NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 111 ENOWARS NTNU (2)


__ADS_3

“ I've disabled two hundred sets of lights but I don't know who they belong to (aku sudah melumpuhkan 200 rangkaian lampu tapi aku tidak tahu milik siapa saja) “ ucapan Morten membuat Nara bengong.


“ I've disabled three hundred sets of lights (aku sudah melumpuhkan 300 rangkaian lampu) “ ucap Marius sambil menunjukan nama tim yang sudah dia matikan rangkaian lampunya.


Nara melihat nama nama tim yang sudah Marius lumpuh sistem pertahanannya. Waktu kompetisi babak pertama sudah berlangsung selama 2 jam 45 menit dan selama itu pula sistem pertahanan yang Neptunia buat belum tertembus sama sekali. Sungguh Nara merasa bosan tidak melakukan apa pun sampai detik ini.


ROSENKRANTZ BUILDING


Afkar memimpin rapat tertutup para pemegang saham Rosenkrantz dan komisaris, Afkar melihat daftar hadir juga jumlah saham yang tertulis.


“ tentu saja dia tidak mungkin hadir, apa yang aku cari “ gumam Afkar getir.


Afkar mengadakan rapat ini karena ingin menyampaikan apa yang sudah dia temukan dan sudah dia selesaikan. Para pemegang saham selain Erhan, Fredrik, Holger dan Kalle sangat terkejut dengan masalah yang Afkar temukan. Tapi mereka tersenyum saat Afkar menyampaikan bahwa Afkar, Holger dan Fredrik sudah berhasil mengembalikan apa yang sudah di ambil dari Rosenkrantz.


Selesai rapat Afkar mendekati Erhan mereka terlihat sangat serius membicarakan sesuatu, sesekali Afkar terlihat kesal yang akhirnya tertunduk seperti pasrah setelah mendengar penjelasan Erhan.


“ herre, den unge fruen er nesten ferdig (tuan, nyonya muda sudah hampir selesai) “ ucapan Lief membuat Afkar sadar dan melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan yang kanannya.


“ Bestefar, jeg må gå (kakek, aku harus pergi) “ ucap Afkar dan Erhan menganggukan kepalanya.


Afkar dengan langkah lebar keluar gedung, mobil untuknya sudah siap di lobi Afkar segera menuju hall NTNU dengan Lief.

__ADS_1


HALL NTNU


“ the time is less than fifteen minutes but there are still many miniatures that are still lit with the light circuit (waktunya kurang 15 menit lagi tapi masih banyak miniatur yang masih menyala rangkaian lampunya) “ ucapan Nara membuat dua pemain inti Shield 8 mulai terserang rasa panik.


“ Neptunia can you turn off all the lights on the ten to fifteen miniatures that have a lot of lights on (Neptunia bisakah kamu mematikan semua rangkaian lampu pada 10 sampai 15 miniatur yang rangkaian lampunya masih banyak yang menyala)? “ pinta harrier sebagi kapten tim 8.


“ sure captain (tentu kapten) “ ucap Nara dan menekan tombol enter dengan jari tengah tangan kanannya.


pelan-pelan satu persatu rangkaian lampu dari lantai 1 hingga lantai 20 miniatur gedung tim lain padam, dari lantai 1 hingga lantai 20 mati dalam waktu bersamaan. Tepat setelah 2 jam 59 menit 59 detik rangkaian lampu di lantai 20 dari 14 miniatur gedung padam dalam waktu bersamaan, dan tepat 3 jam juri menutup akses ke server untuk semua pemain.


“ Neptunia, how many miniatures did you extinguish (Neptunia, berapa miniatur kamu padamkan)? “ tanya harrier.


Nara memperhatikan layar laptopnya sesaat dan memutarnya agar harrier dapat membaca nama tim yang sudah Nara padamkan rangkaian lampunya.


Seluruh pemain yang laptopnya menampilkan tulisan “du tapte” satu persatu mengemasi laptop mouse juga headset dan keluar dari lingkaran arena kompetisi.


