
Keadaan kembali tenang, Barra dan D4rkC0d3 kembali ke mejanya, Azkar dan Afkar kembali duduk begitu juga dengan Nara.
“ ternyata mereka semua mengenal ibu dan ayah..... kenapa baru sekarang aku mengenal mereka “ ucap Nara pelan.
Meski pun pelan tapi terdengar jelas di telinga Afkar dan Azkar yang masih berdiri di belakang Nara. Azkar memandang Afkar seperti memberi isyarat agar membuat Nara tersenyum karena ucapan Nara terdengar sedih di telinga Azkar.
“ sayang.... jangan sedih..... mereka memang sahabat kedua orang tua sayang..... mas janji sampai rumah.... mas akan ceritakan semua apa yang ingin sayang tahu “ ucap Afkar mencoba membuat Nara tersenyum.
Keramaian yang di buat oleh Sonia dan Mexrat membuat Ditya terkejut juga tercengang, Ditya tidak mengira bahwa 2 CEO perusahaan sangat menginginkan Nara untuk berkunjung ke tempatnya. Bahkan Ditya tidak percaya dengan pada apa yang dia lihat, Mexrat bisa begitu akrab dengan Afkar dan begitu besar keinginan untuk memeluk Nara.
“ kalau kedua orang tua mereka adalah sahabat para CEO itu.... berarti dia bukan pria miskin seperti perkiraanku.... pasti kedua orang tuanya adalah seorang pengusaha seperti mereka..... tapi kenapa pria itu memakai motor butut kemana-mana? “ gumam Ditya dalam hati dengan otak yang menyimpan sejuta pertanyaan tentang Fajrin juga Nara.
Karena tidak menemukan jawaban dari sejuta pertanyaaan di otaknya, Ditya berdiri dari kursi dengan kasar. Membuat Dipta menatapnya tajam dan saat Dipta hendak menghentikan langkah Ditya, Azkar menahan lengan Dipta.
“ biarkan dia belajar dari kesalahannya..... kalau dia tidak belajar dari kesalahannya.... sampai kapan pun dia tidak akan bisa mencapai targetnya “ ucapan Azkar membuat Dipta kembali duduk.
Aileen berusaha keras menahan rasa canggung karena duduk bersebelahan dengan Afkar meskipun berjarak satu kursi, tapi sikap Aileen terlihat jelas di mata Dipta juga Azkar.
“ Aileen....don't be nervous.... he is already tame.... he already has a handler (Aileen.... jangan gugup.... dia sudah jinak.... sudah ada pawangnya) “ ucap Dipta sambil menunjuk Afkar yang sudah kembali sibuk dengan Nara.
Aileen meringis mendengar ucapan Dipta, sesaat kemudian karena Aileen tidak bisa menguasai rasa canggungnya. Aileen segera beranjak dari kursi dan melangkah menuju meja dimana Trinity dan Jessica berada. Ke empat saudara sepupu Dipta saling berbisik-bisik entah apa yang mereka bicarakan tapi terlihat jelas sekali kalau Jessica dan Trinity sesekali melihat Afkar atau pun Lief yang duduk di meja belakang Azkar. Karena seorang pembawa acara memanggil keluarga inti Davis, maka Dipta dan keluarga kecilnya beranjak dari kursi dan menuju panggung pelaminan.
Azkar yang merasakan ketidakberesan dengan sikap Ditya pada Afkar juga Nara, mencondongkan badannya hingga berada di depan Helen.
“ Nara..... apa saja yang kamu lakukan pada akun Ditya? “ pertanyaan Azkar yang langsung pada inti permasalahannya membuat Nara meremas tangan kiri Afkar.
“ kenapa sayang? “ ucap Afkar sambil menggenggam tangan Nara dengan kedua tangannya.
“ mas... bawa laptop tidak? “ pertanyaan Nara membuat Afkar dan Azkar mencari keberadaan asisten mereka masing-masing.
__ADS_1
Azkar dengan cepat memanggil Lief.
“ ja sir.... du trenger noe (ya tuan.... tuan perlu sesuatu)? “ tanya Lief yang sudah berdiri di belakang Nara.
“ tok du med deg en bærbar datamaskin (apa kamu membawa laptop)? “ tanya Afkar dingin dan ragu.
“ Jeg tok bare med et nettbrett... trenger du informasjon, sir (saya hanya membawa tablet.... apa tuan membutuhkan suatu informasi)? “ tanya Lief yang belum paham arah ucapan Afkar.
