
Setelah puas menikmati makanan serba coklat, kedua kakak beradik yilmaz mengantar Nara kembali ke hotel dan Felissa membawakan dua kotak permen coklat pada Nara. Sampai di kamar hotel Nara segera membersihkan diri dan mengenakan salah satu kemeja milik Afkar, sejak tadi pagi Nara ingin sekali mengenakan kemeja milik Afkar. Seperti kemarin, selepas Isya' seorang pelayan hotel mengantarkan makan malam untuk Nara.
“mas Afkar pulang malam lagi" gumam Nara sambil memasukkan sesuap pasta.
“ya sudah..... aku habiskan saja semua makanan ini" gumam Nara.
Setelah menghabiskan semua makanan, Nara mencoba membuka ponselnya dan mengetik sesuatu mencari tahu nama seseorang yang Morten sebut. Seketika Nara membulatkan kedua matanya dengan lebar.
“cantik sekali..... benar-benar seksi..... pantas mas Afkar suka..... “ ucap Nara sambil memandangi ponselnya.
Jari jemarinya mengetik sesuatu dan layar ponselnya menampilkan banyak sekali foto-foto seorang wanita dengan berbagai pose dan pakaian yang berbeda-beda.
“ooooo...... dia supermodel dari Inggris" gumam Nara sambil menggeser layar ponselnya.
Seketika mata Nara kembali membulat saat melihat foto-foto backless, Nara meletakkan ponselnya di sembarang tempat dan berjalan menuju ke tempat tidur mencoba melupakan apa yang sudah dia lihat.
Kali ini Afkar kembali ke hotel tepat tengah malam dan sudah mendapati istrinya tertidur pulas dengan posisi menghadap pintu kamar. Saat Afkar hendak merapikan selimut untuk menutupi tubuh Istrinya, seketika kedua mata Afkar membulat heran melihat Nara kembali memakai kemeja miliknya tapi segera mengabaikan itu dan merapikan selimut untuk Nara.
Saat hendak masuk ke kamar mandi, Afkar melihat ponsel Nara yang tergeletak di sembarang tempat. Afkar mengambil ponsel itu dan melihat apa saja yang sudah Nara lakukan dengan ponsel itu, seketika Afkar terkejut dengan tampilan di layar ponsel Nara yang memperlihatkan berbagai pose Selma Ferner. Afkar meletakkan ponsel Nara di sebuah nakas dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai membersihkan diri Afkar hanya mengenakan celana boxer dan menyusul Nara tidur dengan menyelipkan lengan kirinya pada leher Nara dan memeluk erat tubuh istrinya yang seharian penuh dia tinggalkan. Afkar mencium dahi Nara dan sesaat kemudian terlelap dengan memeluk Nara.
Menjelang Adzan Shubuh, Nara merasakan ingin sekali buang air kecil hingga membuat Afkar ikut terbangun.
“sayang mau kemana?” tanya Afkar yang sudah menyangga tubuhnya dengan kedua siku melihat Nara berlari kecil masuk ke kamar mandi.
Sesaat kemudian Nara kembali naik ke tempat tidur dan memeluk erat tubuh Afkar, membuat Afkar heran.
“kangen" ucap Nara singkat jelas dan terdengar sangat manja.
Afkar tersenyum bahagia mendengar ucapan Nara dan segera membalas pelukan Nara, mencium kedua pipi dan bibir Nara.
“maaf..... mas belum bisa menemani sayang berkeliling..... ada hal yang harus mas selesaikan sebelum kita kembali ke Oslo.” Ucap Afkar sambil mencium dahi Nara.
“besok mas juga masih sibuk?” tanya Nara sambil memainkan jari telunjuk kirinya di dada Afkar.
__ADS_1
“iya.... kenapa sayang?” tanya Afkar heran.
“tidak ada apa-apa..... “ ucap Nara pelan dan terdengar jelas oleh Afkar sepertinya Nara sedang merajuk.
“apa sayang..... ingin ikut mas bekerja?” Nara menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Afkar.
“mas.... pagi ini temani Nara makan pagi sampai selesai ya" pinta Nara dengan manja dan mulai merajuk.
“iya.....” ucap Afkar sambil memeluk erat tubuh Istrinya.
Beberapa menit kemudian mereka masuk ke kamar mandi bergantian mengambil air wudhu untuk Sholat Shubuh berjamaah. Kali ini selepas Sholat Shubuh Nara dengan buru-buru masuk kembali ke kamar mandi membuat Afkar heran dan bertanya-tanya.
“mas Afkar.....” ucap Nara pelan dan terdengar sedikit manja mendapati Afkar ikut masuk ke kamar mandi.
“kenapa begitu..... tidak suka kalau mas ikut masuk?” tanya Afkar sedikit menggoda.
“bukan begitu...... terakhir kali mas ikut masuk ke kamar mandi.... Nara jadi lama mandinya" ucap Nara yang sudah berjalan mendekati Afkar dengan dua kancing kemeja yang terlepas, membuat Afkar tidak bisa menahan sesuatu.
