NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 70 KATA SANDI (1)


__ADS_3

Afkar mendekati Nara yang masih belum sadar meski pun sudah menghabiskan dua katung darah dan juga satu katung cairan infus, Afkar menarik nafas panjang menggenggam tangan kiri Nara yang masih terdapat jarum untuk memasukan cairan infus. Menempelkan dahinya di punggung tangan Nara, tak terasa air matanya menetes kembali.


“ sayang..... sudah sejauh apa sayang mengetahui semua ini? Sudah sejauh apa yang sayang lakukan? Bagaimana sayang bisa melakukan kontak dengan IFA? “ ucap Afkar sedih tidak percaya bila Nara melakukan semua ini.


Barra hanya menarik nafas panjang dan melihat apa yang Afkar lakukan saat ini, Barra tidak bisa buat banyak untuk menyadarkan Nara maupun membantu permasalah Afkar. Karena dia sendiri tidak memahami tentang bisnis, Afkar akhirnya tertidur dengan menjadikan lengan kirinya sebagai bantal dan masih menggenggam tangan kiri Nara. Barra memilih duduk di sofa dan mencari-cari berita terkait permasalahan yang Afkar hadapi dengan tablet milik Lief.


Menjelang sore Lief datang bersama Ines membawa laptop, pakaian Nara juga pakaian Afkar. Barra melihat mereka dan menyuruh mereka meletakkan itu semua di meja dekat sofa.


“ kan du overlate dette til hr. Afkar (bisakah anda menyerahkan ini pada tuan Afkar)? “ tanya Ines yang menyodorkan sebuah Flashdisk berwarna putih dengan bertuliskan nama Afkar.


“ hva er dette (apa ini)? “ tanya Barra heran yang sudah mengambil Flashdisk dari tangan Ines


“ beklager, jeg vet ikke hva det er, men jeg fant det mellom foldene til fru Naras hijab (maaf saya tidak tahu apa itu, tapi saya menemukan diantara lipatan hijab nyonya Nara) “ ucap Ines sambil melihat kain pembatas tempat Nara berbaring.


“ ok, vent bare utenfor .... senere hvis Afkar trenger dere, ringer jeg dere (baiklah, kalian tunggu di luar saja.... nanti kalau Afkar membutuhkan kalian, aku akan memanggil kalian) “ ucap Barra sambil memasukkan Flashdisk ke saku celananya.


Ines dan Lief segera keluar dari kamar rawat inap dan duduk di ruang tunggu sementara sudah ada empat pengawal berjaga tepat di depan kamar rawat inap Nara.

__ADS_1


Barra membuka sedikit kain pembatas dan melihat Afkar, yang ternyata Afkar sedang membelai rambut Nara dengan tangan kanannya dan tangan kiri menggenggam juga mencium punggung tangan kiri Nara.


“ Ines fant dette mellom brettene til Naras hijab (Ines menemukan ini di antara lipatan hijab Nara). “ ucap Barra sambil mengeluarkan Flashdisk dari saku celananya.


Afkar tidak bergeming dan masih mencium punggung tangan Nara, membuat Barra mulai tidak sabar.


“ ikke kyss Naras hånd for lenge, hvor har du vært i går .... glemte du å kysse kona di (jangan lama-lama cium tangan Nara, kemarin-kemarin kemana saja.... apa lupa cium-cium istri)? “ ucapan Barra membuat Afkar melepas tangan Nara dan menatap Barra dengan mata dingin.


“ hva er det (ada apa)? “ tanya Afkar yang sudah berdiri.


“ Ines fant dette mellom foldene til Naras hijab og ba meg gi det til deg (Ines menemukan ini di antara lipatan hijab Nara dan memintaku untuk memberikan padamu) “ ucap Barra sambil memaksa Afkar membuka tangan dan meletakkan Flashdisk di telapak tangan kanan Afkar.


“ Lief la Naras bærbare der borte og klærne dine der borte (Lief meletakkan laptop Nara di sebelah sana dan pakaian kalian di sebelah sana) “ ucap Barra sambil menunjuk tempat yang dia maksud dan Afkar segera mengambil Laptop Nara.


