NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 205 HACKER PLAYGROUND (2)


__ADS_3

Lokasi kompetisi hanya berjarak satu blok dari hotel tempat mereka menginap, Barra sengaja tidak memberitahu D4rkC0d3. Saat mereka melangkah keluar dari lobi hotel mengikuti langkah kaki Barra membuat detak jantung mereka semakin kencang, rasa gugup juga kuatir terlihat jelas di wajah para D4rkC0d3. Setelah berjalan kurang lebih enam menit, Barra berhenti dan melihat ke kanan serta kiri memastikan posisi mereka.


“ vent her et øyeblikk (tunggu disini sebentar) “ ucap Barra dan berlari menuju sebuah gedung pencakar langit.


D4rkC0d3 mengikuti apa yang Barra perintahkan dan melihat gedung yang Barra masuki, seketika kelima D4rkC0d3 menatap gedung tersebut dan menengadah melihat sebuah tulisan yang yang tersusun secara vertikal. Javex melangkah mundur beberapa langkah memastikan apa yang ada di dalam pikirannya.


“ cisco..... “ suara Javex membuat keempat anggota D4rkC0d3 yang lain merinding dan semakin gugup.


Mendengar kata Cisco, Nara mengedarkan pandangan ke seluruh gedung di sekitar tempatnya berdiri. Membaca satu persatu tulisan yang terdapat di gedung-gedung tersebut.


“ ini seperti kompleks gedung perkantoran “ gumam Nara dalam hati.


Disaat para D4rkc0d3 berusaha menahan rasa gugup, Barra datang membawa beberapa tali tanda pengenal.


“ vi kommer nummer fem..... dette er din identifikasjon

__ADS_1


(kita datang nomor 5..... ini tanda pengenal kalian) “ ucap Barra sambil menyerahkan tanda pengenal pemain dan pendukung pada D4rkC0d3 juga yang lain.


Nara dan yang lain mengenakan tanda pengenal dengan tali berwarna hijau kelp, sedangkan Afkar Lief Mari dan Zarya mengenakan tanda pengenal dengan tali berwarna ungu sedangkan Barra mengenakan tanda pengenal dengan tali berwarna summer breeze.


“ la oss gå inn....ifølge skiltet på døren deres (ayo kita masuk.... sesuai tanda di pintu mereka) “ ucap Barra sambil melangkah masuk ke gedung Cisco.


Karena Nara kembali melanjutkan mengedarkan pandangan melihat gedung-gedung di sekitar mereka, membuat Afkar membelai lembut kepalanya dan membuat Nara tersadar bahwa sudah waktunya untuk masuk arena kompetisi. Nara meraih tangan dan mencium punggung tangan kanan Afkar sesaat, dan melangkah mengikuti langkah kaki Marius.


Nara berjalan tepat di belakang Morten dengan memegang sisi belakang jaket Morten.


Dua orang panitia membawa mereka ke sebuah ruang tunggu pemain sebelum kompetisi di mulai dan pemakai tali berwarna ungu mengikuti jalur tali pembatas yang berwarna ungu. Di dalam ruangan tersebut sudah terdapat enam tim yang mengenakan seragam tim berbeda-beda. Nara yang berdiri di belakang Morten mencoba melihat satu persatu warna dan tulisan yang terdapat di seragam tim mereka masing-masing.


“ Neptunia... du kjenner dem (Neptunia.... kamu mengenal mereka)? “ bisik dbuq.


“ nei..... men jeg har lest navnet saika...... cd0r1.... linz3.... nighteye.... albatraoz.... krix....byt3 og... .. say2..... i sesongens første konkurranse.... (tidak..... tapi aku pernah membaca nama saika...... cd0r1.... linz3.... nighteye.... albatraoz.... krix.... byt3 dan..... say2..... di kompetisi pertama musim ini.... ) “ ucapan pelan Nara membuat keempat D4rkC0d3 melihatnya dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


“ seriously “ ucap Marius dan Morten hampir bersamaan.


Dbuq dan javex membuka mulut mereka lebar-lebar.


