
“mas paham..... sayang tidak bisa melupakan hal itu..... tapi bukan berarti sayang harus selalu lari di permasalahan....” Afkar berusaha merayu Nara untuk memperbaiki sistem keamanan game yang sampai hari ini hari ketiga batas waktu bagi Ubet untuk memperbaikinya.
“kalau mas paham..... kenapa mas masih berusaha membujuk Nara?” ucap Nara yang mulai kesal dan meninggalkan Afkar sendiri di sofa.
Afkar bingung harus bagaimana lagi membujuk istrinya untuk melakukan sedikit perbaikan pada game yang dua hari lagi akan mereka luncurkan, meskipun Afkar sudah mendapatkan informasi tentang peristiwa yang Nara alami selama Fajrin mengerjakan project di Jaipur.
“sayang..... “Afkar duduk di tepi ranjang dan kembali rambut hitam Nara.
“baiklah kalau sayang tidak bersedia membantu mas kali ini.” Ucap Afkar sedih karena pikirannya sudah buntu dan tidak mungkin Afkar sendiri yang melakukan perbaikan sistem keamanan game karena Algoritma yang Ubet pakai tidak dia kuasai.
“sepertinya tidak ada jalan lain..... mas tidak akan memaksa sayang..... mas pergi dulu.... sayang jangan lupa makan siang ya...” ucap Afkar sambil mengecup kepala Nara.
Afkar keluar kamar dan segera menuju ke kantor Kant Software karena hari ini batas waktu bagi Ubet untuk melakukan perbaikan sistem keamanan game.
Ubet tertunduk tidak bisa memberikan penjelasan apa pun tentang kemajuan programnya, Afkar dan Zehed memandangnya tanpa mengatakan apa pun.
"Zehed..... Escape Room'u, piyasaya sürüldüğü sırada, düzeltilmeyen birçok boşluk nedeniyle hayal kırıklığına uğrayan birçok oyuncunun olması riskiyle başlatmaya inanıyor musunuz? kZehed..... apa kamu ada keyakinaan meluncurkan Escape Room dengan resiko saat peluncurannya akan banyak para gamers yang kecewa karena banyaknya celah yang belum diperbaiki” pertanyaan Afkar membuat Zehed merasa merinding.
"hayır efendim... oyunun başlangıcında utanmaktansa, güvenlik sistemini bitene kadar onarsak daha iyi olur (tidak tuan.... lebih baik kita memperbaiki sistem keamanan sampai selesai dari pada menanggung malu saat peluncuran game)" ucap Zehed dengan suara bergetar.
"Neden bir takımda birlikte çalışamadığınızı ve ayrıca oyun yaratmadaki eksikliklerinizi zaten biliyorum...... ama bu sefer bencilliğinizi bir kenara atamaz mısınız (aku sudah tahu kenapa kamu tidak bisa bekerja sama dalam sebuah tim dan juga kekuranganmu dalam menciptakan sebuah game...... tapi tidak bisakah untuk kali ini kamu membuang jauh-jauh rasa egois kamu)?” ucapan Afkar membuat tubuh Ubet semakin tegang dan kaku.
Ubet terdiam tidak bisa berkata-kata di dalam otaknya kenangan beberapa peristiwa beberapa tahun lalu kembali muncul membuatnya menyesal dan sedih.
"bana oyun güvenlik sistemini düzeltmek için iki gün önce ne yaptığını söyle (ceritakan apa saja yang sudah kamu lakukan dua hari lalu untuk memperbaiki sistem keamanan game)?” ucapan Afkar yang tegas membuat Ubet semakin tegang.
Afkar duduk di sofa sedangkan Zehed berdiri tepat di samping kiri Afkar, mereka berdua memperhatikan Ubet yang terlihat jelas sangat tegang dan takut keringat dingin mengalir di tengkuknya. Dengan memberanikan diri Ubet mencoba menceritakan apa saja yang sudah dia lakukan untuk memperbaiki sistem kemanan game termasuk mencoba menghubungi kontak nomor Nara yang diberikan oleh seorang rekannya di Jakarta.
__ADS_1
"Oyununuzun güvenlik sistemini düzeltebilecek tek genç o mu? başka yok? (apa hanya junior itu yang bisa memperbaiki sistem keamanan game buatan kamu? tidak ada yang lain?)” pertanyaan Afkar yang terkesan dingin semakin membuat Zehed merinding dan Ubet semakin tegang dan gelisah.
"Intercal programlama dilini kullanarak bir akış modeli ile rijndael iki beş altı algoritmasını anlayan tek kişidir.... Intercal programlama dilinde 'günaydın jakarta' yazma görevini başarıyla tamamlayan tek öğrencidir. (hanya dia yang memahami algorithma rijndael dua lima enam dengan model stream menggunakan bahasa pemprograman Intercal.... dia satu-satu mahasiswa yang berhasil menyelesaikan tugas membuat tulisan ‘good morning jakarta’ dengan bahasa pemprograman Intercal.)” Ucap Ubet dengan terbata-bata karena takut bila Afkar akan semakin marah.