Afkar mulai sibuk dengan laptop dan Flashdisk Nara, Afkar mencoba melihat file yang tersimpan di dalam flashdisk. Berkali-kali Afkar mencoba membuka file tersebut berkali-kali Afkar kecewa karena meskipun folder utama bisa dia buka tapi semua folder dengan nama-nama yang tidak asing baginya tidak bisa di buka, karena Nara memasang enkripsi kata sandi di setiap folder.


“ Hvorfor? Kan ikke? Kan du ikke gjette passordet? (kenapa? Tidak bisa? Apa kamu tidak bisa menebak kata sandinya?) “ pertanyaan Barra membuat Afkar melirik dengan sinis.

__ADS_1


“ ektemann, hvis han ikke åpner seg for sin kone .... som dette ..... blir alt en personlig hemmelighet ..... be om å ville vite hemmeligheten til den nye kona forvirret (suami kalau tidak terbuka sama istri ya.... begini ini..... semua jadi rahasia pribadi..... giliran mau tahu rahasia istri baru bingung) “ ejek Barra membuat Afkar menyisir kasar rambutnya dengan tangan kirinya.


Setiap kali Afkar mencoba menebak kata sandi dari setiap folder yang ingin dia buka maka setiap kali pula Afkar gagal, karena Nara membuat enkripsi kata sandi. Bila tiga kali gagal mengetik kata sandi maka lima menit lagi baru bisa mengetik kata sandi lagi tapi bila memaksa mengetik kata sandi lagi yang berarti empat kali gagal maka butuh waktu setengah jam lagi untuk bisa mengetik kata sandi lagi.


Dan Afkar sudah melakukan tiga kali kesalahan yang mengharuskan dia menunggu selama lima menit lagi, untuk bisa mengetik kata sandi yang lain.


“ fortsatt ikke i stand? Har du prøvd å skrive inn bryllupsdatoen din? (masih tidak bisa? Apa kamu sudah mencoba memasukkan tanggal pernikahan kalian?) “ Afkar menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Barra.


“ hva med datoen da du forkynte Nara ... eller datoen da du ba om ta'aruf ..... eller datoen da du spiste din første middag (bagaimana kalau tanggal saat kamu khitbah Nara... atau tanggal saat kamu mengajukan ta'aruf..... atau tanggal saat kalian makan malam pertama kali)? “ Afkar melihat Barra jengah karena idenya sangat tidak masuk akal.


“ er det ikke alle timene og minuttene da vi møttes første gang (apa tidak sekalian tanggal jam juga menit saat kami pertama kali bertemu)? “ Barra meringis mendengar ucapan Afkar yang terkesan mengejek.


“ kan være ..... bare prøv det senere om en halv time (bisa jadi..... coba saja nanti setengah jam lagi) “ ucap Barra yang sudah melangkah keluar kamar rawar inap.


Meninggalkan Afkar yang sendirian bingung memikirkan kata sandi untuk membuka file yang tersimpan di dalam flashdisk.


Afkar membuang waktu tiga puluh menit dengan melihat-lihat aplikasi dan website apa saja yang sudah Nara pakai selama menggunakan laptop ini, Afkar tiba-tiba tidak percaya melihat notifikasi yang muncul di pojok kiri bawa layar laptop. Afkar menekan notifikasi itu dan seketika layar laptop menampilkan semua transaksi uang hari ini hasil penggelapan dari salah satu anak perusahaan Rosenkrantz. Afkar mencari tahu program atau script apa pun yang Nara buat untuk mendapatkan data ini, dan sekali lagi Afkar menatap layar laptop tidak percaya karena melihat ratusan baris script dengan bahasa pemprogram Malbolge.

__ADS_1


“ sayang.... “ gumam Afkar gemas karena Nara membuat script dengan bahasa pemprograman paling sulit di mengerti dan Nara memasang script tersebut di beberapa server pusat bank dan semua server pusat anak perusahaan Rosenkrantz.


“ sayang...... ini bahasa apa lagi “ gumam Afkar gemas dan frustasi karena sama sekali tidak memahami bahasa pemprograman yang Istrinya buat.


__ADS_2