
Nara melihat seisi ruangan dengan mata tidak percaya, di sebuah meja terlihat jelas laptop juga keyboard pemberian Fajrin. Seketika Nara melompat memeluk leher Afkar membuatnya membalas pelukan itu dengan mengangkat Nara hingga mata mereka sejajar.
“ sayang suka? ” Nara menganggukan kepala menjawab pertanyaan Afkar.
“ jaringan internet disini sudah terhubung dengan Shield ” ucap Afkar sambil mencium dahi Nara yang tertutup niqab.
“ Shield...... jadi Nara bisa juga berlatih dengan Marius dan Morten? ” tanya Nara tidak percaya.
Kali ini Afkar yang menganggukan kepalanya.
“ tapi ingat.... jangan memakai nama “ belum selesai Afkar berbicara, Nara sudah menutup mulut Afkar dengan jari telunjuknya.
“ iya.... Nara ingat... hanya boleh memakai nama itu kalau mas sudah mengizinkan ” ucap Nara dan berusaha turun dari pelukan Afkar.
Nara segera masuk untuk melihat-lihat seluruh isi ruangan dari mulai satu rak setinggi dua meter yang berisi dua buah perangkat server sekelas provider penyedia jasa internet, empat buah power supply unit dan satu unit perangkat firewall. Nara sangat senang melihat itu semua termasuk spesifikasi ketiga komputer yang ada, spesifikasi yang sama dengan yang Shield miliki.
Nara keluar ruangan dan mencari Afkar.
“ excuse me, madam are you looking for master (permisi, apa nyonya mencari tuan)? ” tanya Ines yang sudah memakai celana panjang hitam, kemeja putih, jas hitam serta hijab hitam yang di ikat kebelakang.
“who are you (anda siapa)? ” tanya Nara heran melihat perubahan penampilan Ines.
“madam.... are you not recognise me..... I'm Ines (nyonya.... anda tidak mengenali saya.... saya ines) " ucap Ines heran.
“oooo.... hehehe.... I barely recognize you..... sorry (saya hampir tidak mengenali anda.... maaf) " ucap Nara sambil menganggukan kepala sekali.
“it's ok madam........ master is in his room (tidak apa-apa nyonya...... Tuan muda ada di ruang kerja) ” ucap Ines sambil menunjukkan pintu ruang kerja Afkar.
Nara melihat ke arah yang Ines tunjuk, Afkar terlihat sangat rapi dan tampan dengan setelan celana juga jas berjalan keluar dari ruang kerja sambil membetulkan kancing kemeja di pergelangan tangannya.
“ sudah mau berangkat ya.... ya sudah hati-hati " ucap Nara sambil meraih tangan kanan Afkar untuk mencium punggung tangannya.
__ADS_1
Afkar tersenyum melihat sikap Nara karena hanya wanita Indonesia saja yang memperlakukan suaminya seperti ini dan ini hal baru bagi Lief juga Ines, mereka heran dengan perlakuan Nara pada Tuan muda mereka.
“ Assalamualaikum ” salam Afkar sambil mencium dahi Nara.
“ wa'alaikumsalam ” balas Nara dan berjalan mengikuti Afkar hingga pintu keluar rumah.
Memang rumah tidak terasa sepi karena ada beberapa pelayan juga Ines, tapi Nara masih sangat asing dengan mereka. Nara mencari kotak yang dia tinggalkan di sebuah sudut ruangan sebelum berangkat k Istanbul, tapi tidak menemukannya.
“madam, are you looking for something (apa nyonya mencari sesuatu)? ” tanya Ines.
“yes.... before we went to Istanbul I put a box of electronic components here but now it's not there (iya.... sebelum kami ke Istanbul aku meletakan sebuah kotak berisi komponen elektronik disini tapi sekarang tidak ada) " ucap Nara sambil mencari-cari kotak yang dia maksud.
"box..... we didn't throw anything out of this house at all..... maybe the box you mean is in the madam's room (kotak..... kami sama sekali tidak membuang apa pun dari dalam rumah ini..... mungkin kotak yang nyonya maksud ada di ruangan nyonya) " ucap Ines sambil menunjuk ruang latihan Nara.
“ oooo.....it's there....thank you....i'll look for it (disitu ya.... terima kasih.... aku akan mencarinya) " ucap Nara sambil melangkah masuk ke ruang komputer.
Nara mengedarkan pandangan mencari kotak yang dia maksud dan benar saja kotak itu berada tepat di samping rak server. Nara membuka kotak tersebut dan mencari sesuatu, matanya seketika berbinar-binar mendapati apa yang dia cari. Nara meletakan beberapa barang itu di dekat laptopnya dan melangkah keluar ruangan mencari Ines.
