NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 147 KEMARAHAN BARRA


__ADS_3

Barra yang paham betul kondisi Nara yang mulai tidak nyaman dengan negosiasi ini mulai terlihat malas dengan acara seperti ini. Kakak beradik Yilmaz juga mulai malas dengan acara ini, membuat Morten yang sedari tadi masih bersikap santai mulai merasa sedikit emosi.


“ dere vil gjøre et intervju med D4rkC0d3 .... vi vil begge gjøre det uten Neptunia (kalian ingin melakukan wawancara Dengan D4rkC0d3.... kami berdua akan melakukannya tanpa Neptunia) “ ucapan tegas Morten membuat Barra mengerutkan kulit di antara kedua alisnya.


Karena acara 5 menit lagi di mulai dan tidak ada titik temu antara Barra dan Produser tersebut, akhirnya hanya kakak beradik Yilmaz yang melakukan wawancara kali ini dan Barra mendampingi mereka sementara Nara dan Ines juga pengawalnya yang lain memilih keluar dari studio dan menunggu di ruang tunggu hingga proses wawancara selesai. Jadwal acara yang seharusnya hanya setengah jam menjadi mundur hingga satu jam lebih, Nara berusaha membuang rasa bosan dengan memainkan ponselnya.


Satu setengah jam yang terasa lama, di saat Nara sibuk bermain game tetris Barra dan kakak beradik Yilmaz menghampirinya.


“ let's go back to headquarters.... fortunately sister in law doesn't appear.... if it appears it can be crowded


(ayo kembali ke markas.... untung kakak ipar tidak tampil.... kalau tampil bisa kacau) “ ucap Morten yang terlihat jelas sangat kesal.


Tidak hanya Morten yang kesal, tapi Marius dan Barra juga sangat kesal dengan jadwal acara hari ini. Sepanjang perjalanan kembali ke markas, tak henti-hentinya Morten mengumpat dalam bahasa Noorks. Meski pun Nara tidak memgerti arti umpatan yang Morten ucapkan, tetap saja Barra harus menutup telinga Nara dengan kedua tangannya.


“ manager.... if the schedule for the next event is almost like this.... it's better to just cancel it.....


(manager.... kalau jadwal acara berikutnya hampir mirip seperti ini.... lebih baik di batalkan saja..... ) “ ucap Marius yang terlihat jelas rasa kesal dan jengkel di wajahnya.


Barra hanya merespons dengan anggukan kepala setiap kata yang Marius dan Morten ucapkan.


Sampai di lobi markas Shield, kakak beradik Yilmaz yang masih kesal dengan langkah lebar langsung naik ke lantai 2 menggunakan tangga samping. Sementara Nara menggunakan lift dengan di temani Barra, karena Nara tidak ikut pada jadwal acara hari ini. Nara tidak tahu apa yang membuat kakak beradik Yilmaz kesal dan semarah itu.

__ADS_1


“ kak.... memangnya acaranya tidak jelas ya... sampai mereka berdua semarah itu “ ucapan Nara membuat Barra menarik nafas panjang.


Karena Barra yang juga kesal bahkan lebih kesal dari kakak beradik Yilmaz, saat ini di dalam otaknya hanya ingin menghajar Nanwei.


Sampai di lantai 3 pintu lift terbuka.


“ Ra.... tunggu di sebelah sana sama Marius “ ucap Barra sambil menunjuk Marius yang tidur telentang di sofa dengan lengan kiri berada di dahinya.


“ iya.... “ ucap Nara singkat.


Sementara Barra masuk ke ruang kerja Nanwei tanpa mengetuk terlebih dahulu tapi langsung menendang pintu hingga suara tendangan itu terdengar sampai di tempat Marius. Seketika Marius mengacungkan ibu jarinya ke atas.


“ whats wrong with you guys? Shouldn't you be happy to be on television but why is it the other way.... manager Singgih is also the same just silent..... it must have been unpleasant to make the three of you angry like this (kalian kenapa? Bukannya senang masuk televisi tapi malah marah-marah.... manager singgih di tanya juga sama hanya diam..... pasti tadi tidak menyenangkan sampai membuat kalian bertiga semarah ini) “ ucap Nara sambil menekan ujung ibu jari Marius dengan pena yang dia ambil dari atas meja, entah pena siapa.


