NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 213 GNS3


__ADS_3

“ what are you doing?.....what are you looking for?


(kalian sedang apa?..... apa yang kalian cari? ) “ tanya Fartso sambil melambaikan tangan kanannya tepat di depan Marius.


“ Neptunia... fortell oss hva som fikk oss til å tape


(Neptunia... katakan apa yang membuat kita kalah) “ ucapan javex membuat Nara terduduk.


Dengan berat Nara menceritakan apa yang terjadi di kompetisi kemarin dan saat Nara mengatakan bahwa di layar laptopnya terdapat 3 buah alarm yang muncul tidak dalam waktu bersamaan, membuat Remsio dan Fartso semakin heran.


“ if the alarm is visible on your laptop.... while the main server in front of you has no LED discoloration..... it's most likely that your branch server was attacked and made a hole as a way to disable your main server


(kalau alarm itu terlihat di laptopmu.... sedangkan server utama yang di depanmu tidak ada perubahan warna LED..... kemungkinan besar server cabang kalian yang diserang dan di jadikan lubang sebagai jalan untuk melumpuhkan server utama kalian) “ ucap Remsio mencoba menganalisa apa yang Nara ceritakan.


Kali ini javex yang bergantian menceritakan apa yang sudah dia lakukan untuk dan mengembalikan dua LED yang menyala berwarna merah sesuai apa yang Nara katakan.


“ Ra have you tried doing the simulation (Ra apa kamu sudah mencoba melakukan simulasi)? “ pertanyaan Fartso membuat mereka melihatnya


“ not yet (belum) “ ucap Nara singkat seperti tersadar akan sesuatu.


Seketika Nara mengetik sesuatu di laptopnya.

__ADS_1


“ you mean this simulator (maksud kakak simlator ini)? “ ucap Nara sambil menunjukkan aplikasi simulasi jaringan internet.


Marius dan yang lain seketika melihat lebih dekat aplikasi yang Nara perlihatkan pada Fartso, tapi mereka tidak paham apa aplikasi itu.


“ try to write the details of the device you want to simulate (coba tulis dengan detail perangkat yang ingin kamu simulasikan) “ ucapan Remsio membuat Nara mengetik nama mau pun tipe perangkat yang menjadi tanggung jawabnya di kompetisi kemarin.


Satu persatu tim D4rkC0d3 menyebutkan nama dan tipe perangkat yang mereka temui di kompetisi kemarin, Morten masih diam membisu belum berani mengatakan kesalahan yang dia buat.


“ there are two servers that are under the other two servers….. but that type of server is not here (ada dua server yang berada di bawah dua server yang lain..... tapi tipe server itu tidak ada di sini) “ ucap dbuq membuat Nara terlihat lemas karena aplikasi yang dia miliki tidak memiliki lisensi.


Tidak hanya Nara yang terlihat lemas dan kecewa karena tidak berhasil melakukan simulasi perangkat sesuai kompetisi kemarin. Mereka berlima terdiam tidak bisa mencari tahu lebih jauh lagi apa kesalahan yang sudah mereka buat hingga point mereka terpaut jauh dengan the duck.


Remsio dan Fartso meresa bersalah karena sudah melambungkan harapan Nara tapi ternyata justru memutus harapan tersebut.


“ GNS3 berlisensi? Apa manager Mserrano merubah target RedShield? “ pertanyaan Nara membuat Remsio dan Fartso mengangkat kedua bahu untuk sesaat.


“ tapi hanya lima komputer di ruang itu yang memiliki GNS3 berlisensi “ ucap Remsio sambil menunjukkan ruang kaca yang hanya berisi lima unit komputer keluaran terbaru.


Nara segera menarik lengan jaket Marius keluar ruangan, Marius yang tidak paham apa yang Remsio dan Nara katakan hanya bisa mengikuti langkah kaki Nara. Tepat di depan ruangan Jonathanj mereka berhenti, Nara mengatur nafas membuat Marius semakin tidak paham.


