NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 138 MENEGANGKAN


__ADS_3

Marius segera melaporkan flag yang mereka temukan sesuai apa yang Nara ucapkan. Sedangkan Nara berusaha keras menahan kelopak matanya yang semakin berat. Semua orang menjadi cemas dan kuatir bila flag yang Marius salah, sedangkan Nara semakin sering menggerak-gerakan kelopak matanya.


Menunggu konfirmasi dari kebenaran flag adalah hal yang seharusnya terasa sebentar tapi jadi terasa sangat lama bila kedua mata dan badan sudah terasa lelah. Disaat semua orang terlihat berharap-harap cemas akan hasil dari flag yang D4rkC0d3 laporkan, tiba-tiba Barra bertepuk tangan pelan membuat para manager juga para pemain saling melihat dan bertanya-tanya.


“ hva med flagget vårt .... er det virkelig det arrangørene mener (bagaimana flag kami.... apa benar itu yang penyelenggara maksud)? “ tanya Morten tidak sabar.


Barra tersenyum dan kakak beradik Yilmaz segera melihat layar komputer mereka seketika mereka meloncat dari kursi dengan girang, begitu juga dengan para manager dan para pemain. Mereka bersorak sorai begitu melihat perolehan jumlah poin yang D4rkC0d3 peroleh meskipun juri kompetisi belum memutuskan siapa pemenang kompetisi ini. D4rkC0d3 mampu menyelesaikan semua tantangan dan di setiap tantangan selalu memiliki sisa waktu, ini menjadi poin tersendiri bagi D4rkC0d3.


Di saat semua orang bergembira karena jumlah total perolehan poin D4rkC0d3 terlihat di layar komputer mereka juga di layar LCD yang berada di luar ruangan, kepala Nara sudah tertunduk dalam. Tidak ada yang menyadari bahwa Neptunia sudah tertidur, pedihnya mata dan beratnya kelopak mata sudah tidak mampu lagi Nara tahan. Afkar memberi isyarat tangan pada Barra untuk melihat kondisi Nara, Barra mendekati Nara yang tertunduk dalam.


“ Neptunia.... “ panggil Barra pelan tapi tidak mendapat respon apa pun dari Nara.


“ Ra.... Nara.... “ sekali lagi Barra mencoba memanggil Nara tapi tetap tidak mendapatkan respon apa pun.


Saat Barra menyentuh bahu Nara dengan pelan, tiba-tiba tubuh Nara miring ke kiri membuat Barra segera menahan kedua bahu Nara agar tetap di posisinya. Melihat ada yang tidak beres dengan Nara, Afkar menepuk dahinya.


“ Nanwei, det ser ut til at du må gjenopprette funksjonen til rommet mitt (Nanwei, sepertinya kamu harus mengembalikan fungsi ruanganku) “ ucap Afkar sambil memijat pelipis kanannya.


Jumlah poin para tim yang telah berhasil menyelesaikan semua tantangan hingga final sudah terlihat semua di layar komputer mau pun LCD tapi pihak penyelenggara belum memutuskan pemenang kompetisi ini mengingat masih ada 2 tim dan masih ada sisa waktu 4 menit sebelum waktu habis. 4 menit yang terasa lama bagi kakak beradik Yilmaz juga Barra karena posisi Barra yang harus menahan bahu Nara untuk mempertahankan posisinya di bawah tatapan tajam mata Afkar.

__ADS_1


“ Morten du holder Neptunia slik .... Jeg må gå inn i nettverket som din vakthund (Morten kamu pegang Neptunia seperti ini.... aku harus masuk ke jaringan sebagai pengawas kalian) “ Morten segera memegang kedua bahu Nara menggantikan posisi Barra.


Semua orang berharap-harap cemas apakah D4rkC0d3 berhasil menempati 3 besar atau tidak, 2 tim terakhir sudah menyelesaikan tantangan di final dan masih menunggu keputusan penyelenggara. Terlihat Barra memijat tengkuknya dan menyandarkan punggung di sandaran kursi, seperti sudah terlepas beban pikirannya.


Beberapa detik kemudian di layar komputer mau pun di layar LCD mulai terlihat nama tim, peringkat jaringan tim, dan jumlah perolehan poin. Sampai di peringkat 5 jaringan nama D4rkC0d3 masih belum terlihat membuat semua orang kembali terlihat tegang, cemas dan kuatir. Tapi Barra tersenyum melihat Afkar yang terlihat jelas sangat tidak sabar untuk segera menyingkirkan kedua tangan Morten yang menahan kedua bahu Nara.