“ saika...... linz3..... byt3.... og say2.... de bærer lagkapteinens merke (saika...... linz3..... byt3.... dan say2.... mereka memakai tanda kapten tim) “ ucap Marius merasa merinding.


Setelah menunggu selama 30 menit, 2 orang panitia meminta ke empat puluh tim untuk menuju sebuah ruangan yang cukup besar untuk menata 40 unit perangkat server berukuran 35u atau setinggi badan Nara. 40 unit server yang berada di dalam rack yang masih tertutup oleh sebuah kain lebar. 2 orang panitia memberi sebuah map sesuai dengan nama masing-masing tim pada kapten tim, dengan tangan dingin Marius menerima map tersebut. Marius membuka map tersebut yang berisi beberapa lembar kertas yang terdapat tulisan dan denah gedung yang harus mereka kunjungi.


“ each team captain already holds a map.... in each map there is a data communication network topology that you must create.... as a captain you have to choose one player to stay here and divide the other four players into two teams.... These two teams will go around each building and floor to find the appropriate servers on the map that you are holding on. You have to connect every server in the buildings with the central server in here.... please team captain choose one person to stay here.... you only can communicate with this players if you find the right server because your communication is via message that written on the server..... in a count of ten the chosen person can come forward. (setiap kapten tim sudah memegang masing-masing sebuah map.... yang setiap map terdapat sebuah topologi jaringan komunikasi data yang harus kalian buat.... sebagai kapten kalian harus memilih satu orang pemain untuk tetap disini dan membagi 4 orang yang lainnya menjadi 2 tim.... 2 tim ini yang akan berkeliling di setiap gedung juga lantai untuk menemukan server-server sesuai di map yang kalian pegang. Kalian harus menghubungkan setiap server di gedung-gedung dengan server pusat yang berada disini.... silahkan kapten tim pilih satu orang untuk tetap disini.... kalian hanya bisa berkomunikasi dengan pemain yang disini bila kalian menemukan server yang tepat karena komunikasi kalian melalui pesan tertulis di dalam server..... dalam sepuluh hitungan satu orang yang terpilih bisa maju kedepan.) “ sedikit arahan dari seorang panitia membuat para kapten tim berpikir keras memilih satu orang pemain mereka yang akan tinggal disini.


Di saat panitia memulai hitungan mundur satu persatu seorang pemain dari setiap tim maju kedepan dan tepat dihitungan ke enam Nara maju, Marius memilih Nara tetap berada di sini karena pergerakkan Nara yang pelan akan sedikit menghambat mereka menemukan server di setiap gedung yang sudah panitia tentukan.


Nara dan yang lainnya hanya memegang satu lembar kertas yang terdapat gambar topologi jaringan komunikasi data, sementara ke empat anggota tim yang lainnya mengikuti seorang panitia yang membawa mereka ke ruangan terpisah.


“ one of this servers that we cover this cloth..... is the main server of your team..... you have to build a network system according to the sheet you hold.... the name on the paper is the name of your network... .. so you guys don't choose the wrong server.... the competition time lasts for eight hours..... the time starts from..... now (salah satu dari server yang kami tutup kain ini..... adalah server utama tim kalian..... kalian harus membangun sebuah sistem jaringan sesuai dengan lembar yang kalian pegang.... nama di kertas adalah nama jaringan kalian..... jadi kalian jangan sampai salah memilih server.... waktu kompetisi berlangsung selama delapan jam..... waktu di mulai dari..... sekarang) “ ucapan panitia tersebut membuat Nara memperhatikan lembar yang dia pegang.

__ADS_1


“ C11.... aku harus mencari server dengan nama ini “ gumam Nara pelan.


Di saat Nara memperhatikan ke empat puluh server yang masih tertutup kain, para pemain yang lain sudah berlarian mencari server mereka. Nara berjalan pelan mencari server C11, dengan perlahan Nara berjalan memperhatikan setiap rak yang masih tertutup dan yang sudah terbuka kerena pemain lain salah membuka kain.


__ADS_2