
Entah mengapa sejak selesai murojaah pagi ini Nara kembali naik ke ranjang dan lebih memilih bermain dengan ponselnya, Afkar melihatnya dengan heran.
“sayang.... tidak ingin jalan-jalan keluar?” tanya Afkar yang sudah duduk di tepi ranjang dan membelai rambut Nara.
“tidak, lagi ingin di kamar saja...... kalau Nara mau jalan-jalan apa mas bisa menemani Nara?..... pasti tidak bisa..... hari ini pasti mas sibuk persiapan buat besok malam.... lagi pula Marius dan Morten juga sibuk..... kemarin saja mereka sibuk menghubungi teman-teman para gamers yang mereka kenal.” Jelas Nara yang terdengar manja sambil menggeser layar ponsel yang menampilkan wajah Afkar satu persatu saat kompetisi dulu.
Afkar mencium puncak kepala Nara.
“mas ke kantor dulu ya..... besok malam sayang ikut mas..... Assalamualaikum” salam Afkar.
tiba-tiba Nara teringat sesuatu segera bangkit dari ranjang dan berjalan mendekati Afkar.
“mas......laptopnya..... bisa di tinggal?” tanya Nara manja dengan menggerak-gerakkan kedua kelopak matanya.
“laptop? Sayang mau apa?” tanya Afkar heran yang sudah meraih pinggang Nara dengan tangan kirinya.
“ya..... selama disini Nara hanya..... tiga kali memakai laptop......” ucap Nara sambil memainkan jari telunjuk kirinya di dada Afkar.
“sayang...... sayang tidak sedang berusaha menyembunyikan sesuatu bukan?” tanya Afkar dengan tangan kanannya menyentuh dagu Nara untuk membuat Nara menatapnya.
Nara meringis mendengar pertanyaan itu dan Afkar semakin menatapnya dengan heran seperti mencari tahu apakah Nara menyembunyikan sesuatu darinya.
“tidak ada yang Nara sembunyikan..... Nara hanya ingin melihat jadwal kompetisi musim ini..... Nara belum melihatnya sama sekali.....” jawab Nara sambil merajuk cemberut membuat Afkar gemas dan sekilas mencium bibir Nara.
“Mas percaya..... kalau pun sayang menyembunyikan sesuatu dari mas..... mas akan cari tahu sendiri..... mas bisa tanya 4beta atau bang Azkar?” ucap Afkar menggoda Nara.
Nara membuka mulutnya terkejut mendengar Afkar menyebut nama satya dan Azkar.
“mas sudah tahu ya.... sejak kapan?” ucap Nara yang berusaha menunduk tapi dagunya tertahan oleh tangan Afkar.
“satya sudah cerita semua dan pagi ini bang Azkar juga sudah menceritakan semuanya..... bagaimana bang Azkar membuat Ubet lari ketakutan.” Ucap Afkar santai dan mencium bibir Nara sesaat.
“oooo..... jadi boleh Nara pakai laptop mas?” tanya Nara sambil tersenyum lebar dan menggerakan kedua kelopak matanya.
“hahahahaha...... calon Umma.... makin hari makin menggemaskan..... iya... pakai saja ..... tapi ingat jangan pakai nama Neptunia untuk online" ucap Afkar dan mencium bibir Nara untuk beberapa detik.
Pipi Nara bersemu merah pagi-pagi sudah mendapat ciuman yang mengharuskan Nara membuka mulutnya.
“mas pergi dulu ya..... Assalamualaikum” salam Afkar dan melangkah keluar kamar.
Seketika Nara teriak kegirangan karena Afkar mengijinkannya memakai laptop tanpa pengawasan Afkar. Nara segera mengambil ponselnya melanjutkan apa yang dari kemarin dia pikirkan selepas menyelesaikan perbaikan sistem keamanan Escape Room.
“.....”
“hai sis...... bagaimana kabarnya.... bagaikan kompetisi kemarin?” tanya Nara gembira karena mendengar suara siska yang terdengar ceria sekali.
“......” seketika raut wajah Nara sedih mendengar suara sedih siska
__ADS_1
“jangan sedih begitu..... lain kali pasti kamu masuk semifinal.” Nara mencoba menghibur siska.
“...... ”
“delay.....berapa mili detik?”tanya Nara yang sudah duduk di sofa dan menyalakan laptop.
“.....”
“detik..... kok bisa? Apa ada script yang salah atau error?” tanya Nara semakin ingin tahu.
“.....” Nara semakin ingin tahu.
“apa kamu sudah menyalin semua file yang aku tulis?” tanya Nara semakin heran.
“.....” Nara sedih mendengar penjelasan Siska
“bisakah kamu menyalakan laptop dan sambungan ke robot kamu?” tanya Nara semakin ingin tahu.
“..... " Nara membuka mulutnya terkejut mendengar ucapan siska.
“haaa...... hancur" ucap Nara terkejut.
“......” Nara ikut sedih mendengar suara sedih siska.
“begitu ya..... sabar ya..... lain kali pasti kamu menang.” Ucap Nara ikut sedih mendengar bahwa robot buatan siska hancur berkeping-keping saat kompetisi pertarungan robot.
“......”
