NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 50 REAL WORLD CTF (2)


__ADS_3

Kompetisi sudah berlangsung selama sepuluh jam, hkkiw0823 dan paprika2 juga Neptunia sudah berhasil mengumpulkan enam informasi penting yang sudah di tentukan oleh penyelenggara. Dan jumlah tim sudah berkurang tinggal sepuluh tim termasuk CodeR00t. Nara mendengar tantangan terakhir di putaran final killing, sebuah tulisan muncul di layar laptop seketika Nara berpikir keras karena Nara sama sekali tidak mengenal apa itu NCA


“ guys do you know what NCA is (kalian tahu apa itu NCA)? ” tanya Nara heran


“ ..... ” jari jemari Nara mengetik sesuatu sesuai apa yang hkkiw0823 katakan.


Dalam hitungan dua puluh lima menit semua tim CodeR00t berhasil masuk ke dalam sistem internet NCA, mereka mencari data yang menurut mereka data penggelapan uang. Nara mulai memahami kemana arah kompetisi ini, jari jemari Nara semakin lincah di atas keyboard untuk mencari informasi tentang penggelapan uang yang terjadi di London. Nara membulatkan kedua matanya menatap tidak percaya nilai uang telah di gelapkan.


“ a hundred and eighty billion pounds sterling (seratus delapan puluh milyar pound sterling) " ucap Nara membuat hkkiw0823 dan paprika2 terkejut hampir bersamaan.


“ ...... ”


“ I’ll send the address (aku kirim alamatnya) " ucap Nara sambil mengirim alamat data yang dia sebut tadi.


“ ...... ”


“ yeah right....that's the total value in one year for tax evasion (iya benar.... itu total nilai dalam satu tahun untuk pengelapan pajak ” ucap Nara lemas.


“ ...... ”


“ saya suka kompetisi seperti ini " gumam Nara dalam hati dan tersenyum senang.


Sesuai arahan dari hkkiw0823, Nara segera melaporkan data temuannya dan membuat CodeR00t langsung mendapatkan hadiah uang senilai lima ribu pound sterling.


“ ..... ” puji hkkiw0823 membuat Nara mengulas senyum bahagia untuk sesaat dan dapat melupakan sikap Afkar.


Dari sepuluh tim yang berhasil menyelesaikan tantangan dengan tema NCA hanya lima tim yang mendapatkan informasi yang di butuhkan oleh NCA, pihak penyelenggara kembali menampilkan sebuah tulisan.

__ADS_1


“ IFA....? ” ucap Nara bingung.


Otaknya tak mampu mencerna perintah tantangan dari pihak penyelenggara kompetisi.


“ ..... ” penjelasan paprika2 membuat kepala Nara sedikit pening.


“ so the organizers of this competition want these last five teams to find and collect data about money laundering, and will provide the data to the person or company that wants the data (jadi penyelenggara kompetisi ini menginginkan lima tim terakhir ini mencari dan mengumpulkan data tentang pencucian uang, dan akan memberikan data pada orang atau perusahaan yang menginginkan data itu). “ ucap Nara memperjelas ucapan paprika2


“ ..... ”


“ seriously (serius)? “ ucap Nara tidak percaya.


“ ..... ”


“ ok “ jawab Nara singkat.


“ ini nilai paling besar..... dari mana semua uang ini? “ gumam Nara dalam hati.


Nara belum berani berbagi informasi dengan hkkiw0823 dan paprika2, karena Nara belum menemukan data dari mana asal uang tersebut.


“ ini hanya beberapa bulan saja..... berarti satu dua tahun kemarin nilainya lebih dari ini “ gumam Nara dalam hati tidak percaya bahwa dia menemukan data penggelapan dan pencucian uang.


Nara memijat dahinya yang terasa pening dan memijat kedua alisnya untuk beberapa detik. Sesaat kemudian Nara kembali fokus mencari informasi dan data dari mana uang itu berasal, bagaimana mereka melakukan pencucian uang dan untuk apa saja yang tersebut.


