NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 121 ANEH (2)


__ADS_3

Afkar menggandeng tangan kiri Nara dan mengajaknya masuk ke kantin untuk makan siang, di dalam kantin masih ramai para manager dan pemain yang makan siang termasuk kakak beradik Yilmaz juga Barra.


Morten melambaikan tangan pada Nara dan Afkar, mereka melangkah menuju meja tempat kakak beradik Yilmaz duduk.


“ wa..... enaknya.... mas... Nara mau itu sama itu “ ucap Nara sambil menunjukkan nampan makan siang milik Morten dan Marius.


Afkar menatap Nara dengan heran karena tidak biasanya Nara ingin makan makanan lutefish, ikan haring, brunost dan buah cloudberry.


“ sayang yakin mau makan brunost? “ tanya Afkar meyakinkan Nara.


Nara menganggukan kepala menjawab pertanyaan Afkar, membuat Barra yang melihatnya sejak duduk menjadi merasa aneh.


“ aneh.... dulu mana pernah suka keju yang berasa manis.... kenapa sekarang jadi mau makan itu “ gumam Barra dalam hati sambil menatap Nara yang terlihat jelas sangat ingin makan makanan yang berada di atas nampan Morten.


“ sayang harus janji.... bagaimana pun rasanya.... sayang harus habiskan “ Nara menganggukan kepala menjawab ucapan Afkar.


Afkar segera mengambil menu yang Nara minta. Setelah menunggu kurang lebih 4 menit, Afkar datang membawa sebuah nampan berisi Lutefish, ikan haring, brunost juga semangkuk cloudberry. Nara terlihat jelas tidak sabar untuk segera menghabiskan itu semua, sedangkan Afkar hanya menatap Nara dengan heran.


“ aneh.... pagi tadi ingin makan makanan Indonesia sekarang makanan yang pernah sayang bilang berasa aneh “ tatapan mata Afkar yang semakin merasa aneh pada perubahan selera makan Nara membuat Barra menatapnya penuh tanya.


“ GUN .... hvor mange uker har det vært slik (GUN.... sudah berapa minggu seperti ini)? “ pertanyaan Barra membuat Afkar melihat Barra dengan heran.


“ du mener (maksud kamu)? “ tanya Afkar heran.

__ADS_1


Dengan isyarat mata Barra menunjuk Nara yang sedang memakan cloudberry dengan lahap.


“ Mens jeg er her, er dette første gang jeg har sett ham rive på sild ..... i Jakarta selv om Fajrin koker saltfisk .... han vil ikke spise det når det er for salt .. .. men denne ... silda ... mer salt enn saltfisken som Fajrin vanligvis koker (selama aku disini baru kali ini aku melihat dia lahap makan ikan haring..... di jakarta pun kalau Fajrin masak ikan asin.... dia tidak mau makan kalau asin sekali.... tapi ini.... ikan haring.... lebih asin dari ikan asin yang biasa Fajrin masak) “ penjelasan Barra membuat Afkar melihat Nara yang sudah menghabiskan 2 ekor ikan haring dan 1 ekor ika haring masih di tangannya.


“ hvis holdningen hans blir ødelagt .... siden morgenen før konkurransen på NTNU .... hvis siden da tok jeg mindre hensyn til mat, men i går vet jeg ikke når jeg glemte det sikkert ... han ba om bære ham da han kom til leilighetens lobby (kalau sikapnya yang semakin manja.... sejak pagi sebelum kompetisi di NTNU.... kalau makanan sejak kapan aku kurang memperhatikan tapi kemarin entah kapan aku lupa pastinya.... dia minta gendong waktu baru sampai lobi apartemen) “ jelas Afkar sambil menatap Nara heran menebak perubahan sikap dan mood istrinya.


“ Jeg ser ofte at han plutselig sovner i stolen når du forklarer algoritmen for dem (aku sering melihat dia tiba-tiba tertidur di kursi saat kamu menjelaskan algorithma pada meraka) “ ucapan Barra membuat Afkar mengingat beberapa hari sebelum tugasnya sebagai pelatih D4rkC0d3 berakhir.


“ ja ... jeg har sett det et par ganger også (iya... aku juga pernah melihatnya beberapa kali) “ ucap Afkar pelan.


Afkar menatap Nara tidak percaya saat Nara memasukkan Lutefish ke mulutnya, Afkar sendiri sangat tidak suka Lutefish tapi Nara sudah menghabiskan 1 mangkuk Lutefish. Saat Nara menghabiskan Lutefish di sendok terakhirnya, Afkar membulatkan Kedua matanya tidak percaya makanan yang dia ambil untuk Nara sudah habis tidak tersisa.


