
Tepat setelah mereka berlima selesai sholat Ashar, Zehed langsung menuju ke area parkir untuk menunggu Afkar dan Nara di lobi. Kakak beradik Yilmaz menunggu Afkar dan Nara di lobi, sementara Afkar menunggu Nara dengan duduk di tepi ranjang karena Nara tidak ikut Sholat Ashar berjamaah.
“kemari.... mas bantu pakaikan niqab" ucap Afkar yang sudah mengambil niqab dari tangan Nara.
Nara memegang kedua pinggang saat Afkar hendak membuat simpul untuk tali niqab, Nara menyandarkan kepalanya pada dada bidang Afkar sehingga Afkar dengan leluasa dapat melihat bagian belakang kepala Nara dari sisi atas.
“sudah selesai..... ayo kita pergi" ucap Afkar yang sudah menurunkan kedua tangannya dan memegang kedua tangan Nara.
Kakak beradik Yilmaz sudah tidak sabar untuk ikut mereka ke Anadolu Medical Centre, saat melihat Afkar dan Nara keluar dari lift mereka segera mengikutinya. Sepanjang perjalanan Nara menggengam erat tangan Afkar membuat Afkar beberapa kali berusaha melepas genggaman Nara karena ujung jarinya terasa kesakitan, setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit terbaik di Istanbul.
“lütfen efendim, bayan (silahkan tuan, nyonya)" ucap Zehed sambil membukakan pintu mobil.
Afkar dan Nara mengikuti langkah kaki Zehed begitu juga dengan kakak beradik Yilmaz, tangan Nara semakin dingin karena gugup ini pertama kalinya Nara ke rumah sakit untuk memeriksakan diri.
“lütfen efendim ve hanımefendi buraya oturun, hemşireye Afkar Hanım’ın geldiğini bildireceğim (silahkan tuan dan nyonya duduk disini, saya akan melapor ke perawat bahwa nyonya Afkar sudah datang).” ucap Zehed dan melangkahkan kakinya menuju ke sebuah meja yang tepat berada di depan sebuah pintu.
Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit seorang perawat memanggil nama Nara, tangan Nara semakin dingin mengikuti langkah kaki Afkar.
“Esselamu’allaikum efendim ve Afkar hanım.... merhaba Zehed nasılsınız (Assalamu'allaikum tuan dan nyonya Afkar.... hai Zehed bagaimana kabarmu)" sapa Deniz, dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi wanita yang ternyata adalah mantan pacar Zehed.
“Wa'alaikumsalam” balas Afkar dan Nara juga Zehed.
“Elhamdülillah iyi Deniz (Alhamdulillah baik deniz)" jawab Zehed.
__ADS_1
“iyi..... dışarıda beklesen iyi olur (baguslah..... sebaiknya kamu tunggu di luar)" ucap Deniz sedikit ketus.
Zehed keluar ruangan tanpa bisa menjawab ucapan Deniz, seorang perawat membantu Nara untuk berbaring di sebuah examination bed dan meminta Afkar membantunya untuk membuka area perut bagian bawah.
“İdrar torbası testi yaptınız mı (apa anda sudah melakukan test pack)?” tanya Deniz.
“zaten doktor..... Karımın idrarını dört test paketiyle test ettim ve tüm sonuçlar negatifti (sudah dokter..... saya sudah melakukan pengetesan pada urine istri saya dengan empat buah test pack dan semua hasilnya negatif).” Jawab Afkar sambil memegang jari jemari kaki Nara yang terasa dingin meskipun sudah mengenakan kaos kaki.
“herhangi bir şikayet (ada keluhan apa saja)?” Tanya Deniz sambil mengeluarkan gel dari sebuah botol gel ultrasound USG di perut Nara bagian bawah.
Afkar memperhatikan setiap hal yang Deniz lakukan sambil memijat pelan kaki Nara. Beberapa detik tangan kanan Deniz menggerakan Transduser di perut bagian bawah sementara tangan kirinya berada di pulzer untuk mendapatkan gambar terbaik dari keadaan uterus Nara.
“burada iki kafa var gibi görünüyor ama ben sadece bir beden görebiliyorum (disini terlihat ada dua kepala tapi saya hanya bisa melihat satu badan)" ucapan Denis seketika membuat Afkar menjadi gugup dan takut serta berpikir yang tidak-tidak.
“kenapa mas?” tanya Nara sambil berusaha duduk dan merapikan abayanya.
“sayang... dokter Deniz akan melakukan USG dari bawah” ucap Afkar sambil memberi isyarat kata bawah yang dia maksud.