“.....” Nara tersenyum mengingat pertama kali siska mengajaknya ke Surendra Cyber.
“iya...... terima kasih sudah membantuku" ucap Nara senang mendengar suara tawa siska.
“......”
“iya.... have a safe flight" salam Nara dan memutus panggilan telepon.
Nara memandangi layar laptop berpikir sejenak, beberapa detik kemudian Nara mengingat apa yang sempat dia lupakan untuk melakukan sesuatu dengan laptop itu. Nara mulai mengetik sesuatu mencari informasi di beberapa milis yang dia ikuti, matanya menyipit seperti sedang memikirkan suatu yang menurutnya sangat menarik untuk di lakukan. Nara mengetik sesuatu untuk memulai pembicaraan dengan beberapa para anggota milis yang aktif, Nara terlihat sangat serius hingga tanpa dia sadari lambungnya berbunyi.
Nara berjalan ke sebuah lemari kecil tempat Afkar menyimpan sekotak coklat untuknya dan membawanya ke meja meletakkan di sebelah laptop. Jari jemari Nara kembali mengetik sesuatu, terkadang Nara menyungging senyum tipis karena menemukan sebuah ide yang akan dia lakukan. Nara mengakhiri pembicaraan dengan beberapa anggota milis yang aktif dan mulai masuk ke sistem jaringan internet dengan menggunakan nama black riley, jari jemari Nara sibuk mengetik sesuatu di keyboard. Sesekali Nara menghentikan pergerakkan jari jemarinya seperti sedang memikirkan sesuatu, sesekali Nara mengibaskan kedua tangannya untuk melemaskan jari jemarinya yang terasa kaku karena terlalu bersemangat mengetik. Nara tersenyum lebar melihat apa yang sudah di ketik, jari tengah tangan kanannya beberapa kali menekan tombol enter dan esc.
“semoga saja mereka semua mau membantu.... Aamiin" gumam Nara sambil menarik nafas panjang.
“semoga berhasil..... semoga sukses....” gumam Nara sekali lagi sambil memasukkan sebuah coklat ke dalam mulutnya.
Beberapa menit kemudian layar laptop memperlihatkan sebuah notifikasi dan Nara kembali mengetik sesuatu dengan semangat, kedua bola mata Nara bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti arah pergerakan kursos yang dia gerakan dengan jari telunjuk tangan kirinya. Beberapa menit kemudian Nara menghentikan jari jemarinya dan memandang layar laptop mengamati beberapa script yang dia ketik untuk mencari tahu apakah ada celah yang dapat menimbulkan kebocoran informasi atau beberapa kemungkian virus atau worm yang dapat masuk dan merusak script utama yang dia buat.
Setelah mengamati beberapa menit akhirnya Nara kembali menekan tombol enter dengan jari tengah tangan kanannya, beberapa detik kemudian dengan jari manis dan dan jari telunjuk tangan kirinya Nara menekan tombol ctrl dan S bersamaan. Untuk beberapa detik kedepan Nara hanya melihat layar laptop dan memasukkan sebuah coklat, hingga kembali muncul sebuah notifikasi dan Nara segera keluar jaringan mematikan laptop.
__ADS_1
SINGAPORE
Siska masih merasa kecewa dengan kompetisi tadi malam, tapi bagaimana lagi program robotnya masih jauh dari kata sempurna. Saat siska mengemasi semua barang-barang tiba-tiba ponselnya berdering, siska melihat layar ponselnya dan tertera nama ‘my black bestie'.
“hai Nara” ucap siska gembira melihat Nara menghubunginya
“......”
“aku kalah hanya sampai dua puluh besar” ucap siska sedih
“......”
“robotku terlalu sering membuat delay ” ucap siska sedikit jengkel
“.....”
“bukan mili lagi tapi detik” ucap siska sedih.
“......”
“tidak ada aku sudah memasukkan semua script kamu di IC mikrokontroler yang mengendalikan pergerakan robot” ucap siska cemberut membuat Nara merasa bersalah.
“......”
“aku sudah menyalin semua dari server database kak Fajrin.... kak Fajrin mengijinkan aku memakai komputer server database di rumahnya” ucap siska sambil menghembuskan nafas panjang.
“......” siska menarik nafas panjang mendengar pertanyaan Nara
“tidak bisa.... robotku sudah hancur " jelas siska dengan jengkel.
“......"
“aku hanya membawa beberapa komponen yang masih bisa aku pakai.... casing robot sudah hancur tak berbentuk” ucap siska sedih.
“.....”
“iya... terima kasih sudah membantuku memberi semangat” ucap siska yang mulai melupakan robotnya.
“.... “ ucap Nara sambil mengingatkan project pertama mereka untuk Surendra Cyber.
“enam kali.... dan karena project itu kamu bertemu jodohmu” goda Siska sambil tersenyum mengingat pertama kali Nara bertemu Afkar.
“......"
“Ra.... sudah dulu ya.... aku mau packing semua barang-barangku..... tiga jam lagi aku ke bandara Changi.... aku kembali ke Jakarta hari ini.” Ucap siska sambil memasukkan beberapa komponen ke dalam kopernya.
"......” siska memutus panggilan saat setelah mendengar salam Nara.
__ADS_1