
Afkar yang benar-benar mengikuti saran Nanwei dalam memperlakukan ibu hamil, membuatnya lebih terasa ringan saat harus berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. Karena Nara sama sekali tidak menganggunya, bahkan Afkar sendiri yamg merasa tidak nyaman bila Nara tidak bermanja-manja padanya. Terkadang Afkar justru meminta Nara untuk duduk di dekatnya saat Afkar sibuk dengan pekerjaannya.
“ mas.... Nara isi ini lagi ya.... “ ucap Nara yang sudah menegakkan kepalanya yang sedari tadi bersandar di lengan kiri Afkar.
Afkar hanya merespon ucapan Nara dengan membelai punggung punggung Nara. Nara melangkah ke dapur mengisi kembali stoples dengan berbagai jenis kacang mulai dari kacang almond, kacang makadamia, kacang kastanye dan kacang pistachio. Sesuai saran dari Mari bahwa ibu hamil hanya boleh mengonsumsi camilan sehat yang mengandung lemak sehat, protein, asam folat, vitamin E dan zat besi. Selesai mengisi penuh stoples sebenarnya Nara ingin duduk di depan Afkar, tapi karena Afkar sudah memberi isyarat tangan agar Nara duduk di sebelah Afkar. Akhirnya Nara duduk di sebelah Afkar, tapi baru sebentar duduk dan baru 4 kali memasukkan kacang ke dalam mulutnya. Kedua mata Nara terasa berat.
“ mas... Nara ke kamar ya.... “ ucap Nara yang sudah meletakkan stoples di meja.
“ sini..... tidur di sini “ ucap Afkar sambil menepuk pahanya.
Tentu saja Nara dengan senang menjadikan paha Afkar sebagai bantal, Nara segera menjadikan paha Afkar sebagai bantal dengan wajah menempel di perut Afkar. Sebentar saja Nara sudah terlelap, sementara Afkar sibuk dengan berkas dan Tablet yang berada di sisi kirinya.
“ kom hit....gi denne filen til Lief (kemari.... serahkan berkas ini pada Lief) “ ucap Afkar yang menghubungi seseorang untuk masuk ke unitnya.
Hanya Ines yang bisa keluar masuk unitnya bila Nara berpakaian sangat minim. Ines segera mengambil berkas yang Afkar maksud.
“ før du går ut, ta pleddet i skapet (sebelum keluar tolong ambilkan selimut di lemari itu) “ perintah Afkar dan Ines segera mengambil selimut di lemari yang Afkar tunjuk.
Tanpa menunggu perintah Afkar, Ines menutupi tubuh Nara yang memperlihatkan kaki mulusnya hingga ke panggal paha.
“ takk ..... dette er intervjuplanen ..... og jeg har bedt bestefar om å legge til livvakter i løpet av denne timen .... dere kan koordinere med hverandre for min kones sikkerhet (terima kasih..... ini jadwal wawancara..... dan aku sudah meminta kakek untuk menambah pengawal saat jadwal itu.... kalian bisa saling berkoordinasi untuk keamanan istriku) “ perintah Afkar dengan tegas sambil menyerahkan 2 lembar kertas jadwal wawancara D4rC0d3.
“ ok sir .... vi vil begynne å planlegge og danne ... vi vil ikke la frue bli skadet (baik tuan.... kami akan mulai menyusun rencana dan formasi...... kami tidak akan membiarkan nyonya terluka.) “ ucap Ines dan segera keluar dari unit Afkar.
Afkar kembali sibuk dengan berkas pekerjaan Rosenkratz, dengan hati-hati Afkar menahan kepala Nara bila setiap kali hendak meletakkan atau mengambil berkas di meja. Sesekali Afkar membetulkan selimut yang menutupi bagaimana bawah tubuh Nara atau pun sekedar membelai lembut rambut Nara.
__ADS_1
“ Nyenyak sekali tidurnya sayang..... sebentar lagi mas selesai.... sabar dulu ya “ ucap Afkar pelan sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi mata dan pipi Nara.
Selesai dengan berkas-berkas Rosenkratz, Afkar mengangkat Nara memindahkannya ke ranjang. Sebelum Afkar ikut naik ke ranjang, ponselnya berdering.
