NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 170 SCARY ICE BEAR (3)


__ADS_3

“ ikke late som du er en feiging....hvor er motet ditt som da du klødde søsteren min i hånden..... dette er hvordan du skriker av smerte..... hva med om jeg syr opp såret ditt uten narkose... vil du skrike høyt... hva er holdningen til en modig mann som du alltid viser vennene mine .... heldigvis er ikke dette snittet så dypt som snittet du gjorde..... det er fortsatt bra at ulnararterien din ikke er kuttet også ... bare musklene i hånden .... (jangan pura-pura menjadi penakut....mana keberanianmu seperti saat kamu menggores tangan adikku..... begini saja sudah teriak kesakitan..... bagaimana kalau aku menjahit lukamu tanpa anestesi.... apa kau akan berteriak kencang.... mana sikap laki-laki pemberani yang selalu kamu tunjukkan pada temanku..... masih untung luka sayatan ini tidak sedalam dari luka sayatan yang kamu buat pada adikku..... ini masih bagus arteri ulnarmu tidak tersayat juga.... hanya otot-otot tangan saja.... ) “ ucap Zarya dengan santai.


Ucapan Zarya bukan membuat Gustaf tenang tapi justru semakin membuat Gustaf terlihat jelas sangat ketakutan. Apa lagi saat Zarya membuka tas yang dia bawa, terlihat jelas isinya berupa benang monofilamen alami beberapa jarum untuk menjahit luka dan satu set peralatan jahit luka.


Wajah Gustaf menjadi pusat pasi saat melihat jarum juga benang yang Zarya siapkan. Keringat dingin mengalir deras di dahi, pelipis leher bahkan sekujur tubuhnya berkeringat.


“ tok noen av dere med seg nitti prosent alkohol... noe... for å rense dette såret... dette snittet er skittent, men ikke så skittent som såret til Nara (apa di antara kalian ada yang membawa alkohol 90%..... atau apa sajalah... untuk membersihkan luka ini....sayatan ini kotor sekali tapi tidak sekotor luka Nara) “ ucapan Zarya yang terkesan santai tanpa beban membuat Afkar tersenyum dan memberi isyarat tangan pada pengawalnya.


Tanpa menunggu lama seorang pengawal menyerahkan minuman keras yang dia simpan di saku pada Zarya. Dan tanpa menunggu lama Zarya menuangkan minumam alkohol itu tepat di pinggir luka Gustaf, seketika teriakan tertahan Gustaf membuat Zarya melihatnya dengan jengah.


“ la oss bare rope..... hva med å sy denne. (begini saja teriak..... bagaimana kalau aku menjahit ini.) “ ucap Zarya sengaja menjatuhkan mental Gustaf.


Afkar melangkah keluar membiarkan Zarya melakukan tugasnya sebagai dokter.

__ADS_1


“ Lief... hvis Zarya er ferdig...... ikke overlat det til etterforskeren først... bare ring etterforskeren i overmorgen... la ham føle smerte hele natten slik min kone føler (Lief.... kalau Zarya sudah selesai...... jangan serahkan pada penyidik itu dulu.... panggil penyidik itu lusa saja.... biarkan dia semalaman merasakan sakit seperti yang istriku rasakan) “ ucap Afkar sambil melangkah menuju kursi tua yang berada di teras rumah.


Afkar tertunduk memejamkan mata mengingat kembali setiap kata, teriakan dan tangisan Nara yang berada di dalam pelukkannya saat Zarya dan rekan sejawatnya menjahit luka di tangan Nara. dada Afkar terasa sakit hanya mengingat itu semua.


Sementara Zarya di dalam ruangan mulai menjahit luka Gustaf dengan 6 orang pengawal yang mengawasinya, dengan santai tanpa beban Zarya menjahit luka itu. Berbeda jauh saat menahan tangan Nara, Zarya sempat meneteskan air mata tidak sanggup mendengar tangisan Nara. Tangisan wanita hamil yang menahan rasa sakit di tusuk berkali-kali.


