NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 63 MENCOBA KUAT


__ADS_3

Meskipun dalam hati Nara merasa terpukul dengan keadaan janinnya dan ingin menangis sekencang-kencangnya, tapi Nara sadar bahwa semua itu tidak akan bisa mengembalikan kedua janinnya. Nara menarik nafas panjang merasa tidak ada yang bisa dia lakukan lagi di sini selain menerima semua ini dengan ihklas.


“ thanks doctor, good afternoon (terima kasih dokter, selamat sore) “ salam Nara dan beranjak keluar dari ruang praktek Mari.


Nara memalingkan wajahnya menatap dinding untuk menghapus sisa air matanya agar tidak terlihat oleh Ines.


“ madam, let me take the medicine (nyonya biar saya saja yang mengambil obatnya) “ ucapan Ines yang sudah berdiri di belakang membuat nara terkejut dan menundukkan kepalanya.


“ Thank you, I'll take it (terima kasih, saya ambil sendiri saja) “ ucap Nara sambil melihat ke kanan dan kiri mencari arah ke apotek.


“ madam, please this way (sebelah sini nyonya) “ Ines menunjukkan arah menunju pengambilan obat.


Nara mengikuti langkah kaki Ines, dan kedua pengawal berjalan di belakang Nara. Setelah menunggu beberapa menit Nara menerima satu strip Cytotec, Nara meraba perutnya dari balik hijab mencoba menguatkan diri menerima ujian kali ini. Dengan masih menundukkan pandangannya, Nara mengikuti langkah kaki Ines untuk kembali ke mobil.


Saat berada di dalam mobil berkali-kali Nara menarik nafas panjang menenangkan hati dan pikirannya untuk tetap ihklas menerima semua ujian ini, dengan tangan sedikit bergetar Nara mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan pada Afkar memberitahu bahwa dia sudah melakukan pemeriksaan kandungan tapi tidak berani memberitahu keadaan kedua janinnya. Kembali menarik nafas panjang Nara menguatkan jari jemarinya untuk mengirim pesan pada Fajrin, tak terasa air matanya menetes dan Nara buru-buru menghapusnya.


Saat Nara sedang membalas beberapa pesan dari Fajrin yang berusaha memberi Nara nasehat untuk ihklas dan melihat semua ujian dari sisi positif, tanpa Nara sadari sebuah mobil berhenti tepat di depan mobil yang dia naiki. Sementara Ines dan dua pengawal yang satu mobil dengan Nara berjaga-jaga bila terjadi hal-hal di luar kendali mereka, seorang pengawal dari mobil yang tepat berada di belakang mobil yang Nara naiki mengetuk pintu kaca sisi supir. Entah apa yang mereka bicara, pengawal yang duduk di belakang kemudi segera tancap gas melanjutkan perjalanan.


Kejadian selanjutnya hanya dua pengawal di mobil belakang yang tahu, bahkan sampai di rumah pun Nara tetap belum mengetahui kejadian tadi. Nara segera masuk ke dalam kamar melepas semua kain hitam yang menutupi seluruh tubuhnya masuk ke kamar mandi, di bawah guyuran air Nara menumpahkan semua rasa yang saat ini bercampur aduk menjadi satu. Nara menangis sekencang-kencangnya melepaskan semua rasa yang memenuhi hati dan pikirannya.

__ADS_1


Selama kurang lebih tiga puluh menit Nara menangis di bawah guyuran air, Nara tidak memperdulikan apakah suara tangisnya terdengar hingga di ruang tengah atau pun sampai di dapur. Nara melepas kain yang masih menempel di tubuhnya dan membersihkan diri, keluar kamar mandi meski pun tubuhnya terasa segar tapi tidak dengan kedua matanya yang terasa sembab karena kedua konjungtiva dan kelopak matanya merah. Nara mengambil air mineral untuk meminum obat dari Mari dan segera mengenakan mukena untuk sholat ashar karena masih ada sisa satu jam sebelum sholat Magrib, karena matanya yang merah dan pedih selepas sholat Nara tertidur di atas sajadah dengan masih mengenakan mukena.


ROSENKRANTZ BUILDING


Afkar yang berusaha menyelesaikan apa yang sudah dia mulai berkali-kali mendapati beberapa error di beberapa baris script yang dia buat, dan berkali-kali pula Afkar melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya hingga Afkar memutuskan memaksa diri untuk keluar ruangan. Tapi belum sempat Afkar meraih gagang pintu, dua pengawal yang berjaga di dalam ruangan mencegahkannya keluar.


