
Afkar melihat layar tablet mulai melakukan apa yang sudah terdeteksi beberapa detik kemudian ponsel Ditya, Davis, Dipta juga Johan berdering. Mereka semua hampir bersamaan mengeluarkan ponselnya dan melihat notifikasi apa yang masuk.
Wajah senang dan sombong juga suara congkak Ditya terdengar kembali dan membanggakan dirinya bahwa dirinya berhasil mengelabui program Nara hingga ucapan Ditya memancing para saudara sepupunya untuk saling berbisik-bisik kembali.
Mendengar apa yang Ditya ucapkan membuat Afkar memijat dahinya pelan.
“ anak ini kalau di biarkan bisa-bisa membuka aibnya dan aib semua orang “ gumam Afkar dalam hati.
Tablet yang Afkar pegang sudah berpindah tangan ke tangan Lief, tapi Afkar lupa tidak menyerahkan pada Nara terlebih dahulu agar Nara menutup scriptnya.
Mendengar ucapan Ditya yang keras dan mulai kemana-mana membuat Afkar, Azkar, juga Lief hanya bisa menggelengkan kepala.
“ kamu menggali kuburmu sendiri “ gumam Azkar pelan.
“ baru juga banyak harta dunia sudah takabur.... padahal apa yang kamu miliki sekarang hanya titipan saja.... saat ALLAH meminta kembali apa yang kamu miliki saat ini.....hanya dalam satu detik semua akan kembali pada NYA.” Gumam Helen dalam hati dan memperhatikan Ditya yang masih saja sesumbar.
“ you have started destroying your business empire and your own family.... pity of you (kau sudah mulai menghancurkan kerajaan bisnismu dan keluargamu sendiri.... kasihan.... ) “ gumam Lief dalam hati dan tiba-tiba menundukkan pandangannya melihat layar tablet yang kembali melakukan suatu proses.
Lief dengan cepat menyerahkan kembali tablet pada Afkar dan Afkar hanya melihat saja.
“ your mouth your tiger..... you dig your own grave and your own family (mulutmu harimaumu..... kamu menggali kuburmu dan keluargamu sendiri) “ ucap Afkar dengan tenang.
Kekacauan keluarga besar Prakash Lohia pun terjadi, Afkar dengan sigap memeluk Nara dari samping dan mengajaknya keluar dari grand ballroom.
Melangkah keluar sambil melihat wajah Fajrin yang juga kuatir bila foto dan video lama Divya kembali muncul di media elektronik.
“ aman “ ucap Afkar pelan dan cukup membuat Fajrin tenang.
Keluarga besar Afkar satu persatu keluar dari grand ballroom membiarkan keluarga Prakash Lohia dengan kekacauan yang mereka buat sendiri.
Nara mendekati Fajrin dan Divya yang juga keluar dari grand ballroom.
__ADS_1
“ kakak...... berbahagialah..... jangan buat mba Divya menangis..... “ ucap Nara sambil memeluk Divya.
Satu persatu mengucapkan selamat pada Fajrin dan Divya.
“ sudah sana.... pergi bulan madu.... Sundth air sudah menunggu “ ucap Azkar sambil menepuk bahu Fajrin.
Nara memandang punggung Fajrin dan Divya dengan tatapan terharu juga bahagia.
Afkar melihat bahwa Nara merasa akan ada sesuatu yang berat akan mereka hadapi tapi Afkar tidak mau menanyakan hal itu, karena itu sudah di luar tanggung jawabnya sebagai adik ipar.
“ Ya ALLAH...... lindungi kakakku dan istrinya..... izinkan mereka bersama hingga SurgaMu “ gumam Nara dalam hati.
Bukan Azkar yang tidak peka atau pun cuek tapi mendengar keluarga besar Prakash Lohia yang gaduh di dalan grand ballroom membuat Azkar meminta Helen dan yang lainnya kembali pulang.
“ sayang..... bawa anak-anak pulang dulu.... “ pinta Azkar pada Helen.
Setelah memastikan semua keluarga besarnya sudah pergi meninggalkan hotel, Azkar kembali masuk dan menyaksikan pemandangan di luar perkiraannya. Davis memukul Ditya membuat Azkar mengurungkan niatnya dan berbalik keluar tapi baru saja hendak melangkah menuju lobi, terlihat Dean yang sepertinya sedikit gusar.