Dan saat ini Zarya melakukan hal yang sama yang dia lakukan dengan rekan sejawatnya, menjahit luka Gustaf tanpa anestesi lokal. Zarya sengaja menggunakan teknik Interrupted suture menjahit tepi luka dengan satu jahitan kemudian disimpulkan dan dipotong. Teknik ini memerlukan lebih banyak benang monofilamen alami karena setiap jahitan harus dibuat simpul dan dipotong. Teknik ini lebih aman karena bila satu jahitan putus jahitan lainnya tidak terganggu. Teknik inilah yang di gunakan untuk menjahit luka sayatan di punggung tangan kiri Nara. Baru sekali Zarya membuat satu simpul jahitan, Gustaf sudah pingsan tidak kuat menahan rasa sakit.


Bila Gustaf pingsan maka Zarya akan meminta pengawal Azkar untuk menyadarkan Gustaf bagaimana pun caranya. Setiap kali Zarya menusuk kulit juga daging segar Gustaf, setiap kali pula Gustaf teriak sekeras-kerasnya dan pingsan. Meski pun teriakan Gustaf tidak keras karena mulut Gustaf masih terikat dengan kuat oleh selembar kain usang. Entah berapa kali Gustaf pingsang dan entah berapa kali pengawal Afkar menyadarakannya, Zarya tidak peduli.


Teriakan Gustaf tidak terdengar di mana Afkar duduk, satu masalah besar sudah terselesaikan. Sekarang tugas utamanya adalah menjaga Nara dan kedua calon bayinya.


Lebih dari 30 menit, Zarya menjahit luka di tangan Gustaf tanpa anestesi lokal. Saat Zarya keluar dan melihat Leif berdiri di dekat pintu, Zarya segera menghampirinya.

__ADS_1


“ hvor er GUN (mana GUN)? “ pertanyaan Zarya sempat membuat Lief bingung untuk sesaat tapi kemudian paham siapa yang Zarya maksud.


Zarya melangkah mendekati Afkar yang terlihat tertunduk dan memejamkan kedua matanya.


“ det er gjort.... men jeg er ikke fornøyd..... det har bare vært en nålestikk ut, men tråden har gått gjennom kjøtt og hud.... hun har gått ut... aaaah.... ikke gøy.... jeg trodde han ville være sterkere enn Nara.... men det er så mye utholdenhet han har.... bry meg om jeg drar hjem...... bare pass på at han aldri kommer seg ut av fengsel om nødvendig la den fyren bli gammel i fengselet. (sudah selesai.... tapi aku belum puas..... baru juga satu tusuk jarum keluar belum juga benangnya melewati daging dan kulitnya.... dia sudah pingsang.... aaaah.... tidak menyenangkan.... aku kira dia akan lebih kuat dari Nara.... ternyata hanya segitu ketahanan tubuhnya.... sudahlah aku pulang...... pastikan saja dia tidak pernah bisa keluar dari penjara kalau perlu biarkan orang itu menua di penjara.) “ ucap Zarya yang masih terlihat sangat kesal dengan Gustaf.


Afkar melihat Lief seperti memberi sebuah isyarat pada Lief agar melihat keadaan Gustaf.


“ Jeg drar hjem først.... har du ingen livvakter som kan ta meg hjem..... Jeg tenkte det ville være gøy å få den personen til å føle det Nara følte..... men det var ikke gøy i det hele tatt..... svak..... bare å se på nålen... ansiktet hennes er allerede blekt...... (aku pulang dulu.... apa tidak ada pengawalmu yang bisa mengatarku pulang..... aku kira akan menyenangkan membuat orang itu merasakan apa yang Nara rasakan..... tapi ternyata sama sekali tidak menyenangkan.....dia sangat lemah..... melihat jarum saja... wajahnya sudah pucat pasi......) “ ucap Zarya yang sudah berdiri membiarkan Afkar terheran-heran dengan ucapan Zarya.


Zarya pulang di antar oleh salah seorang pengawal Afkar, Lief keluar dan mengatakan bahwa Gustaf pingsan beberapa kali.


“ sir....de bekreftet det frøken Zarya sa (tuan.... mereka membenarkan apa yang Nona Zarya katakan) “ ucapan Lief membuat Afkar sulit percaya.

__ADS_1


“ prøv å ikke dø... la ham leve og føle konsekvensene av handlingene hans. (usahakan jangan sampai mati.... biarkan dia hidup dan merasakan akibat dari perbuatannya.) “ suara tegas dan dingin Afkar membuat 6 pengawal yang menjaga rumah tua ini menjadi merasa merinding.


Mereka sudah lama bekerja pada keluarga Sadhat, tapi baru kali ini melihat Afkar yang dingin menjadi sangat menakutkan.


__ADS_2