“ mas.... Nara mau ini lagi “ pinta Nara sambil menunjuk mangkuk Lutefish yang sudah kosong.


“ tidak boleh ya.... hanya 1 porsi saja ya.... padahal Nara masih lapar.... “ ucap Nara kecewa dan tertunduk.


Afkar dan Barra mengusap wajahnya kasar dengan tangan kiri. Nara melihat nampan makan siang Afkar yang masih terlihat ada makanannya membuat Nara tersenyum.


“ mas Afkar tidak mau ini..... Nara boleh makan? “ pertanyaan Nara membuat Afkar melihat nampan makanannya dan menggeser nampannya ke depan Nara.


Kakak beradik Yilmaz melihat apa yang Afkar lakukan pada Nara membuat mereka menatap Nara dengan heran.


“ sister, are you pregnan again (kakak ipar hamil lagi)? “ ucapan Morten yang tanpa filter membuat Nara menghentikan makannya dan melihat Afkar sambil mengerutkan kulit di antara kedua alisnya.

__ADS_1


Barra melihat mereka dengan penuh pertanyaan begitu juga kakak beradik Yilmaz melihat mereka menunggu jawaban dari Afkar juga Nara.


“ how can you ask like that (bagaimana kamu bisa bertanya seperti itu)? “ tanya Afkar heran sambil membelai kepala Nara menyuruh Nara menghabiskan makanan di nampan miliknya.


“ we both have seen sister eat this much and Amma said that sister might be pregnant.... so it's not wrong if I ask like that (kami berdua pernah melihat kakak ipar makan sebanyak ini dan Amma bilang kalau kakak ipar kemungkinan hamil.... jadi tidak salah kalau aku bertanya seperti itu) “ ucap Morten membuat Afkar mengingat-ingat apa saja yang sudah Nara lakukan di luar kebiasaannya.


“ just test her urine (coba saja kamu test urinenya) “ ucap Barra sambil menyodorkan minum karena Nara sedikit tersedak mendengar kata urine.


“ urine, what for (buat apa urine)? “ tanya Nara heran.


Afkar menggelengkan kepala merespon ucapan Barra.


“ Jeg vil ikke gjøre det igjen .... Jeg har prøvd det før, men resultatene var alle negative (aku tidak akan melakukan itu lagi.... aku sudah pernah mencobanya tapi hasilnya semua negatif.) “ jelas Afkar membuat Barra bingung.


“ så bare ta det til en gynekolog ..... i stedet for at vi alle gjetter at det ikke er klart .... selv om jeg er gravid ... Jeg som leder kan forstå om humøret hennes endres fordi hun er gravid ... hvis ikke sikkert Dette er det som er vanskelig for oss, etter trening løp vi umiddelbart ned uten å si noe (kalau begitu bawa saja ke spesialis kandungan..... dari pada kita semua saling menebak tidak jelas.... kalau pun hamil... aku sebagai manager bisa memakluminya kalau moodnya berubah-ubah karena sedang hamil....kalau tidak pasti begini.... yang susah kami, selesai latihan langsung lari ke bawah tanpa bilang apa-apa) “ ucapan Barra mendapat anggukan kepala dari kakak beradik Yilmaz.


Afkar tampak memikirkan alasan apa yang akan dia gunakan agar Nara mau ke rumah sakit memeriksakan diri.


“ hvis du er opptatt i kveld .... la meg ta Nara for å sjekke .... Jeg ringer Zarya for å planlegge undersøkelsen (kalau kamu sibuk nanti malam.... biar aku saja yang bawa Nara periksa.... aku akan hubungi Zarya untuk membuat jadwal pemeriksaannya) “ ucap Barra yang sudah mengeluarkan ponselnya.


“ bare avtal time .... Jeg tar det selv (buatkan janji saja.... aku akan mengantarnya sendiri) “ ucap Afkar sambil membelai kepala Nara berharap bahwa apa yang Morten katakan benar adanya.


“ ok ... Jeg ringer Zarya først (baiklah....aku hubungi Zarya dulu) “ Barra terlihat berbicara dnegan Zarya.

__ADS_1


Kakak beradik Yilmaz melihat Nara seperti melihat Nara saat di Istanbul, Afkar tersenyum tipis membayangkan bila ternyata dugaan mereka benar.


__ADS_2