Dengan sedikit lemas Dean menyerahkan sebuah flashdisk pada Azkar.
“ apa ini? “ tanya Azkar yang tidak paham maksud Dean.
Dengan sedikit gugup Dean mengatakan apa yang ada di dalam flashdisk tersebut dan apa yang membuatnya terlihat sedikit gusar, Azkar seketika terkejut mendengar penjelasan Dean tapi hanya sesaat setelah mengingat apa yang terjadi pada keluarga besar Prakash Lohia.
“ aku simpan saja flashdisk ini dan mengenai compact disk yang tidak bisa kamu temukan.... aku yakin para pengawal om Davis sudah membawanya..... dokumentasi ini sudah tidak kita perlukan...... kehadiraan Rosewood dan PPB sudah cukup memberi mereka kejutan. “ ucap Azkar sambil memasukkan flashdisk ke dalam saku jasnya.
Dean bernafas lega mendengar ucapan Azkar dan mengikuti langkah kaki Azkar.
Pesta pernikahan yang tidak akan pernah bisa di lupakan oleh seluruh keluarga besar Prakash Lohia mau pun orang-orang di sekitar Afkar juga Nara.
Mulut yang tidak bisa menjaga ucapannya telah membuka aib seluruh keluarga.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Afkar memperhatikan Nara dengan sejuta pertanyaan, seberapa jauh Nara menahan penurunan harga saham Prakash Lohia. Nara yang merasa di perhatikan menarik nafas panjang dan menatap Afkar dalam-dalam
“ Nara menahan harga saham mereka sejak restauran kak Syafril di rusak orang-orang jahat “ ucapan lirih Nara membuat Afkar terkejut.
“ serius..... berapa lama itu.... “ ucap Afkar terkejut.
Nara yang sudah lupa kapan dia memasang script tersebut hanya bisa mengangkat bahunya sekali, membuat Afkar menepuk dahinya sendiri.
“ bagaimana sayang bisa menahan semua skandal mereka.... mas perhatikan tidak hanya satu dua atau tiga media yang memberitakan skandal mereka “ pertanyaan Afkar membuat Nara tertunduk.
Melihat Nara tertunduk seperti merasa bersalah membuat Afkar membelai lembut kepala Nara.
“ apa.... sayang menggunakan kata Prakash dan Lohia? “ Nara menganggukan kepala sekali menjawab pertanyaan Afkar.
Melihat jawaban Nara membuat Afkar menarik nafas panjang dan menarik Nara ke dalam pelukkannya.
“ mas tanya lagi..... sayang menggunakan nama Neptunia atau black riley? “ kali ini Nara menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Afkar.
Afkar bingung dengan jawaban Nara tapi Afkar tidak bisa memikirkan nama jaringan apa yang Nara pakai untuk meretas seluruh berita skandal Prakash Lohia.
“ Black shadow “ ucapan pelan Nara membuat Afkar gemas karena Nara tidak hanya memiliki satu atau dua nama jaringan tapi tiga.
Pelukan erat Afkar membuat Nara merasa hangat dan nyaman.
“ berapa nama jaringan sayang selain tiga nama itu..... “ ucap Afkar sambil mencium kepala Nara.
Untuk sesaat Nara terdiam dengan pertanyaan Afkar, Nara bingung hendak mengatakan semua nama jaringannya pada Afkar.
“ apa lebih dari itu..... apa masih ada nama jaringan yang lain lagi? “ Nara menganggukan kepala menjawab pertanyaan ini dan sukses membuat kepala Afkar pening.
Afkar merasa bahwa meski pun sudah menghalalkan Nara baginya tapi masih banyak hal yang belum dirinya ketahui tentang Nara, semakin hari semakin banyak kejutan yang dia dapat dari Nara yang semua kejutan itu di luar pemikirannya selama ini.
__ADS_1
“ masih banyakkah yang belum mas ketahui tentang sayang.... seberapa banyak lagikah hal-hal yang sayang tutupi dari mas...... “ gumam Afkar dalam hati sambil mencium kepala dan membelai punggung Nara.