
D4rkC0d3 semakin giat berlatih karena satu minggu lagi mereka akan terbang ke Jakarta sebelum mengikuti kompetisi di Singapore. Afkar di sibukkan dengan segala macam pertemuan, rapat juga berkas pengambil alihan perusahan yang Kalle buat dengan kerjasama Holger dan Fredrik semua terasa mudah bagi Afkar. Bahkan pimpinan tertinggi perusahaan bentukan Kalle sangat gembira saat mengetahui bahwa perusahaan mereka bergabung dengan Rosenkrantz group.
Sementara Johan kembali ke Rusia untuk menyiapkan apa saja yang harus dia tinggalkan karena Afkar ingin dirinya segera menempati posisi CMO secepatnya mengingat persidangan Kalle berjalan lancar, sehingga Nina dapat membantu Kalle mendapatkan hukuman tahanan rumah selama 3 tahun.
Mahar dan barang pelangkah Fajrin sudah terbang ke Jakarta dengan pesawat Kargo Sundth air, Lief mempercayakan 1 barang pelangkah dan 26 kilo emas batangan pada kepala pengawal Nara dengan 7 anak buahnya.
Barra semakin sibuk dengan perangkat keras yang harus D4rkC0d3 ketahui juga harus pahami, bahkan Nara harus kembali belajar menggunakan solder jarum dan timah. Hal yang membuat Nara sedikit kesusahan karena perutnya yang semakin besar tidak bisa memperpendek jarak antara mata dan meja, beberapa kali Nara harus melakukan dengan berdiri dan sedikit membungkukkan badan agar memperpendek jarak antara meja dan matanya karena satu kesalahan saja maka kabel yang coba dia rekatkan di sebuah pin bisa salah dan merusak pin tersebut.
Kakak beradik Yilmaz melihat usaha Nara menjadi malu sendiri karena mereka lebih sering mengeluh bila merekatkan kabel pada pin yang salah, dbuq dan javex sangat kagum dan tidak percaya bahwa ada wanita hamil yang sangat keras kepala dalam mempelajari semua ini. Bahkan kakak beradik Yilmaz harus memahami beberapa simbol kabel data, karena selama ini mereka hanya mengenal satu macam kabel data yaitu USB.
Barra menyediakan semua jenis kabel USB untuk mereka ingat masing-masing fungsi dan pinnya.
satu minggu yang terasa sangat pendek dan sangat berat bagi kakak beradik Yilmaz, tapi tidak bagi Nara. Nara sangat menikmati satu minggu ini karena di awal pekan mereka akan terbang ke Jakarta, otak dan hati Nara serasa sudah tidak sabar untuk terbang ke Jakarta.
Afkar yang semakin perhatian dan semakin protektif pada Nara membuat Barra berkali-kali harus menerima telepon dari Afkar yang menanyakan keadaan Nara, yang pada akhirnya Barra harus merekam setiap 2 jam sekali apa saja yang sudah Nara pelajari. Bahkan Afkar selalu menyempatkan untuk datang ke markas lebih awal karena ingin melihat seberapa jauh apa yang sudah Nara pelajari dalam 3 minggu ini.
Barra yang terlihat serius memperhatikan Morten yang sedang mencoba meretas perangkat keras menggunakan kabel USB versi 3 tipe B micro, di kejutkan oleh suara ketukan pintu. Dengan isyarat tangan Barra menyuruh Afkar menunggu 5 menit lagi. 5 menit yang terasa lama karena melihat posisi Nara yang membelakanginya membuat otak Afkar sedikit berfantasi.
Nara keluar dengan tersenyum.
__ADS_1
“ det er lenge siden (sudah lama)? “ Nara sudah mulai membiasakan diri berbicara dengan bahasa Norsk.
“ fem minutter...hvordan var dagens trening (5 menit.... bagaimana latihan hari ini)? “ ucap Afkar sambil memeluk Nara dari belakang.
“ Alhamdulillah det gikk greit.... i morgen blir det ingen trening... manager Singgih ba oss slappe av og forberede det vi hadde med (Alhamdulillah lancar.... besok sudah tidak ada latihan.... manager Singgih meminta kami untuk bersantai dan mempersiapkan apa saja yang kami bawa) “ ucap Nara yang sudah memeluk lengan kiri Afkar.
Afkar segera mengajaknya pulang ke apartment.
