
Sonia setelah selesai dengan hidangan penutup segera berdiri dari kursi dan mendekati Afkar.
“ naughty man....why you get married didn't invite me (anak bandel.... kenapa menikah tidak mengundangku) “ ucap Sonia sambil menarik telinga kanan Afkar.
Azkar tertawa lepas melihat Afkar mendapatkan hukuman dari Sonia.
“ ouch... aunty... sorry aunty.... (aduh...tante... maaf tante....) “ ucap Afkar sambil berdiri dari kursi dan memegangi telinganya yang Sonia tarik.
“ now you remember aunty.... when you got married, you don't remember aunty.... which one is your wife (sekarang baru ingat tante.... waktu menikah tidak ingat tante.... yang mana istrimu) “ ucap Sonia sambil melihat satu persatu wanita yang duduk satu meja dengan Afkar.
“ sweetie... introduce this is aunty Sonia, Amma's friend, also your late mother's friend (sayang... perkenalkan ini tante Sonia teman Amma juga teman Almarhum ibu) “ ucapan Afkar membuat Sonia melepas telinga Afkar dan memeluk erat Nara.
Nara terkejut dengan pelukan hangat itu, karena Nara merasa seperti memeluk seorang ibu.
“ Asma “ ucap Sonia saat memeluk Nara.
Nara heran kenapa wanita bermata sipit ini memeluknya erat meski pun Afkar sudah menyebutkan bahwa Sonia adalah teman Asma. Sonia melepas pelukannya dan menatap Nara dalam-dalam.
“ your eyes look like Asma's eyes..... did this naughty man force you to marry him (kedua matamu sama seperti mata Asma..... apa anak bandel ini memaksamu menikah dengannya) “ ucapan Sonia yang pada awalnya lembut tiba-tiba berubah keras saat menatap Afkar.
Afkar tersenyum mendengar ucapan Sonia.
“ you are already in Jakarta... you have to go to my house.... I don't want to know... you have to bring my best friend's child to my house... no refusal (kalian sudah di Jakarta... kalian harus kerumahku.... aku tidak mau tahu... kamu harus membawa anak sahabatku ke rumahku... tidak ada penolakkan) “ ucapan tegas Sonia membuat Afkar sedikit bingung.
“ aunty.... Nara's schedule is tight.... next week Nara and his team have to go to Singapore for 3 days and after that next week they have to go to Ausie.... and next week they have to go to Moscow... (tante.... jadwal Nara padat.... minggu depan Nara dan timnya harus ke Singapore 3 hari dan minggu depannya lagi harus ke Ausie.... dan minggu depan berikutnya harus ke Moskow.... ) " jelas Afkar sambil memberi isyarat tangan pada salah seorang pengawalnya yang berdiri tidak jauh dari meja ini.
“ Where are you taking this twin pregnant woman (kamu membawa kemana ibu hamil kembar ini)? “ tanya Sonia dingin tapi tangan kanannya membelai perut Nara.
__ADS_1
“ bring D4rkC0d3 here (bawa D4rkC0d3 kemari) “ ucap Afkar pada pengawalnya.
Sonia heran mendengar ucapan Afkar, sesaat kemudian Barra dan D4rkC0d3 mendekat.
“ aunt Sonia.... introduce their manager Barra..... this is Marius and Morten... do you remember them (tante Sonia.... perkenalkan ini Barra manager mereka..... ini Marius dan Morten... tante masih ingat mereka?) “ Sonia menganggukkan kepala melihat kakak beradik Yilmaz.
“ this is dbuq and javex....they are D4rkC0d3 and Nara will compete with them (ini dbuq dan javex.... mereka ini D4rkC0d3 dan Nara akan berkompetisi dengan mereka) “ ucap Afkar mencoba membuat Sonia memahami jadwal D4rkC0d3.
Sonia menatap satu persatu D4rkC0d3 juga Nara.
“ if they are D4rkC0d3.....then you are Neptunia..... (kalau mereka D4rkC0d3.....berarti kamu Neptunia.....) “ ucapan Sonia membuat Afkar tersenyum.
