NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 88 SILSILAH


__ADS_3

Selepas sholat Isya' pukul 21:01 waktu Oslo, kedua mata Nara mulai berat dan segera tertidur dengan memeluk paha kanan Afkar. Afkar tersenyum melihat posisi tidur istrinya yang menurutnya aneh. Sementara Afkar membuka-buka halaman buku yang dia ambil dari ruang kerja, buku berjudul Rosenkrantz slektstre atau silsilah keluarga Rosenkrantz.


“ kalau Lief mengenalnya kemungkinan dia generasi ke-5 atau ke-6..... “ gumam Afkar sambil membuka halaman yang mencantumkan nama-nama di silsilah keluarga Rosenkrantz.


Afkar termasuk dalam garis silsilah keluarga luar karena hanya nenek bunyutnya yang memiliki nama belakang Rosenkrantz, berbeda dengan Kalle Fredrik juga Holger yang masih dalam garis silsilah keluarga dalam karena ayah mereka masih bernama belakang Rosenkrantz.


“ generasi ke-5 Amma, Aunty Felissa, Uncle Oswinn, Uncle Jorge dan Uncle Larson..... ini yang aku kenal.... dan hanya ini saja di generasi ke-5..... apa dia generasi ke-6..... “ gumam Afkar yang mulai merasa penat.


Afkar meletakkan buku tersebut di nakas sisi ranjang dengan menahan kepala Nara, Afkar merubah posisinya untuk berbaring dan memeluk Nara.


“ siapa dia.... Kalle anak tunggal, Holger anak pertama kedua adiknya perempuan dan kedua adik Fredrik aku sangat mengenal mereka.... lantas siapa orang itu “ gumam Afkar sambil memeluk erat Nara.


Nara semakin nyaman dan semakin menjadikan Afkar sebuah guling baginya.


“ ini kenapa kaki kesini.... jadi berasa seperti guling “ ucap Afkar sambil melirik melihat kaki kanan yang sudah berada di atas pahanya.


Terlalu penat memikirkan kemungkinan siapa sosok tersebut akhirnya Afkar ikut terlelap dengan hanya memeluk Nara karena kaki Nara sudah berada di atas paha Afkar. 5 menit setelah masuk waktu shubuh Afkar terbangun dan segera melaksanakan sholat shubuh, setelah sholat shubuh Afkar kembali memeluk tubuh istrinya menenggelamkan wajahnya di tengkuk Nara. Karena rentang waktu antara shubuh dan matahari terbit masih 3 jam lagi, jadi Afkar menghabiskan waktu dengan kembali tidur memeluk Nara.


30 menit setelah matahari terbit Nara terbangun karena merasakan dorongan untuk buang air kecil, Dengan sedikit memaksa Nara memindahkan tangan Afkar dari tubuhnya dan membuat Afkar ikut terbangun. Afkar melihat Nara yang berlari kecil masuk ke kamar mandi, setelah menunggu beberapa detik Nara keluar dan menuju ruang ganti pakaian. Mungkin bila tidak mengingat bahwa Nara masih dalam masa nifas, bisa jadi Afkar menerkamnya.


“ ganti pembalut? “ tanya Afkar saat melihat Nara berjalan mendekati ranjang.


Nara menganggukan kepala menjawab pertanyaan Afkar dan kembali masuk ke dalam pelukan Afkar.

__ADS_1


“ Lama juga masa nifas sayang “ ucap Afkar sambil menyusupkan tangan kirinya ke balik kaos untuk membelai punggung Nara.


Nara tersenyum mendengar ucapan Afkar yang lebih terdengar seperti sebuah keluh kesah karena tidak bisa menyalurkan hasratnya. Afkar pelan-pelan kembali tertidur karena masih merasa pening, tapi tidak dengan Nara. Nara pelan-pelan masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh mereka dan meraih sesuatu yang masih tertutup oleh boxer. Dengan halus Nara meraba memijat aset Afkar, saat Nara semakin sibuk dengan aset Afkar tanpa Nara sadari Afkar terbangun dan mengeram frustasi.


“ Sa.... yang..... “ suara berat Afkar seperti menahan rasa untuk meminta lebih.