Tanpa membalas ucapan Nara, Afkar segera meraih pinggang Nara dan mencium bibir Nara dalam-dalam membuat Nara yang tak siap mau tak mau berusaha keras mengimbangi ciuman Afkar. Selanjutnya Afkar sudah memposisikan tubuh Nara membelakanginya membuat Nara sedikit terkejut tapi membiarkan aksi Afkar.
“mas..... Nara pinjam ini ya....” rayu Nara sambil memegang sebuah kemeja yang hendak Afkar pakai.
Afkar menatap istrinya dengan heran dan penuh dengan pertanyaan mencoba mengingat sebuah pesan dari Felissa, Nara merasa tatapan Afkar saat ini adalah sebuah penolakan bahwa Afkar tidak mengijinkan Nara memakai kemejanya.
“ya sudah..... kalau tidak boleh.....” ucap Nara cemberut.
“beri mas satu alasan kenapa sayang mau pakai kemeja mas?” ucap Afkar yang sudah memeluk pinggang Nara.
“ingin saja" jawab Nara singkat membuat Afkar semakin heran memandang wajah istrinya.
“pasti ada alasan tertentu sampai sayang ingin memakai kemeja mas.... tidak mungkin hanya rasa ingin saja" ucap Afkar yang mulai menggoda Nara dengan mencium telinga dan leher Nara membuat Nara mendesak pelan.
Afkar menghentikan ciumannya dan meninggalkan jejak di leher mulus istrinya.
__ADS_1
“boleh ya....” rayu Nara membuat Afkar tidak bisa menolak permintaan istrinya.
Afkar pelan-pelan membuka bathrobe yang Nara pakai hingga jatuh ke bawah membuat tubuh Nara meremang karena saat ini dia berdiri dengan tubuh polos di hadapan suaminya, Afkar meraih kemeja yang tadi hendak dia pakai dan memakaikan pada Nara. Selesai memakaikan kemeja, Nara segera melompat memeluk dan menghujani Afkar dengan ciuman di wajahnya membuat Afkar tertawa bahagia melihat tingkah istrinya.
“sayang..... apa yang akan keluar kamar dengan hanya memakai kemeja mas?” tanya Afkar heran.
“hari ini Nara mau seharian di kamar saja..... lutut dan tumit Nara sakit seperti menginjak duri kalau di pakai jalan" ucap Nara sambil meraih pakai dalam miliknya yang berada tepat di samping kiri tempat kemeja Afkar berada.
Afkar melihat Nara memakai pakaian dalam tanpa melepas kemeja yang sudah dia kenakan.
“mas.... tidak ke kantor pagi-pagi seperti kemarin?” tanya Nara yang masih melihat Afkar masih mengenakan handuk menutupi asetnya.
“sesuai janji mas..... mas akan menemani sayang sampai selesai makan pagi. Sayang mau makan pagi di kamar atau di restauran?” tanya Afkar yang sudah melepas handuk yang dia kenakan dan berganti memakai pakaian semi formal.
“makan pagi di kamar saja.....” ucap Nara yang sudah keluar dari ruangan tempat mereka menyimpan pakaian selama di hotel.
“sayang mau makan apa? Mas pesan sekarang" ucap Afkar yang sudah meraih sebuah telepon permanen.
“apa saja yang penting bisa buat Nara kenyang untuk empat jam kedepan.” Jawab Nara yang udah duduk di sebuah sofa.
Selesai memesan beberapa menu makanan, Afkar duduk di samping Nara membuat Nara segera berpindah tempat duduk di pangkuan Afkar.
“ini kenapa masih pagi sudah manja begini?” goda Afkar sambil mencubit kecil dagu Nara dengan tangan kirinya
“Kangen...”ucap Nara dengan manja dan melingkarkan tangan kirinya di leher Afkar.
“apa ada yang ingin sayang tanyakan pada mas?” tanya Afkar sambil membelai rambut Nara yang masih sedikit basah dengan tangan kanannya dan sesekali membelai punggung Nara.
“tidak ada” jawab Nara singkat sambil memainkan kerah kemeja Afkar dengan tangan kanannya.
“kalau tidak ada.... mas yang akan bertanya..... kenapa sayang mencari foto model ini?” tanya Afkar sambil memperlihatkan sebuah gambar di laptopnya.
“ingin tahu saja.... siapa Selma Ferner.... kata Marius, mas pernah naik kapal pesiar Bosphorus dengan supermodel itu" ucap Nara yang masih memainkan kerah kemeja Afkar.
__ADS_1
“jadi karena itu.... sayang mencari tahu tentang Selma.....ya.... waktu itu mas naik kapal pesiar karena menemani tim shield jakarta yang sudah mencapai target kompetisi dan naik kapal pesiar itu sebagai salah satu hadiah dari Shield Norwey.... dan kebetulan sekali Selma ada pemotretan di situ.” Jelas Afkar sambil memasukkan tangan kanannya ke balik kemeja Nara untuk membelai punggung istrinya.
“ooooo..... begitu..... Nara kira, mas naik kapal pesiar karena Selma" ucap Nara sambil mencium pipi kanan Afkar.