"İnterkal? belirgin bir kısaltma olmadan derleyici programlama dili?.... sadece o olduğuna emin misin? Başka yok mu? (Intercal? bahasa pemprograma compiler tanpa akronim yang dapat diucapkan?.... kamu yakin hanya dia? Tidak ada yang lain?)” kembali Afkar bertanya untuk meyakinkan akan jawaban Ubet.
Afkar memandang Ubet penuh tanya tentang istrinya yang tidak dia ketahui.
"çıkmak (keluarlah)” perintah Afkar membuat Ubet dan Zehed bingung.
"Zehed yüksek nitelikli bir MacO dizüstü bilgisayar hazırla ve beni lobide bekle..... beni otele geri götür (Zehed siapkan satu laptop MacOs dengan kualifikasi tinggi dan tunggu saya di lobi..... antar aku kembali ke hotel).” Ucap Afkar sebelum Zehed menutup pintu.
Afkar mencoba menghubungi ponsel Nara berkali-kali tapi tidak terhubung sama sekali. Sampai di lobi hotel Afkar meminta Zehed untuk mengaktifkan server yang menyimpan database Escape Room dan menyuruhnya untuk menghubungi Ubet serta tim-nya untuk standby.
Afkar masuk ke kamar meletakkan laptop di meja dekat sofa dan mencari Nara, Nara tidak ada di dalam kamar Afkar menghubungi ponsel Nara tapi masih belum tersambung juga. Afkar gelisah karena baru kali ini Nara pergi tanpa memberitahunya, Afkar menghubungi Yilmaz bersaudara tapi tetap tidak tahu dimana Nara. Afkar terduduk di sofa menyesali perdebatan mereka tadi pagi yang memaksa Nara untuk memperbaiki sistem keamanan game Escape Room. Saat Afkar berpikir keras kemana kira-kira istrinya pergi, tiba-tiba pintu kamar terbuka Afkar melihat Nara membawa dua buah kotak coklat dan tiga gelas minuman coklat.
Afkar segera memeluk erat tubuh Nara membuat Nara bingung.
“mas kenapa?” tanya Nara bingung.
“sayang.... kamu dari mana? Dari tadi mas menghubungi sayang tapi tidak ada jawaban sama sekali.” Ucap Afkar yang masih memeluk erat Nara dan mencium berkali-kali puncak kepala Nara.
“Nara beli ini..... ponsel sedang Nara charge di kamar" ucap Nara santai.
Afkar melepas pelukkannya dan mengambil semua barang bawaan Nara, Nara melepas niqab hijab dan abaya berganti dengan pakaian santai kemeja Afkar.
“sayang..... sayang masih marah sama mas?” tanya Afkar yang sudah membuka satu kotak coklat dan memegang satu buah coklat yang akan dia suapkan pada Nara.
__ADS_1
“sedikit..... “ jawab Nara singkat.
“mas harus melakukan apa supaya sayang bersedia membantu mas memperbaiki Escape Room agar dalam dua hari ini siap diluncurkan ?“ tanya Afkar sambil membukakan satu minuman coklat untuk Nara.
“tidak ada..... Nara akan melakukan tanpa syarat apa pun.” Jawab Nara singkat sambil meraih laptop yang tergeletak di meja.
“mas janji.... akan memenuhi semua permintaan sayang....” ucap Afkar yang sudah ikut memakan satu buah coklat.
“yakin.... mas mau memenuhi semua permintaan Nara? Tidak akan ada penolakan?” tanya Nara meyakinkan Afkar.
“yakin sayang.....” ucap Afkar sambil mengecup puncak kepala Nara.
“jadi..... Nara harus pakai nama jaringan siapa? Neptunia? GUN? Abarra? 4beta? Remsio? Atau Fartso? “ pertanyaan Nara membuat Afkar membulatkan kedua matanya terkejut mendengar pertanyaan Nara.
“pakai nama jaringan yang lain jangan nama mereka dan jangan nama Neptunia" ucap Afkar yang masih tidak percaya dengan pertanyaan Nara.
“baiklah.... Nara pakai ini saja" ucap Nara sambil mengetik sesuatu.
“Black Riley.....?” ucap Afkar heran saat Nara mengetik sebuah Nama untuk memulai aksinya.
Afkar melihat setiap huruf dan karakter yang Nara ketik, sesekali Nara menghentikan jari jemarinya seperti sedang memikirkan sesuatu. Terkadang kulit di antara kedua alisnya berkerut, kadang Nara memejamkan kedua matanya sesaat seperti menahan rasa kesal dan tak jarang juga Nara menghembuskan nafas dengan kasar. Jari jemarinya masih menari-hari di atas keyboard , Afkar melihat layar laptop yang sudah menampilkan enam session promt yang memiliki fungsi berbeda-beda. Kedua mata Nara bergerak ke kanan dan kiri mengikuti pergerakan kursor yang dia gerakkan dengan jari telunjuk tangan kanannya.
Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh delapan menit akhirnya Nara menekan tombol enter beberapa kali dan mengalihkan kursor ke promt session yang pertama kali dia buka.
“sudah selesai....” ucap Nara singkat sambil mengambil segelas coklat yang masih terasa hangat di tangan
“sudah?” tanya Afkar heran.
__ADS_1
“hemmmm.....” ucap Nara singkat dan berjalan ke mendekati ranjang untuk beristirahat.