Sedangkan pemain yang tidak mendapatkan pesan tersebut di minta untuk menutup laptop tanpa mematikan laptop dan keluar dari arena kompetisi termasuk Shield 8. Barra dan Ubnix segera berdiri dari kursi para manager dan menuju ruang tunggu para pemain, Nara memegang erat ujung coat Marius.


Selama para pemain berada di ruang tunggu pemain, panitia kompetisi menyiapkan simulator baru bagi tim yang berhasil lolos ke babak berikutnya.


“ som slukket fjorten miniatyrer i siste øyeblikk (siapa yang memadamkan 14 miniatur di menit-menit terakhir)? “ tanya Ubnix saat sudah berdiri di samping 3ricLung.

__ADS_1


Seketika kelima pria itu menunjuk pada Nara yang tertunduk memainkan ponselnya dengan tangan kirinya karena tangan kanannya masih menggenggam ujung coat Marius.


“ Neptunia are you ok (Neptunia.... kamu tidak apa-apa)? “ tanya Ubnix sedikit ragu.


Nara hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Ubnix. Afkar yang sudah sampai di depan hall segera menghubungi salah seorang pengatur kompetisi dan menuju ke ruang tunggu pemain dengan langkah lebar.


“ soon it will be Dhuhur, let's pray first (sebentar lagi Dhuhur, kita sholat dulu) " ucap Barra yang sudah melepaskan tangan kanan Nara dari coat Marius.


Belum sempat Barra menarik Nara untuk sholat, Afkar datang dan mengambil alih tangan Nara dari Barra.


“ are you resting (sedang istirahatkah) “ suara Afkar yang tegas membuat Nara membalikkan badan melihat sosok Afkar dan segera memeluknya erat.


“ lama sekali “ ucap Nara sedikit cemberut.


Afkar segera mengajak Nara ke ruangan yang tak jauh dari HALL yang menjadi kantor MAKE NTNU untuk sholat Dhuhur, Barra dan kakak beradik Yilmaz mengikuti mereka. Setelah sholat D4rkC0d3 kembali berkumpul dengan Shield 8 untuk makan siang sekedar mengisi perut karena babak kedua akan berlangsung lebih panjang dari babak pertama.


Pada babak kedua jumlah tim yang berkompetisi hanya 58 tim dan tantangan yang mereka hadapi semakin variatif dan sulit. Bila di babak sebelumnya setiap tim hanya perlu mempertahankan sistem keamanan 1 miniatur gedung dan melakukan penyerangan pada miniatur tim lain, maka di babak ini setiap tim harus mempertahankan sistem keamanan 2 miniatur gedung dari serangan tim lain juga serangan server penyelanggara. Jari jemari Nara mulai sibuk di keyboard laptop membuat script yang berbeda dengan babak sebelumnya, kali ini Nara membuat sistem keamanan 2 miniatur Shield 8 dengan bahasa pemprograman java script. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Nara untuk membuat program itu.


“ done (selesai) “ ucapan Nara membuat kelima pria yang duduk di sekitarnya melihat rangkaian lampu pada 2 miniatur gedung sudah berwarna merah semua.


Sejujurnya Nara merasa bosan dengan kompetisi ini karena menurut Nara tantangannya terlalu sedikit dan terlalu mudah, tapi tetap saja Nara tidak boleh lengah. Kompetisi babak kedua di mulai tepat pukul 3 sore dan juri memberi waktu selama 6 jam untuk melumpuhkan sistem pertahanan yang di buat oleh server penyelenggara kompetisi. Nara terlihat berpikir bagaimana menyerang memadamkan langsung rangkaian lampu pada miniatur yang berbentuk seperti castil milik penyelenggara.

__ADS_1


“ tidak boleh menyusup tapi menyerang boleh “ gumam Nara sambil mengamati rangkaian lampu pada castil penyelenggara.


Sementara kakak beradik Yilmaz dan pemain inti Shield 8 sibuk memadamkan rangkain lampu tim lain juga penyelenggara, Nara beberapa kali menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal. Di dalam peraturan kompetisi format attack-defense seorang pemain yang berada di posisi defender tidak boleh menyerang selama pemain lain masih belum keluar dari server kompetisi.


__ADS_2