
Pukul 9:30 Afkar dan Nara sudah berada di lobi markas Shield, tapi Nara masih saja memeluk lengan kiri Afkar. Barra dan kakak beradik Yilmaz sudah menunggu Nara di lobi dengan bersantai, hari ini jadwal mereka hanya berlatih dengan script yang sudah Afkar buat. Melihat kedatangan Nara dan Afkar, Barra segera menghampiri mereka.
“ dari mana saja jam segini baru datang? Jangan bilang kalau olah raga pagi lagi “ ucap Barra yang sudah berdiri di depan Afkar.
“ yang betul program pelebaran dinding rahim “ bisik Afkar.
“ sama saja..... ayo Ra.... hari ini jadwal kalian latihan.... 2 minggu lagi kalian kompetisi “ ucap Barra yang sudah berpaling dan melangkah.
Nara masih bergelayut manja di lengan kiri Afkar, Afkar menatap Nara dengan heran.
“ sayang latihan dulu..... nanti siang mas kesini lagi “ ucap Afkar berusaha melepas genggaman tangan Nara.
Barra merasa aneh dan melihat ke belakang menatap Nara yang masih bergelayut manja di lengan Afkar.
“ ayo naik..... kenapa masih di situ..... biarkan Afkar kerja..... nanti siang dia juga kesini. “ ucap Barra sambil mendekati Nara kembali dan menarik lengan kiri Nara.
Karena Afkar berusaha melepas sedangkan Barra berusaha menariknya, mau tak mau akhirnya Nara mengikuti langkah kaki Barra menuju lantai 2. Hari ini jadwal Nara berlatih dengan script simulator yang sudah Afkar buat. Afkar tetap berdiam di tempatnya memandang Nara yang masih saja melihatnya, meski kaki melangkah ke depan dengan tangan kiri di genggaman tangan Barra tetapi kepala Nara masih melihat Afkar. Serasa tidak mau jauh dari Afkar.
“ what wrong with you today.... more and more childish..... remember Ra.... you are already grown up and married woman.... if you are childish like this, soon or later Afkar will get bored with you (kenapa kamu hari ini.... makin hari makin kekanak-kanakan..... ingat Ra.... kamu sudah besar sudah menikah.... kalau kamu kekanak-kanakan begini nanti Afkar bosan sama kamu) “ nasehat Barra bukannya membuat Nara berubah tapi semakin membuat Nara cemberut.
__ADS_1
Nara tetap diam meski pun Barra menasehati panjang lebar, kakak beradik Yilmaz berusaha menghibur Nara dengan menjahili hijabnya.
“ Two weeks left for the Securebug competition schedule.... you have to understand the Loki97 algorithm with various methods. GUN has made a simulator script for you (2 minggu lagi jadwal kompetisi Securebug.... kalian harus menguasai algorithma Loki97 dengan berbagai metode. GUN sudah membuat simulator script untuk kalian.) “ ucap Barra sambil menunggu Morten membuka pintu ruang latihan.
Nara dan kakak beradik Yilmaz sudah duduk di depan komputer masing-masing, dan Ines seperti biasa duduk di sofa yang tak jauh dari ruang latihan menunggu Nara sepanjang latihan. Memang terkesan seperti menunggu anak sekolah TK tapi Afkar tidak mau kejadian itu terulang lagi.
Dengan arahan dari Barra tim D4rkC0d3 memulai latihannya, mereka bertiga terlihat sangat serius. Nara yang semula terlihat malas dan kekanak-kanakan seketika berubah menjadi serius menatap layar komputer. Mood Nara akan cepat berubah, bila sudah berada di depan layar komputer yang sudah menampilkan script. Kedua mata Nara akan menjadi sangat serius. sebaliknya bila sudah di dekat Afkar, sikap manja akan muncul kembali dan bahkan menjadi sangat kekanak-kanakan.
Afkar yang di sibuknya dengan project dan perusahaan baru hasil pengambil alihan dari bukti kejahatan pencucian dan penggelapan uang, membuat dirinya dan Fredrik semakin sibuk begitu juga dengan Holger. Kalle yang hanya terlihat lebih santai dari ketiga sepupunya membuat Afkar mengabaikannya.