“ yes madam.... what can I help you (iya nyonya..... apa yang bisa saya bantu)? ” tanya Ines heran.
"can you find me a table with this high and install some power terminals on the table (bisakah kamu mencari sebuah meja tinggi ini dan memasang beberapa terminal power di atas meja)? ” Ines heran mendengar permintaan Nara.
Nara paham Ines pasti bingung dengan maksudnya, jadi Nara menarik Ines untuk masuk ke ruang komputer dan menunjukkan permintaan yang dia maksud.
“oooo.....ok I will find someone to install the power terminal and table here (baik saya akan mencari orang untuk memasang terminal power dan meja disini) " ucap Ines dan melangkah keluar ruangan.
Selagi menunggu Ines menyiapkan semua permintaannya, Nara menyalakan laptopnya dan mulai melihat-lihat jaringan internet didalam ruangan ini hingga terhubung ke jaringan internet Shield.
“kalau yang membangun sistem ini adalah orang-orang Shield berarti mereka melakukannya sesuai petunjuk mas..... baiklah aku lihat saja" gumam Nara yang mulai sibuk dengan keyboard laptop.
Saat Nara sibuk dengan laptopnya, Ines masuk dengan satu orang pria untuk memasang permintaan Nara, mereka terheran-heran melihat isi kotak dan beberapa barang yang tergeletak di samping laptop nyonya mereka. Ines segera sadar dan menyuruh pria itu segera bekerja, tiga puluh menit kemudia mereka selesai dan keluar ruangan.
Nara masih sibuk dengan laptopnya, seketika kedua matanya membulat melihat tampilan layar laptopnya.
__ADS_1
“kak.... banyak sekali yang ingin menjatuhkan kakak..... apa motif mereka? Apa salah kakak pada mereka? Apa bang Azkar tahu hal ini?” gumam Nara dalam hati.
Nara segera mengetik sesuatu dan menyimpan semua jejak para pelaku yang hendak mencuri design Fajrin. Nara melakukan panggilan Skype dengan Fajrin.
“ Assalamu'allaikum dik " salam Fajrin.
“ Wa'alaikumsalam kak.... kakak sehat? ”balas Nara.
“ Alhamdulillah sehat.....bagaimana kehamilan kamu? ” tanya Fajrin sambil memasukkan sebuah kacang goreng ke mulutnya.
“ Alhamdulillah janinnya sehat semua.... tapi kenapa kakak terlihat tidak rapi begitu..... sudah berapa lama kakak tidak mencukur itu rambut muka? ” tanya Nara heran.
“ banyak yang harus kakak kerjakan..... apa musim ini kamu akan mulai kompetisi on-site semua? ” tanya Fajrin sambil melihat seseorang di belakang layar laptopnya yang tersenyum manis.
“ kak.... apa kakak tidak sedang sendiri saat ini? Apa di balik laptop kakak ada seseorang? Apa kakak tidak akan memperkenalkan pada Nara? ” pertanyaan Nara membuat Fajrin memijat dahinya.
“ nanti kalau sudah mendapat restu akan kakak kenalkan.... “ ucap Fajrin sambil memijat dahinya dan membuat wajah wanita itu cemberut.
“ apa kakak sudah melakukan sholat istiqarah? sudah dapat jawabanya? ” Fajrin menganggukan kepala menjawab pertanyaan Nara.
“ kak.... sebenarnya Nara ingin mengatakan sesuatu.....tapi janji setelah ini kakak akan menurut permintaan Nara.....janji? ” ucap Nara sambil mengacungkan jari kelinngking.
“ janji " jawab Fajrin dan memgacungkan jari kemungkinan juga.
“ server database kakak beberapa kali ada yang mencoba menerobos masuk untuk mengambil beberapa file design kakak.... tapi worm dan bugs yang Nara buat di sistem firewall Nara berhasil menghalanginya..... untuk saat ini mungkin worm dan bugs juga sistem firewall yang Nara buat cukup efektif menghalau mereka tapi kalau mereka mencoba meretas lagi...... Nara tidak yakin worm dan bugs Nara berhasil menghalau mereka. " jelas Nara.
“ apa yang harus kakak lakukan? ” tanya Fajrin.
“ bisakah kakak membeli satu unit firewall dengan spesifikasi yang Nara minta? Nanti akan Nara kirim spesifikasinya. ” Tanya Nara membuat Fajrin menatapnya penuh tanya.
“ baiklah..... tapi apa itu akan cukup menghalangi mereka? Kamu tahu siapa mereka? Apa kamu juga mengirimkan jejak mereka pada bang Azkar? ” tanya Fajrin serius.
“ sementara aku simpan dulu kalau nanti mereka menyakiti kakak, qku akan membuka semua bukti itu di jaringan internet. ” Ucap Nara dengan santai.
__ADS_1