“ Hei Hva skjer (halo.... ada apa)? “ suara dingin Afkar membuat orang yang menghubunginya merasa merinding.
“..... “ Afkar terlihat serius mendengarkan penjelasan dari ujung sambungan.
“ visste bestefar allerede om dette (apa kakek sudah tahu hal ini)? “ tanya Afkar yang mulai paham bagaimana menyelesaikan masalah ini.
“ ....... “
“ Send meg alt du ikke får dit ...... Jeg skal se etter det her ..... hvilken dato er hendelsen (kirimkan padaku apa saja yang tidak bisa kalian dapatkan disana......aku akan mencarinya disini..... tanggal berapa acaranya) “ suara dingin dan tegas Afkar membuat orang di ujung panggilan semakin merinding.
“..... “
Afkar menutup panggilan dan memandang Nara yang sudah berubah posisi tidurnya.
“ Dia sudah membesarkan menjaga mendidik istriku dengan baik..... tidak akan aku biarkan satu orang pun menghinamu..... dan aku akan membantu sampai selesai.... kalau perlu sampai mereka tahu siapa di belakang kalian “ gumam Afkar dalam hati sambil membelai perut Nara yang masih belum terlihat membuncit.
Afkar mengetik sesuatu di ponselnya dan mengirimkannya pada Fajrin. Baru saja Afkar mau merebahkan tubuh di samping Nara, ponselnya berdering.
“ Assalamu’alaikum “ Afkar menarik nafas panjang sebelum mengusap salam
“ ..... “ suara Fajrin membuat Afkar semakin merasa kesal.
__ADS_1
“ Tidak... tidak bisa begitu..... aku sudah tahu kamu bagian dari Rosenkratz.... aku sudah menanyakan pada kakek.... dan kakek sudah menceritakan semua..... kali ini aku yang akan menyiapkan semua..... kalau kamu menolak aku akan merasa tidak berguna sebagai adik iparmu. “ Jelas Afkar memaksa.
“...... “ Afkar tersenyum mendengar jawaban Fajrin.
“ Aku pastikan kamu tidak akan kecewa dengan kinerjaku.... kalau kamu kecewa.... kamu bisa memecatku... “ canda Afkar membuatnya mendengar suara tawa Fajrin.
“..... ” Afkar tertawa mendengar jawaban Fajrin.
“ Aku pastikan satu minggu sebelum acara kalian..... semua sudah berada di rumah bang Azkar....... biar Abba dan Amma yang memeriksanya..... kalau ada yang kurang atau tidak sesuai aku akan secepatnya mengirim penggantinya..... “ ucap Afkar yakin.
“ .... ” Ucapan Fajrin membuat Afkar tersenyum.
“ Aamiin.... “ ucap Afkar sambil mencium kening Nara yang masih tertidur pulas.
“ ..... “ salam Fajrin membuat Afkar tersenyum.
“ Wa’alaikumsalam kakak ipar “ balas Afkar dan mematikan panggilan.
Afkar mengirim pesan pada Lief dan menunggu balasan dari Lief, beberapa detik kemudian Afkar tersenyum tipis membaca pesan singkat balasan dari Lief.
Afkar meletakkan ponsel di nakas dan membaringkan tubuhnya tepat di samping Nara, memeluk tubuh Nara sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dia hilangkan.
“ sekarang waktuku membalas semua yang sudah kamu korbankan demi istriku..... dan aku tidak akan membiarkan satu orang pun menghina atau pun mencibirmu... tidak akan pernah.... kita lihat bagaimana reaksi mereka saat melihatmu membawa semua apa yang mereka minta dan siapa yang berada di belakangmu “ gumam Afkar dalam hati sambil mengeratkan pelukkannya pada tubuh Nara.
Nara yang merasa nyaman di dalam pelukkan Afkar membetulkan posisi kepalanya dengan menempelkan wajahnya di jeruk leher Afkar. Membuat Afkar menahan rasa geli di lehernya karena hembusan udara panas dari hidung Nara. Untuk beberapa menit Afkar membelai rambut dan punggung Nara sebelum ikut tertidur dengan memeluk erat tubuh Nara.
__ADS_1