Sonia terdiam sesaat seperti memikirkan sesuatu.
“ after the competition schedule... you have to go to Hong Kong.... Ariel Ann really idolizes you (setelah jadwal kompetisi... kalian harus ke Hongkong.... Ariel Ann sangat mengidolakan kalian) “ ucap Sonia sambil membelai punggung Nara dan berlalu pergi kembali ke mejanya.
Barra dan D4rkC0d3 heran menatap Sonia juga Afkar, tapi saat Barra merasa bahwa sudah tidak ada lagi yang akan Afkar katakan dan hendak kembali ke mejanya. Tiba-tiba seorang pria paru baya seusia Selo mendekati Afkar dengan langkah terburu-buru.
“ this little punk .... you married without inviting me (anak bandel.... kamu menikah tanpa mengundangku) “ suara keras membuat Afkar memutar tubuhnya dan sukses mendapatkan sekali lagi tarikan di telinga kanannya dari Mexrat.
“ ouch.... uncle.... it hurts (aduh.... om.... sakit) “ ucap Afkar sambil memegang telinganya.
Membuat Azkar yang sedari tadi hanya melihat saja kali ini berdiri karena merasa kasihan dengan telinga Afkar. Nara yang tidak tahu apa-apa menjadi sedih melihat Afkar dua kali telinganya di tarik.
“ uncle Mexrat..... how are you (om Mexrat..... apa kabar)? “ ucap Azkar mencoba meredakan emosi Mexrat.
“ good news....where is Woro's daughter (kabar baik.... mana putrinya Woro)? “ tanya Mexrat sambil menatap satu persatu wanita yang masih duduk di kursi.
__ADS_1
Afkar memegang tangan Nara yang berdiri di belakangnya.
“ uncle.... introduce this Febyanara.... Afkar's wife (om.... kenalkan ini Febyanara.... istri Afkar) “ ucapan Afkar membuat Mexrat melepaskan tangannya dari telinga Afkar.
“ Asma..... “ ucap Mexrat sambil merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Nara.
Tapi Nara dengan cepat menggeser tubuhnya ke belakang Afkar.
“ Why I can't hug my best friend's daughter (kenapa aku tidak bisa memeluk putri sahabatku)? “ tanya Mexrat heran.
“ uncle..... my wife wearing niqab (om... istriku pakai niqab) “ ucapan Afkar membuat Mexrat menurunkan tangannya dengan lemas.
“ I really miss both of them (padahal aku kangen sekali dengan mereka berdua) “ ucap Mexrat sambil kembali mengulurkan kedua tangannya ingin memegang lengan Nara.
“ uncle Mexrat you can hugh me (om Mexrat bisa memeluk saya) “ ucap Afkar dengan nada bercanda membuat Mexrat jengah.
“ still punk.... just watch out after this event you don't bring my best friend's daughter to visit my house.... I'll withdraw my investment in Shield Jakarta (masih saja bandel.... awas saja setelah acara ini kamu tidak membawa putri sahabatku berkunjung ke rumahku.... aku tarik investasiku di Shield Jakarta) “ Afkar terkejut dengan ucapan Mexrat.
Membuat Mexrat sedikit geram.
“ didn't jonathanj tell you.... that i've invested in Shield (apa jonathanj tidak mengatakan padamu.... kalau aku sudah berinvestasi di Shield) “ Afkar dengan tatapan mata tidak tahu membuat Mexrat mengedarkan pandangannya.
“ is he not come here (apa dia tidak kemari)? “ Afkar menunjuk keberadaan Jonathanj yang duduk di meja yang tidak jauh dari meja Afkar.
“ you two still make me uneasy.... Febyan.... force your husband to take you to my house (kalian berdua masih saja membuatku tidak tenang.... Febyan.... paksa suamimu mengajakmu ke rumahku) “ ucap Mexrat yang sedikit kesal karena melihat Jonathanj tidak menyapanya.
Mexrat dengan kesal melangkah mendekati Jonathanj dan melakukan hal yang sama yang dia lakukan pada Afkar, menarik telinga Jonathanj lebih keras dari telinga Afkar.
__ADS_1