“ apa..... tidak mungkin ini sudah terjadi selama lima tahun ini... “ gumam Nara dalam hati tidak percaya dengan temuannya.


Nara kembali mengetik sesuatu dan menemukan beberapa nama perusahan asal uang tersebut selama lima tahun, bagaimana mereka melakukan pencucian uang dan juga tujuan akhir dari uang tersebut. Sebelum Nara memberitahu kedua rekan setimnya, Nara menyalin semua data itu dan menyimpannya dalam bentuk terenkripsi di sebuah folder yang terkunci dengan kata sandi.

__ADS_1


“ guys, I find something interesting.... look at our chat room (teman-teman, aku menemukan sesuatu yang menarik.... lihat ruang pembicaraan kita). “ ucap Nara yang sudah mengirim beberapa informasi.


“ ..... “ seketika Nara melepas headsetnya karena suara kencang hkkiw0823 dan paprika2 memekakkan telinganya.


“ ...... ” suara hkkiw0823 memanggil Nara.


“ what (apa) “ ucap Nara sambil memakai kembali headsetnya.


“ ...... ”


“ kalian yakin (are you sure)? “ tanya Nara tidak percaya.


“ ..... ”


“ alright.... I'll report to the competition server (baiklah.... aku akan laporkan ke server kompetisi) “ ucap Nara yang sedikit lemas entah karena lapar atau lelah.


Lima menit setelah Nara melaporkan data temuannya kompetisi berakhir, sesuai saran dari paprika2. Selesai kompetisi Nara tidak segera keluar jaringan karena sebentar lagi pihak penyelenggara akan memberikan informasi juga data pada klien IFA atau perusahaan atau orang yang menginginkan data hasil peretasan para white hat.


Dengan mata yang mulai berat dan perut yang terasa lapar, Nara mencoba menghabiskan coklat dan makanan kecil yang sudah di sediakan Ines. Sementara Ines masih menunggu di ruang tengah dan tidak berani mengganggu Nara. Tepat pukul satu tengah malam Nara keluar dari ruang komputer melihat rumahnya yang sepi, Nara melangkah ke depan untuk melihat apakah Afkar sudah pulang atau belum dan ternyata Afkar belum pulang. Nara sangat sedih kecewa juga kesal, matanya terasa sangat pedih tapi Nara berusaha masuk ke dalam kamar tidurnya yang pasti tidak ada Afkar. Nara tertidur tanpa melepas abaya dan membiarkan hijab juga niqabnya tergeletak di lantai.


Lima menit setelah waktu Adzan Shubuh, Nara terbangun dan segera membersihkan diri. Nara termenung sedih memikirkan keadaan dirinya yang saat ini merasa kesepian, seharian penuh Afkar tidak memberinya kabar atau menelponya dan sampai pagi ini Afkar belum pulang. Nara tidak berani berpikir jelek terhadap Afkar, Nara membuang jauh-jauh pikiran itu. Nara teringat pesan kakaknya bahwa jangan pernah berpikir negatif bila tidak ingin merasakan akibat dari pemikiran negatif kita.


Nara keluar kamar mandi dan berganti dengan pakai santai miliknya sendiri bukan milik Afkar.


“ sepertinya masih lebih enak waktu tinggal berjauhan..... setidak-tidaknya mas Afkar masih menyempatkan diri berusaha mengirim pesan apa pun caranya.... tapi sekarang meskipun tinggal satu rumah, mengirim pesan hanya untuk basa basi saja tidak pernah. Jangankan mengirim pesan, berbicara saja sangat jarang.... mas Afkar terlalu sibuk dengan posisinya. “ gumam Nara sambil memilah-milah pakaian Afkar dan sesekali menciumnya.


“ jadi kangen rumah.... kangen kakak “ gumam Nara sambil melihat dua jam dinding digital.

__ADS_1


“ kakak sedang apa disana? Apa kakak tidak kangen Nara? “ ucap Nara sambil mengenakan mukena hendak sholat Shubuh.


__ADS_2