“ ta den hit (bawa kemari) “ Lief segera mencari seorang pengawal yang sedari tadi membawa tas kecil miliknya.
Setelah menunggu beberapa menit Lief kembali dan menyerahkan tablet pada Afkar, dan Afkar langsung menyerahkan pada Nara.
Nara menarik nafas panjang sebelum mengentik sesuatu pada tablet tersebut.
“ janji ya... kalian semua jangan marah..... “ ucapan Nara membuat Afkar dan Azkar saling memandang.
Jari jemari Nara mulai mengentik sesuatu, Lief yang berdiri belakang Afkar sedikit mencondongkan badannya agar bisa melihat apa yang Nara lakukan pada layar tablet. Hanya butuh tiga menit Nara sudah terhubung dengan server yang dia pakai untuk menyimpan script yang dia buat untuk memblokir semua akun Ditya.
“ ini.... Nara buat script ini.... script ini memblokir semua akun orang itu..... akun ini akan terbuka kalau dia mengucapkan kalimat yang ada kata maaf..... perbuatanku..... dan padamu di depan kakak.... semua akun ini akan terbuka “ ucapan Nara membuat Azkar dan Afkar hampir bersamaan memijat dahi mereka.
Lief yang hanya mengerti sekata dua kata apa yang Nara ucapkan dan melihat reaksi Afkar, sudah cukup membuat kakinya lemas.
“ jadi selama Ditya tidak mengatakan kata maaf dan mengakui perbuatannya.... akun ini tidak akan terbuka? “ tanya Azkar yang masih memijat dahinya membuat Helen memijat pelan paha Azkar.
Nara menganggukan kepala menjawab pertanyaan Azkar, tapi Afkar semakin heran dan menatap Nara tajam. Nara yang merasa bahwa Afkar menatapnya tajam segera memeluk Afkar.
“ mas marah ya..... dia sudah menyuruh orang menjebak kakak..... sudah begitu dia juga menyuruh orang membuat keributan di restoran kak Syafril..... kak Syafril teman baik kakak.... dulu suka memberi Nara coklat “ ucap Nara dengan manja dan merajuk.
Membuat Afkar membalas dengan pelukkan dan membelai punggung Nara.
__ADS_1
“ sayang dari mana dapat contoh suara Ditya? “ pertanyaan Afkar membuat Nara melepas pelukkannya dan mengetik sesuatu dengan masih menempelkan kepalanya di dada Afkar.
“ dari sini “ ucap Nara menunjukkan layar tablet.
Seketika Afkar, Azkar juga Lief terkejut dengan apa yang Nara perlihatkan. Sesaat kemudian Afkar mengecilkan apa yang Nara tunjukkan.
“ Ditya aib keluarga mereka “ ucap Azkar pelan.
Layar tablet kembali menampilkan script buatan Nara.
“ sayang.... ini lima baris script untuk apa? “ tanya Afkar sambil mengambil alih memegang tablet yang Nara pegang
Nara meringis mendengar pertanyaan Afkar.
“ ini untuk menahan harga saham mereka “ ucapan Nara yang pelan hingga membuat Azkar lebih mencondongkan badannya agar dapat mendengarkan ucapan Nara.
Afkar membulatkan kedua matanya dengan sempurna.
“ Lief... sjekk aksjekursbevegelsene deres (Lief.... cek pergerakan harga saham mereka) “ perintah Afkar membuat Lief segera mengeluarkan ponselnya dan mencari informasi harga saham.
Sesaat kemudian Lief menunjukkan apa yang dia dapat pada Afkar. Afkar menarik nafas panjang dan memeluk Nara.
“ sayang.... kenapa pergerakan harga saham mereka kecil sekali? “ Nara mengerucutkan kedua bibirnya dan jari jemari tangan kanannya mengetik sesuatu di layar tablet yang berada di tangan kanan Afkar.
“ kalau Nara tidak buat script ini.... harga saham mereka terjun bebas.... karena yang membuat aib bukan hanya dia.... tapi itu... itu... itu... itu... dan.... itu.... juga suka membuat aib “ ucap Nara sambil menunjuk keberadaan Aileen dan yang lainnya.
Afkar dan Azkar juga Lief yang mengikuti apa yang Nara tunjuk, hampir bersamaan menggelengkan kepala.
“ kalau satu kata saja salah ucap.... aib mereka semua akan publik ketahui..... habis harga saham mereka..... “ ucap Nara yang semakin dalam menundukkan kepalanya yang menempel di dada Afkar.
__ADS_1