“ Herr, beklager at du ikke kan forlate denne bygningen ennå ... opptøyerne er fortsatt nede (tuan, maaf anda belum bisa keluar gedung ini...... para perusuh masih berada di beberapa lantai) “ ucap salah seorang pengawal sambil menekan earphone di telinga kirinya.


Kali ini Afkar menyerah tidak bisa keluar dari gedungnya sendiri hanya karena ulah para perusuh bayaran yang ingin mengambil beberapa data. Afkar terduduk di sofa dengan menunduk dan mengusap kasar rambutnya dengan kedua tangan.


“ Lief ..... det er nyheter fra kona mi


Lief dengan gugup membuka ponselnya dan membaca pesan dari Ines.


“ madam har kommet inn på legens øvingsrom Mari Chammas (nyonya sudah masuk ke ruang prakter dokter Mari Chammas) “ jawan Lief dengan sedikit takut.


“ Kom Ines inn (apa Ines ikut masuk)? “ tanya Afkar sekali lagi.


“ Nei herre (tidak tuan) “ Afkar menarik nafas panjang mendengar jawaban Lief.

__ADS_1


“ de har holdt meg innelåst i min egen bygning og tvunget meg til ikke å kunne møte min egen kone ..... vel ... hvis de ikke returnerer det de tok om noen dager, tar jeg det min egen måte (mereka sudah membuatku tertahan di gedungku sendiri memaksaku tidak bisa bertemu istriku sendiri..... baiklah... bila dalam beberapa hari mereka tidak mengembalikan apa yang sudah mereka ambil, aku akan mengambilnya dengan caraku sendiri). “ Lief yang berdiri tepat di depan Afkar merasakan aura yang semakin dingin membuat bulu kudunya merinding.


“ hva skal du gjøre (apa yang akan tuan lakukan)? “ tanya Lief dengan suara bergetar karena takut dengan aura yang Afkar keluarkan saat ini.


“ ta med Kalle hit, ta med disse to livvaktene for å vokte deg (bawa Kalle kesini, bawa dua pengawal ini untuk menjagamu). “ ucap Afkar sambil berjalan kembali ke kursi kerjanya.


Lief semakin kuatir dan takut karena ruang kerja Kalle berada satu lantai di bawah para perusuh berada. Dengan mencoba membuang rasa takut, Lief keluar ruangan Afkar melangkah menuju ruangan Kalle. Setelah menunggu selama setengah jam akhirnya Leif datang membawa setumpuk berkas dan Kalle yang membawa laptop dan beberapa keping cakram.


“ Jeg endelig kom til rommet ditt ... dette er dataene de lette etter .... Holger ga alt til meg (akhirnya aku sampai juga ke ruanganmu.... ini data yang mereka cari.... Holger menyerahkan semua padaku) “ ucap Kalle sambil meletakkan laptop dan beberapa keping cakram yang dia bawa.


Sementara Lief meletakkan semua berkas yang dia bawa di sebuah meja rapat yang tak jauh dari meja kerja Afkar. Afkar melihat mereka berdua dengan Frustasi.


“ Så Holger ga deg alle bevisene du har lett etter (jadi Holger menyerahkan padamu semua bukti yang sudah dia cari)? “ tanya Afkar meyakinkan Kalle.


“ ja alle ..... han følte at det han lette etter igjen ville skape kaos på dette kontoret, så han overlot alt til meg (iya semua..... dia merasa bahwa apa yang dia cari lagi akan membuat kekacauan di kantor ini jadi dia menyerahkan semua padaku) “ ucap Kalle sambil menunjukkan beberapa keping cakram.


Afkar menyisir kasar rambut dengan tangan kirinya dan mengambil beberapa berkas yang dibawa Lief tadi, Afkar membaca beberapa berkas itu dan meletakkan kembali.


“ dette er data for tre datterselskaper og bare for de siste tre årene .... mens det jeg fant var data for fire selskaper de siste tre årene (ini data tiga anak perusahan dan hanya tiga tahun terakhir ini.... sedangkan yang aku temukan data empat anak perusahan tiga tahu terakhir ini). “ ucap Afkar pelan dan membuat Kalle terkejut.

__ADS_1


__ADS_2