NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 212 ANALISA


__ADS_3

“ i morgen tidlig klokken fem skal alle være klare på forsiden (besok pagi jam 5 kalian semua harus sudah siap di halaman depan) “ ucapan Barra yang tegas membuat D4rkC0d3 dengan cepat melangkah masuk ke dalam kamar tidur masing.


Tidak terkecuali Nara yang sudah menarik lengan Afkar untuk masuk ke dalam kamar. Nara segera melepas semua kain yang menutupi tubuhnya dan mengganti dengan pakaian tidur yang longgar dan nyaman. Belum juga Afkar naik ke ranjang, Nara sudah menarik kembali lengan kanan Afkar dan melingkarkannya tepat di atas perut buncitnya.


Malam ini Nara hanya ingin tidur memejamkan kedua matanya yang mulai terasa pedih dan seluruh tubuhnya yang terasa penat, Afkar memahami apa yang Nara rasakan dan hanya memeluknya erat membiarkan Nara terlelap di dalam pelukkan hangatnya.


Menjelang pagi setelah sholat Shubuh, Marius dan Morten sudah rapi dengan celana sport juga kaos sport lengan panjang. Melihat kedatangan javex dan dbuq membuat Morten pelan-pelan memalingkan wajahnya melihat sisi lain halaman kediaman Afkar. Marius merasa sikap Morten sedikit aneh dan janggal tapi Marius belum bernai mencari tahu lebih terhadap sikap Morten. Nara datang dengan perlahan mendekati mereka berempat, setelah menunggu kurang lebih selama enam menit. Akhirnya Barra datang dengan Mari.


“ dere fire går rundt tre blokker fem ganger (kalian berempat keliling tiga blok sebanyak lima kali) “ ucap Barra sambil membetulkan papan skateboard yang dia temukan di dalam lemari.


Marius, Morten, dbuq dan javex tertunduk lesu melihat apa yang keluar dari balik punggung manager mereka.


“ Mari... du huske hva Neptunia måtte gjøre (Mari... kamu ingat apa yang harus Neptunia lakukan) “ Mari menjawab pertanyaan Barra dengan mengacungkan ibu jari tangan kanannya.


Barra membawa mereka berempat keliling sesuai ucapannya, Nara tertunduk lesu merasa bersalah pada keempat rekannya juga kepada Barra. Mari membawa Nara berjalan mengelilingi taman belakang dan sesekali Mari menyuruh Nara untuk duduk sekedar melemaskan lutut.


Afkar hanya bisa memandang apa yang Mari lakukan pada Nara, kali ini Afkar tidak bisa membantu banyak karena Afkar pun merasa bahwa kompetisi kemarin ada sesuatu yang tidak beres pada jaringan yang mereka buat.

__ADS_1


Tepat pukul tujuh lebih tiga puluh, Barra membawa masuk D4rkC0d3 dan berkumpul dengan Nara juga Mari. Keringat membasahi seluruh kaos ke empat rekan Nara, begitu juga dengan Nara. terlihat jelas kain hitam yang menutupi dahinya basah oleh keringatnya.


“ halv ni går vi til klubbhuset.... spiser frokost på stedet som vanlig (sembilan tiga puluh kita berangkat ke club house.... makan pagi di tempat seperti biasa) “ ucap Barra tegas.


Nara dan yang lainnya kembali masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti dengan pakaian bersih, di meja makan sudah tersedia berbagai menu makan pagi. Afkar memperhatikan Nara menuruni anak tangga tanpa berkedip, dalam otaknya hanya satu yang di pikirkan.


“ apa yang masih sayang pikirkan..... masih ada dua kompetisi lagi sebelum kompetisi NSEC “ gumam Afkar sambil menarik kursi untuk Nara duduk makan pagi.


Kelima anggota D4rkC0d3 makan pagi tanpa bersuara sama sekali bahkan suara dentingan sendok dan garpu pun tidak ada. Dan tepat sesuai yang Barra ucapkan, mereka berlima berangkat ke club house. Tapi kali ini Afkar dan Lief tidak bisa ikut mereka karena Afkar harus melakukan sedikit analisa pada pergerakan saham milik Davis selama satu dua tahun terakhir ini.


