ucapan Afkar seketika membuat Nara menegakkan punggungnya.


“ serius..... mas tahu dari mana? “ ucap Nara dengan kedua mata yang berbinar-binar.


Hanya dengan jari telunjukkannya Afkar menunjukkan apa yang terlihat di layar berukuran 11 inchi di samping kanannya, dari layar ini Nara bisa melihat dengan jelas posisi private jet mereka berada di ketinggian berapa dan di atas area apa.


“ oooo...... ini informasi posisi private jet..... Nara kira layar ini untuk melihat film..... ternyata ini fungsinya..... tahu begitu Nara lihat sendiri... “ ucapan polos Nara membuat Afkar gemas dan menghujani kepala Nara dengan banyak ciuman kecil.


Afkar beranjak dari tempat tidur dan membantu Nara, karena sebentar lagi sudah masuk waktu Shubuh.


Setelah sholat Shubuh, 2 pramugara mulai menyajikan menu makan pagi. Seperti biasa Nara akan menghabiskan makanan yang sudah ada di hadapannya.


“ pelan-pelan makannya..... jangan buru-buru... nanti tersedak.... “ ucap Afkar sambil membersihkan menyelipkan tangan kirinya di balik niqab Nara untuk sudut bibir Nara yang terdapat sisi makanan.

__ADS_1


Bagi Nara 2 jam yang terasa lama tapi tidak bagi kakak beradik Yilmaz dan 2 anggota baru D4rkC0d3, mereka semakin merasa gugup karena tidak lama lagi mereka harus berlatih lagi dengan perangkat keras yang sudah mserrano siapkan.


Tepat pukul 6 lebih 15 menit private jet ACJ220 Airbus berhenti dengan sempurna di hanggar milik Sundth Air, Nara semakin tidak sabar untuk segera melangkah keluar. Tapi Mari menghentikannya karena Mari sudah memegang lengan kiri Nara. Mau tidak mau Nara mengikuti Mari karena Mari akan melakukan pemeriksaan jantung kedua janin Nara, Afkar melihat sorot mata Nara yang protes dengan perlakuan Mari dan mencubit kedua pipi Nara.


“ gemas..... harus nurut “ ucap Afkar sambil mencubit kedua pipi Nara yang sudah dalam posisi berbaring.


Mari hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit untuk memastikan kondisi detak jantung janin Nara. Afkar membantu Nara menuruni anak tangga, tapi Nara tidak bisa melihat siapa yang sudah menunggunya di ujung anak tangga. Afkar ingin memberi kejutan kecil pada Nara dan saat tubuh Afkar bergeser sedikit seketika Nara melihat wajah seorang pria yang tersenyum manis dengan merentangkan kedua tangannya menyambut Nara.


“ kakaaaak.... “ teriak Nara dengan bahagia membuat semua orang tersenyum.


Fajrin sengaja menjemput Nara sesuai permintaan Afkar, orang-orang Dean sudah menyiapkan beberapa mobil untuk mereka. Nara memeluk erat lengan Fajrin karena Nara tidak bisa memeluk Fajrin dari sisi depan.


“ sehat? “ Nara menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Fajrin.


“ kangen.... kakak kenapa tidak bilang kalau mau menikah..... Nara ingin membelikan mahar kakak “ ucap Nara sedikit merajuk.


Afkar memperkenalkan pada Fajrin siapa saja yang akan bermain dengan Nara pada kompetisi onsite kali ini dan Barra memperkenalkan Zarya sebagai calon istrinya pada Fajrin.


Karena apartemen Barra sudah di tarik kembali oleh ayahnya maka kali ini dia harus bermalam di kediaman Afkar. Kediaman yang sudah lama Afkar tinggalkan dan seminggu 2 kali Dean menyuruh orang membersihkan kediaman Afkar.


Dean mendekati Afkar.


“ aku tidak sabar melihat Afkar junior atau Nara junior “ ucapan Dean membuat Afkar tersenyum.


Dean menyapa Erhan, Ralf, Lief dan Mari.

__ADS_1


“ ayo.... aku sudah menyiapkan beberapa mobil untuk kalian..... dan untuk D4rkC0d3.... kalian pakai mobil paling belakang. “ ucap Dean sambil menunjuk sebuah mobil Peugeot 5008 warna hitam.


Seketika kakak beradik Yilmaz, dbuq dan javex berlari menuju Peugeot 5008 begitu juga dengan Barra yang sudah menarik tangan Zarya.


“ jadi juga sama adiknya Nanwei..... aku kira hanya main-main “ ucap Dean asal.


Untung saja Barra dan Zarya tidak mendengar ucapan Dean, karena Barra dan Zarya sudah mengikuti kakak beradik Yilmaz masuk ke Peugeot 5008.


“ hvorfor er du alene..... hvor er Norin? Du må ha latt Norin være i fred..... (kenapa kamu sendiri..... mana Norin? Pasti kamu meninggalkan Norin sendiri.....) “ ucapan Mari yang terkesan sedikit menyudutkan Dean membuat Dean terlihat gugup.


Dean meringis mendapatkan tatapan tajam dari Erhan juga Afkar, Mari tersenyum senang melihat Dean gugup.


“ De siste to ukene har Norin kastet opp.....hver gang hun spiser kaster hun opp (dua minggu terakhir ini Norin muntah-muntah ..... setiap kali makan selalu dia muntahkan) “ ucap Dean sambil menyisir tengkuknya.


“ kneble (muntah)? “ ucap Mari, Erhan dan Afkar hampir bersamaan.


“ morning sick “ ucap Dean malu-malu dan menunjukkan 6 jarinya.


Kali ini Nara yang terlihat terkejut.


“ mas... ayo cepat pulang..... aku ingin bertemu Norin “ ucap Nara sambil menarik lengan kiri Fajrin.


Melihat Nara yang bersemangat membuat Afkar hanya bisa mengikuti saja.


“ pakai mobil yang mana? “ tanya Nara bingung karena di depannya ada 2 buah mobil Lexus LM.

__ADS_1


Dean menunjuk Lexus LM berwarna hitam dan Nara segera naik membuat Afkar, Fajrin, dan Lief ikut naik. Sedangkan Erhan, Ralf, Mari dan 4 orang mengawal Afkar yang sudah berada di Jakarta menaiki Lexus LM berwarna putih dan Lexus LS 500 berwarna hitam.


Karena Nara sangat ingin duduk bersebelahan dengan Fajrin, dengan sangat terpaksa Lief duduk bersebelahan dengan Afkar.


__ADS_2