Nara menggelengkan kepala tidak mau melakukan USG Transvaginal, dengan sedikit bujuk rayu pada akhirnya Nara menurut dengan perkataan Afkar. Afkar membantu Nara turun dari examination bed dan melepas stirrup lengging serta hipster yang Nara pakai, menyimpan pakaian istrinya di saku coat yang dia pakai.
“duduklah" perintah Afkar membuat Nara sangat malu.
Perawat membantu Nara membetulkan posisinya dan mengangkat kedua kaki Nara meletakkan pada dua buah menyangga kaki serta menaikkan abaya hingga setinggi lutut.
__ADS_1
“excuse me.... just relax madam don't be tensed (permisi.... santai saja nyonya jangan tegang...)” ucap Deniz dengan tangan kanan sudah memegang Transduser transvaginal dan tangan kirinya menepuk lembut tangan kanan Nara yang terlihat jelas menegang.
Afkar melihat jelas bahwa saat ini Nara sangat malu takut dan juga tegang begitu juga dengan dirinya. Untuk beberapa menit yang terasa lama bagi Nara, Deniz berusaha mencari posisi janji janin yang jelas. Afkar semakin gugup dan pikirnya semakin campur aduk kuatir bila janin yang ada di dalam uterus istrinya adalah kembar siam.
“lütfen Afkar bey buna dikkat edin (silahkan Tuan Afkar perhatikan ini)” pinta Deniz membuat Afkar semakin tegang dan merasa takut dengan kekuatiran pemikirannya.
“bu ilk fetüs, bu baş ve gövde oluştu ve bu ikinci fetüs iken, bu baş ve bu beden (ini janin yang pertama, ini kepala serta badan sudah terbentuk dan sedangkan ini janin yang kedua, ini kepala dan ini badannya).” Ucap Deniz sambil tangan kirinya menekan beberapa tombol pulzer.
Afkar mengamati layar USG dengan perasaan campur aduk, senang gugup terkejut dan ada sedikit rasa kuatir. Deniz kembali menunjukkan detak jantung kedua janin dengan bergantian terlihat jelas di wajah Afkar rasa bahagia hingga kedua matanya berkaca-kaca, Nara hanya bisa melihat wajah Afkar dan berucap Alhamdulillah.
“Bu ilk fetal kalp atışı ve bu ikinci fetal kalp atışı. Tüm göstergeler normal, efendim ya da bayan ikiz kan bağına sahip (ini detak jantung janin yang pertama dan ini detak jantung janin yang kedua. Terindikasi normal semua, apa Tuan atau nyonya memiliki garis keturunan kembar)?” ucap Deniz
“Hiçbir şey değil doctor (tidak ada dokter)" ucap Afkar singkat karena memang tidak tahu.
“ilk fetüs sekiz haftalık iki günlük ve ikinci fetüs sekiz haftalık bir günlük (janin pertama berusia delapan minggu dua hari dan janin kedua berusia delapan minggu satu hari)" lanjut Deniz menjelaskan keadaan janin mereka.
Deniz berdiri dan berjalan ke meja kerjanya, perawat membantu Nara berdiri dan Afkar segera membantu istrinya mengenakan kembali hipster dan stirrup lagging. Afkar mengajak Nara duduk di depan Deniz.
“Tebrikler Bay Afkar Bayan Febyanara, iki fetüsünüz var ve yapışık ikiz belirtisi yok (selamat tuan Afkar nyonya Febyanara, janin anda ada dua dan tidak ada indikasi kembar siam).” Jelas Deniz
“Alhamdulillah" ucap Afkar yang diikuti Nara.
Tangan kanan Afkar menggenggam erat tangan kiri Nara.
__ADS_1
“lütfen şuna bakın... bu birinci fetüsün pozisyonu ve bu da ikinci fetüsün pozisyonu. İkizlere hamile ama eşiniz kanca etkisi yaşadığı için test paketi negatif çıkıyor. hCG hormonu seviyesinin test paketini aldatacak kadar çok yüksek olması durumu. Kanca fenomeni, kanca etkisi veya prozon etkisi olarak da adlandırılır. (silahkan lihat ini.... ini posisi janin pertama dan ini posisi janin kedua. Hamil kembar tapi test pack negatif terjadi karena istri anda mengalami efek hook. Kondisi saat kadar hormon hCG terlalu tinggi sehingga mengecoh alat test pack. Fenomena hook juga disebut dengan efek kail atau efek prozone).”jelas Deniz sambil menunjukkan print hasil USG dan menyilangkan kedua jari telunjuknya untuk memperjelas posisi kedua janin.