“ sir, det er en melding fra frøken Judith (tuan, ada pesan dari nona Judith) “ bisik Lief saat Afkar memimpin rapat para general manager.
Lief memperlihatkan pesan dari Judith dan Afkar melihatnya sesaat.
Sementara Barra di buat frustasi oleh Morten karena berkali-kali Morten melakukan kesalahan yang sama, Morten masih belum begitu menguasai algorithma Loki97. Setiap kali satu pemain melakukan kesalahan maka script simulator Afkar akan kembali ke awal dan saat pemain kembali memulai maka script simulator Afkar akan menampilkan metode yang berbeda juga tantangan yang berbeda.
“ you have to concentrate, pay close attention to the leaks .... pay attention to the method .... this is seventh times you has made a mistake and all your teammates have returned to the beginning of the challenge. (kamu harus konsentrasi, perhatikan baik-baik celahnya.... perhatikan metodenya.... sudah 7 kali ini kamu membuat kesalahan dan semua rekan kamu jadi kembali ke awal tantangan.) “ ucap Barra geram melihat Morten berkali-kali membuat kesalahan yang sama meski pun di baris script yang berbeda beda.
“ sorry, this algorithm makes me dizzy (maaf, algorithma ini membuatku pening) “ gumam Morten dalam hati.
__ADS_1
“ manager, let's take a break first... fifteen minutes to rest.... Neptunia also looks tired. (manager, kita istirahat saja dulu... 15 menit lagi waktu istirahat.... Neptunia juga terlihat sudah lelah.) “ ucap Marius sambil menunjuk Nara yang sudah meletakkan kepalanya di meja.
Terlihat jelas Nara sangat tidak bersemangat, Barra menarik nafas panjang melihat Nara yang tidak bersemangat.
“ alright....we'll continue after lunch break (baiklah.... kita lanjutkan setelah istirahat makan siang) “ ucapan Barra seketika membuat Nara bersemangat kembali dan segar berdiri dari kursi.
Saat Barra hendak membuka pintu ruang latihan, Nara segera mendahuluinya dan keluar terlebih dulu. Membuat Barra juga kakak beradik Yilmaz heran melihat Nara, Nara segera turun ke lantai 1 melewati tanggal samping.
“ baru juga setengah hari..... tapi terlihat jelas sangat aneh. “ gumam Barra dalam hati sambil melihat Nara yang menuruni anak tangga.
Kakak beradik Yilmaz ikut turun ke bawah.
“ 12 menit lagi jam 12 harusnya mas Afkar dalam perjalanan kemari, Nara tunggu disini saja “ gumam Nara dalam hati dan duduk di sofa tepat di samping pintu masuk.
“ madam, you better sit over there (nyonya, sebaiknya duduk di sebelah sana saja) “ ucap Ines sambil menunjukan sebuah sofa yang sedikit lebih masuk ke dalam dan tidak terlihat dari luar.
“ no... I just want to stay here so I can see my husband from that direction (tidak... aku mau disini saja biar aku bisa melihat mas Afkar dari arah sana) “ ucap Nara sambil menunjuk arah yang biasa Afkar lewati saat menuju markas Shield dari gedung Rosenkrantz.
Ines tak mampu berkata-kata dan hanya menghela nafas dengan cepat, Nara mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Afkar. Beberapa kali Nara panggil tapi tidak ada jawaban dari Afkar, Nara mencoba mengirim pesan tapi hanya mendapatkan notifikasi pesan terkirim.
__ADS_1
Setelah 30 menit duduk diam memandang keluar, akhirnya mobil yang biasa Afkar pakai berhenti tepat di depan lobi Shield. Nara segera berdiri dan berjalan cepat mendekati Afkar yang sudah turun dari mobil, Nara segera memeluk tubuh Afkar dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Afkar. Afkar membelai dan mencium puncak kepala Nara.
“ sudah makan siang? “ Nara menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Afkar.