“ Marius du er kaptein på laget.... du må spørre manager Mserranos tillatelse slik at D4rkC0d3 kan bruke rommet.... datamaskinen i rommet har en GNS3-applikasjon som vi kan bruke gårsdagens konkurransesimulering (Marius kamu sebagai kapten tim.... kamu harus meminta izin manager Mserrano supaya D4rkC0d3 bisa menggunakan ruangan itu.... komputer di dalam ruang itu ada aplikasi GNS3 yang bisa kita pakai simulasi kompetisi kemarin) “ penjelasan Nara yang singkat membuat Marius semakin bingung.

__ADS_1


Karena Nara sudah mendorongnya untuk masuk ke ruang Jonathanj, mau tidak mau Marius mengikuti apa yang Nara katakan. Selagi menunggu Marius, Nara berdiri di depan pintu dengan harap-harap cemas.


Setelah menunggu kurang lebih selama lima belas menit akhirnya Mserrano dan Barra keluar di ikuti oleh Jonathanj dan Marius. Mserrano menatap Nara untuk sesaat.


“ dere vil bruke den appen..... dere tror den appen kan hjelpe dere å finne ut hva dere gjorde galt i gårsdagens konkurranse (kalian ingin memakai aplikasi itu..... kamu yakin aplikasi itu bisa membantumu mencari tahu apa kesalahan kalian di kompetisi kemarin)? “ pertanyaan Mserrano yang terkesan mengintimidasi membuat Nara dengan cepat menganggukan kepala.


“ ok hvis du er sikker (baiklah kalau kamu yakin..) “ ucapan Mserrano membuat Nara tersenyum lebar di balik kain niqab hitamnya.


Melihat Marius dan Nara mengikuti langkah kaki para manager membuat anggota D4rkcC0d3 berjalan sedikit cepat menyusul mereka. Mserrano mulai mengetik sesuatu, untuk 2 menit kedepan menjadi waktu yang menegangkan bagi D4rkC0d3 terutama bagi Morten.


“ bare i dag kan du bruke dette rommet... (hanya hari ini saja kalian bisa menggunakan ruangan ini...) “ ucapan Mserrano membuat Nara segera mendekati satu unit komputer berwarna putih.


Jari jemari Nara mulai mengetik nama, tipe, jenis, bahkan interface serta kabel apa saja yang mereka pakai di kompetisi kemarin. Satu persatu anggota D4rkC0d3 mengikuti apa yang Nara lakukan, ketiga manager hanya memperhatikan dengan melipat kedua tangan mereka di dada. Selama kurang lebih 30 menit D4rkC0d3 membuat simulasi jaringan komunikasi data sesuai dengan kompetisi kemari. Nara dan yang lainnya mulai menjelaskan secara bergantian apa yang sudah mereka lakukan kemarin. Barra menatap Morten dengan tatapan penuh curiga karena di saat yang lain sangat antusias menjelaskan apa saja yang sudah mereka lakukan, tapi Morten terlihat jelas seperti menutupi sesuatu. Hingga saat Nara mengatakan apa yang seharusnya javex dan Morten lakukan, Morten terlihat gugup saat hendak menyentuh keyboard.


“ starsiv....hva er det med deg (starsiv.... ada apa denganmu)? “ tanya Marius yang masih tidak paham keadaan Morten.


Dengan rasa gugup Morten mengetik dan saat hendak menekan tombol enter, Morten memalingkan badan dan dengan menundukkan kepala.


“ beklager jeg har gjort en fatal feil som gjør at vi ikke kan hacke the duck server og hackerscrew samtidig


(maaf aku sudah membuat kesalahan fatal membuat kita tidak bisa meretas server the duck dan hackerscrew di waktu yang bersamaan) “ ucap Morten dengan penuh rasa bersalah.

__ADS_1


Morten mulai menjelaskan kesalahan apa yang sudah dia buat hingga membuat Nara dan yang lainnya kerepotan, Jonathanj dan Mserrano menatap Morten dengan rasa terkejut karena baru kali ini melihat seorang starsiv bisa bertindak begitu ceroboh.


Nara dan yang lainnya menatap Morten dengan tatapan tidak percaya bahwa tindakan Morten yang membuat mereka harus menerima kekalahan kemarin.


__ADS_2