Nara mengeluarkan kepalanya dari dalam selimut dan mencium bibir Afkar, Afkar memanfaatkan ciuman itu dengan mengulum semua bibir istrinya. Disela-sela ciuman itu Nara tersenyum dan memandang mata Afkar yang sudah berkabut dengan hasrat meminta lebih pada Nara, Nara paham dan segera kembali masuk ke dalam selimut. Kembali sibuk memanjakan asset Afkar. Nara melakukan hal yang sama yang kemarin dia lakukan pada asset Afkar, Afkar semakin frustasi tak dapat menahan tangannya dan segera membuka selimut melihat apa yang Nara lakukan.


Selama kurang lebih 10 menit Nara membangkitkan keinginan lebih Afkar dan 20 menit memanjakan asset Afkar, cukup membuat Afkar frustasi dan tidak tahan untuk segera mengeluarkan cairan cement miliknya. Sedangkan Nara memanjakan asset Afkar dengan cara lebih pelan dari kemarin yang semakin membuat Afkar frustasi. Menyentuh kedua pipi Nara mengarahkan assetnya untuk meminta indera pengecap Nara melakukan hal yang lebih tidak butuh waktu yang lama mulut dan indera pengecap Nara memanjakan asset Afkar hingga cairan cement memenuhi mulut Nara.


Afkar mengatur nafas sementara Nara membersihkan sisa cairan cement di sekitar mulutnya. Afkar tersenyum bahagia melihat apa yang sudah Nara lakukan padanya.


“ mas mau mandi sekarang apa nanti? “ tanya Nara yang sudah berdiri dari ranjang.


Nara malu dan berjalan cepat masuk ke kamar mandi.


“ Hahahahaha..... menggemaskan “ ucap Afkar sambil melihat assetnya yang sudah tertidur.


Karena Fajrin sudah kembali ke Jakarta maka setiap pagi yang akan memasak menu makan pagi Afkar dan Nara adalah seorang koki imigran yang berasal dari Turki. Ines mendapatkan koki tersebut berdasarkan informasi Lief.


“ Mas.... hari ini boleh tidak Nara ke markas Shield? “ pertanyaan Nara seketika membuat Afkar teringat akan target kompetisi yang dia buat untuk Nara.


“ boleh.... nanti mas akan antar sayang sendiri. “ Nara tersenyum mendengar ucapan Afkar.

__ADS_1


Ponsel Afkar berdering saat hendak berdiri dari kursi makan.


“ Sebentar sayang.... Lief telepon “ ucap Afkar sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Nara.


Sementara Nara membersihkan peralatan makan yang mereka pakai di dapur, Afkar terlihat sangat serius berbicara dengan Lief.


“ Er du sikker på at han er sjette generasjon? Er det en onkel fra femte generasjon jeg ikke kjenner? (kamu yakin dia generasi ke-6? Apa ada uncle dari generasi ke-5 yang aku tidak kenal?) “ tanya Afkar serius.


“Jeg vil forklare alt du vil vite, men ikke over telefon (saya akan jelaskan semua yang anda ingin tahu tapi tidak melalui telepon) “ Afkar menarik nafas panjang melihat wajah Lief di layar ponsel yang terlihat jelas sangat kesal.


“ Greit etter å ha overlatt Nara til skjoldet, skal jeg på kontoret (baiklah setelah menyerahkan Nara pada Shield aku akan ke kantor) “ ucap Afkar yang melihat Nara sudah bersiap dengan kain hitam yang menutupi seluruh tubuh kecuali kedua matanya.


“ Nara sudah siap “ ucap Nara yang sudah berdiri tidak jauh dari Afkar menerima panggilan video dari Lief.


Afkar memasukkan ponselnya ke dalam saku dan melangkah mendekati Nara. Tangan kanan Afkar memeluk pinggang ramping Nara dan menekan hingga menepel di tubuhnya.


“ sayang sekali jejak mas tidak kelihatan “ Nara cemberut mendengar ucapan Afkar.


“ nanti jejak mas disini saja..... bagaimana “ ucap Nara sambil meraih tangan kiri Afkar dan menyelipkan di antara kedua tubuh mereka tepat di perut Nara.


Afkar tersenyum melihat tingkat Nara.


“ jadi kapan periode pertama sayang? “ Nara meringis terlihat dari sudut matanya yang menyipit mendengar pertanyaan Afkar.

__ADS_1


Saat mereka sedang larut dalam pelukan, tiba-tiba Ines memberi tahu bahwa mobil yang akan membawa mereka sudah siap di depan.


__ADS_2