Melihat kedatangan D4rkC0d3 membuat suasana tersendiri bagi club house, Mserrano yang sudah mengetahui maksud dan kedatangan Barra beserta timnya segera menunjukkan ruang latihan yang bisa D4rkC0d3 gunakan. Karena sebagian besar anggota tim BlackShiled dan RedShield adalah mahasiswa, hanya Fartso dan Remsio yang terlihat berlatih di ruang latihan yang berbeda dengan D4rkC0d3. Melihat kedatangan D4rkC0d3 yang terlihat jelas tidak bersemangat membuat Remsio dan Fartso tergelitik untuk mencari tahu.


“ kalau melihat raut wajah manager Singgih.... pasti mereka membuat kesalahan yang fatal “ ucap Fartso menganalisa wajah Barra yang terlihat jelas tidak senang.


Mereka berdua masih saja memperhatikan D4rkC0d3 hingga tanpa mereka berdua sadari Jonathanj sudah berada di belakang mereka.


“ lihat apa kalian? “ ucap jonathanj membuat Fartso dan Remsio terkejut.

__ADS_1


“ mereka kenapa.... manager? “ tanya Remsio ingin tahu.


“ kalau melihat raut wajah Singgih...... sepertinya D4rkC0d3 sudah membuat kesalahan fatal tapi Singgih belum tahu apa kesalahan itu dan kalau melihat wajah-wajah D4rkC0d3 yang begitu.... pasti salah satu dari mereka membuat kesalahan tapi tidak tahu siapa yang sudah membuat kesalahan “ ucap Jonathanj mencoba menganalisa raut wajah D4rkC0d3.


Di dalam ruangan tempat D4rkC0d3 berada.


“ dere tenk på hva dere gjorde galt i gårsdagens konkurranse.... (kalian renungkan apa kesalahan kalian di kompetisi kemarin....) “ ucapan Barra yang tegas membuat kelima anggota D4rkC0d3 tertunduk semakin dalam.


Nara memainkan jari jemarinya membuat Barra mengusap kasar wajahnya, begitu juga dengan Marius dan dbuq yang terlihat jelas menggelengkan kepala memikirkan semua hal yang sudah mereka lakukan di kompetisi kemarin. Sementara javex memainkan kedua jari telunjuknya di meja seperti mengingat port dan kabel berapa saja yang sudah dia pindahkan kemarin, sedangkan Morten terlihat berusaha menguatkan diri untuk mengatakan bahwa dia yang sudah membuat kesalahan fatal itu.


“ fra i dag til dagen før avreise til Sydney..... skal du trene her (mulai hari ini sampai sehari sebelum keberangkatan ke Sydney..... kalian akan berlatih disini) “ ucapan tegas Barra membuat kelima anggota D4rkC0d3 kesulitan menelan ludahnya sendiri.


Barra meninggalkan mereka dan menenangkan diri di dalam ruang kerja Jonathanj, melihat kemana Barra melangkah membuat Jonathanj segera mengikutinya. Remsio dan Fartso melihat kesempatan ini sebagai peluang untuk mencari tahu keadaan D4rkC0d3 yang sebenarnya.


Javex mulai berbicara mengatakan apa saja yang sudah dia lakukan kemarin begitu juga dengan dbuq, Marius mengerutkan kulit di antara kedua alisnya dan dahinya. Marius berpikir keras mengingat apa saja yang sudah dia ketik, dan tiba-tiba Nara berdiri mengambil laptopnya. Melihat Nara yang sudah menyiapkan laptop membuat javex, dbuq dan Marius mengambil laptop masing-masing begitu juga dengan Morten. Marius memperlihatkan script yang dia ketik pada javex juga dbuq dan Morten, begitu juga dengan dbuq hingga membuat Nara menggaruk kepala yang mulai terasa pening karena belum menemukan kesalahan yang membuat mereka kalah.


“ ta med alle bærbare datamaskiner.....vi må se på det hele på en måte (kemarikan semua laptop..... kita harus melihatnya semua dalam satu sisi) “ ucap Marius sambil menarik laptop Nara agar berada tepat di samping laptopnya.

__ADS_1


Sekarang kelima laptop berjajar sehingga kelima anggota D4rkC0d3 dapat melihat semua layar laptop dalam satu gerakan mata. Disaat D4rkC0d3 sibuk mencari kesalahan mereka, tiba-tiba Remsio dan Fartso masuk tanpa suara.


__ADS_2