Seperti biasa sampai di dalam unit apartemen, Nara segera melepas semua kain hitam yang menutupi tubuhnya dan masuk ke kamar mandi. Meski pun cuaca di Oslo tidak pernah sepanas atau pun segerah di Jakarta tetap saja tubuh Nara terasa panas dan Nara ingin segera mendinginkan tubuhnya di dalam bak mandi. Afkar tersenyum melihat sikap Nara yang 2 hari belakangan ini suka sekali berendam bahkan Afkar sering kali mendapati Nara tertidur di bak mandi.
“ sayang.... jangan tidur sambil berendam “ suara keras Afkar tidak bisa Nara dengar karena Nara sudah berada di dalam kamar mandi dengan air mengalir.
“ kali ini mas akan berjaga disini... mas tidak suka kalau sayang berendam sambil tidur “ Nara mengerucutkan kedua bibirnya mendengar larangan Afkar.
“ sayang yakin..... ikut ke Jakarta? “ tanya Afkar sambil membersihkan punggung Nara.
“ kalau Nara tidak ikut.... terus Nara disini sama siapa? Ines..... tidak mau.... Nara harus ikut..... “ ucap Nara sambil meletakkan kedua tangannya di perut merasakan beberapa kali perutnya menonjol di beberapa titik.
“ ya sudah...... kalau sayang merasa lelah atau kaki sayang terasa pegal.... bilang ya.... jangan diam saja..... mulai besok sayang harus berlatih berjalan 10 sampai 15 menit..... karena 3 kompetisi onsite nanti.... mengharuskan sayang bergerak dan berjalan..... mas tidak ingin melihat kaki sayang bengkak “ ucap Afkar sambil membersihkan busa sabun di tubuh Nara dengan air.
__ADS_1
Bahkan Afkar memberikan pijatan kecil di beberapa titik di punggung dan bahu Nara. Hampir setengah jam Nara berendam mendinginkan tubuhnya yang terasa panas, usia kehamilan kembar yang sudah berada di minggu ke dua puluh membuat suhu tubuh Nara terasa panas.
Afkar membantu Nara mengeringkan rambut dan tubuh Nara, sesekali Afkar mencium perut Nara dan membuat perut Nara bergerak-gerak. Terkadang Afkar sedikit menggoda Nara dengan meninggalkan jejak merah di kulit leher atau pun area sekitar dada Nara yang terlihat lebih besar dari sebelumnya.
“ mas..... “ protes Nara membuat Afkar tersenyum.
“ sengaja..... ini mas sudah menahan dari tadi.... “ ucap Afkar sambil tersenyum menggoda Nara dan menunjukkan apa yang membuatnya menahan dari tadi.
Nara tersenyum malu melihat apa yang Afkar tunjukkan.
“ etter middag (setelah makan malam) “ bisik Nara membuat Afkar tersenyum senang.
Makan malam kali ini, para pelayan Erhan sudah menyiapkan menu utama berbahan utama yogurt dan daging. dan menu pembuka berupa irisan buah mangga, kiwi, jeruk, dan tomat. Nara menghabiskan apa yang sudah tersajikan di meja makan, terkadang Afkar membantu Nara dengan membersihkan sisa makanan yang berada di sudut bibir Nara.
“ mas..... Nara sudah tidak sabar melihat wajah Amma dan yang lain melihat Nara seperti ini..... “ ucap Nara sambil menumpuk piring kotor menjadi satu.
“ hmmmm..... mas yakin..... mereka semua akan senang melihat sayang...... “ ucap Afkar sambil membawa peralatan makan mereka yang kotor ke tempat cuci piring.
Setiap hari porsi makan Nara bertambah, bukan sekali makan dengan porsi yang banyak tapi dalam sehari Nara bisa beberapa kali makan bahkan lebih dari 4 kali dalam sehari. Afkar tidak mempermasalahkan hal itu selama Nara menyukai dan menghabiskannya. Malam ini adalah malam terakhir mereka di Oslo karena besok malam pukul 9 waktu Olso mereka akan melakukan penerbangan panjang ke Jakarta.
__ADS_1
Nara tidak terlalu memikirkan apa saja yang akan dia bawa karena semua keperluan untuk kompetisi peretasan sudah Barra persiapkan, mulai dari laptop kabel data hingga peralatan untuk membuat kabel data bila mereka membutuhkannya. Karena peralatan yang mereka pakai harus sesuai dengan apa yang sudah di tentukan oleh pihak penyelenggara kompetisi format Hack-quest.