Saat layar komputer dan LCD mulai menampilkan peringkat 3 jaringan dengan jumlah poin perolehan tim di 7 tantangan pertama, seluruh ruangan yang semula sepi senyap seketika menjadi riuh karena jumlah poin yang menempati peringkat 3 jaringan bukan jumlah poin D4rkC0d3.


“ nervepirrende (menegangkan) “ ucap p4rr0t


“ På slutten av denne sesongen vil vi ha et merkelig programmeringsspråk og algoritmeopplæringsplan (akhir musim ini kita akan mendapat jadwal latihan bahasa pemprograman dan algorithma aneh) “ ucap D4em0n


Beberapa pemain yang mendengar pembicaraan itu seketika menjadi terdiam lemas, mereka terduduk kembali di kursi.


“ og sikkert .... det vi får hver måned vil være bedre enn denne sesongen, bonuser .... lønn .... fasiliteter .... hva annet ... (dan yang pasti.... apa yang kita dapat setiap bulan akan lebih baik dari musim ini, bonus.... gaji.... fasilitas.... apa lagi... ) “ ucap Harrier


Beberapa pemain yang mendengar pembicaraan mereka berdua menjadi memiliki semangat untuk menerima penambahan jadwal latihan di akhir musim ini.


Beberapa menit kemudian seluruh ruangan semakin riuh, para manager juga para pemain meloncat kegirangan karena nama D4rkC0d3 menduduki peringkat 1 jaringan.

__ADS_1


“ peringkat 1 tapi poin mereka hanya berselisih 1 poin dengan peringkat 2 “ gumam Afkar dalam hati dan beranjak dari kursi melangkah menuju ruang kaca tempat D4rkC0d3 berada.


Dengan tatapan tajam Afkar mendekati Morten yang pelan-pelan membuat jarak di belakang Nara meski pun ujung-ujung jarinya masih menahan bahu Nara. Saat Afkar sudah memperpendek jarak dengan Nara, Morten segera menjauhkan ujung jari jemarinya dari bahu Nara dan dengan sigap Afkar memegang Bahu Nara.


“ GUN .... ikke vær sint .... det var manager Singgih som ba meg om å erstatte ham (GUN.... jangan marah.... manager Singgih yang memintaku mengantikannya) “ ucap Morten sedikit takut bila Afkar akan memarahinya.


“ ganske bra arbeidet ditt (lumayan bagus usaha kalian) “ ucap Afkar pelan sambil menahan kepala Nara agar tidak menunduk.


Dengan tangan kirinya Afkar menahan kepala Nara sedangkan tangan kanannya mengetik sesuatu untuk mengeluarkan nama jaringan Neptunia dari server kompetisi. Afkar mengangkat tubuh Nara dan membawa ke dorm milik Barra, Nanwei menarik nafas panjang melihat perlakuan Afkar.


“ Verden din har forandret seg siden du møtte ham (duniamu berubah sejak kamu mengenalnya) “ gumam Nanwei sambil memperhatikan Afkar yang berjalan menuruni tangga.


Di luar sudah gelap sehingga tidak memungkinkan Afkar untuk membawa Nara kembali ke apartement, Afkar meletakkan tubuh Nara di ranjang dorm milik Barra. Melepas simpul ikatan niqab, hijab, sarung tangan dan sepatu juga kaos kaki Nara. Saat Afkar melepas sepatu dan hendak menggulung lengan kemeja, tiba-tiba Barra masuk.


“ dia masih belum bisa menyesuaikan diri dengan jadwal kompetisi disini “ ucap Barra yang sudah meletakkan pantat dan punggungnya di sofa dengan kasar.


“ dulu waktu di jakarta setiap kali sebelum kompetisi berlangsung, dia selalu menyempatkan tidur meski pun hanya 2 atau 3 jam.... tapi sini beda.... dia hanya perlu waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan jadwal kompetisi disini “ ucap Afkar yang sudah duduk di pinggir ranjang.


“ malam ini kalian tidur di sini lagi? “ Afkar menganggukan kepala menjawab pertanyaan Barra.

__ADS_1


“ baiklah... ini malam terakhir kalian tidur di dormku.... mulai besok dorm paling ujung buat kalian.... aku capek tidur di sofa karena kalian “ ucap Barra yang sudah merebahkan tubuhnya di sofa.


Begitu juga dengan Afkar yang mulai memeluk tubuh lelap Nara, mencium dahi pipi dan ciuman kecil di bibir sebelum ikut memejamkan mata.


__ADS_2