“ sister-in-law's decision was right not to attend the event earlier and I admit that this time Morten was very right in making the decision.... if the next schedule only contains things that are not important... we are just wasting time (keputusan kakak ipar tepat tidak hadir di acara tadi dan aku akui Morten kali ini sangat tepat mengambil keputusan.... bila jadwal acara berikutnya hanya berisi hal-hal yang tidak penting... kita hanya membuang waktu percuma) “ ucap Marius yang masih berada di posisi yang sama tapi rasa kesalnya sudah mulai reda.


Nara yang tidak paham apa yang Marius katakan menjadi merasa kalau mereka menutupi sesuatu dari Nara.


“ It's okay if you don't want to talk.... I won't ask again


(baiklah kalau kalian tidak mau cerita.... aku tidak akan bertanya lagi) “ ucap Nara cuek yang sudah duduk di sebelah kepala Marius.

__ADS_1


Saat Nara mau pun Marius diam tanpa ada pembicaraan apa pun, tiba-tiba terdengar suara berdebatan sengit antara Barra dan Nanwei. Semua orang yang berada di lantai 3 melihat ke ruang kaca kantor Nanwei tanpa terkecuali Nara dan Barra. Ini ketiga kalinya Nara melihat Barra semarah ini dan Nara sudah bisa menebak sebab dari kemarahan Barra.


“ no way.... they're so petty..... have they never seen women in Saudi Arabia or Yemen.... Big brother Barra deserves to be that angry (tidak mungkin.... picik sekali mereka..... apa mereka tidak pernah melihat para wanita di Arab Saudi atau pun Yaman.... pantaslah kak Barra semarah itu) “ ucapan Nara yang pelan dan terdengar sedikit kesal membuat Marius membuka kedua matanya.


“ does sister-in-law know what makes manager Singgih angry (memangnya kakak ipar tahu apa yang membuat manager Singgih marah?) “ tanya Marius yang mulai merubah posisinya menjadi duduk.


Nara menganggukan kepala menjawab pertanyaan Marius.


“ big brother won't be that angry for no reason... and big brother will only be that angry for one thing..... (kakak tidak akan semarah itu tanpa sebab... dan kakak hanya akan semarah itu karena satu hal..... ) “ ucapan Nara berhenti karena Morten datang membawa 3 cup susu coklat hangat untuk dirinya, Marius dan Nara.


“ hmmm “ ucap Marius sambil menerima 1 cup susu coklat hangat dari Morten.


“ thanks (terima kasih) “ ucap Nara pada Morten yang menyodorkan 1 cup susu coklat hangat.


“ big brother must be angry because one of the crew or people in the studio said that Nara might be a terrorist .... and to prove that Nara is not what they say .... they ask you to show my face without a niqab


(kakak marah pasti karena salah satu kru atau orang yang berada di dalam studio mengatakan bahwa ada kemungkinan Nara adalah te**ris.... dan untuk membuktikan bahwa Nara bukan seperti yang mereka ucapkan.... mereka meminta kalian untuk menunjukkan wajah Nara tanpa niqab) “ apa yang Nara ucapkan seketika membuat kakak beradi Yilmaz meletakkan cup susu coklat mereka di meja.


Belum sempat Nara menjelaskan lagi, terdengar suara keras Barra membuat Kakak beradik Yilmaz berdiri dengan kompak.


“ Nara.... kita pulang.... “ suara keras Barra membuat Nara seketika berdiri dan hampir saja menumpahkan susu coklat yang berada di dalam gengaman tangan kanannya.

__ADS_1


“ I won't allow Neptunia to train or play under the shield.... and I'm sure GUN will agree with me


(aku tidak akan mengizinkan Neptunia berlatih atau pun bermain di bawah shield.... dan aku yakin GUN akan sependapat denganku) “ ucap Barra dengan suara keras dan kesal.


__ADS_2