
Belajar dari wawancara pertama D4rkC0d3 yang tidak menyenangkan juga komplain keras Barra pada Nanwei, Nanwei memutuskan membuat peraturan bagi para produser acara wawancara juga para pemilik produk yang menginginkan pemain Shield menghadiri atau menggunakan produk mereka. Karena sejak Neptunia menyatakan bergabung dengan Shield, kaum muda di Norwey baik pria mau pun wanita selalu mengikuti apa yang Shield pakai. Seperti saat Nara atau pun pemain Shield kedapatan mengenakan salah satu produk sepatu tertentu yang pada awalnya produk itu tidak diminati para kaum muda di Norwey, tapi karena Nara dan pemain Shield memakainya membuat kaum muda Norwey ikut memakainya sehingga produsen sepatu itu mendapatkan banyak permintaan sepatu seperti yang Nara atau pun sepatu yang pemain Shield pakai. Secara otomatis omset meraka mengalami kenaikan.
Nanwei membuat peraturan yang sangat ketat dan tidak ada sedikit pun toleransi bagi para produser atau pun pemiliki produk untuk melakukan negosiasi. Yang pada akhirnya hanya 2 produser yang mampu mendatangkan D4rkC0d3 dengan formasi lengkap dan 4 produk menerima persyaratan ketat yang Shield tentukan. 1 minggu sebelum acara wawancara pemilik produk harus mengirimkan produk mereka yang akan Shield pakai di acara wawancara karena para pemain Shield akan mengujinya, markas Shield lantai 1 selain terdapat kantin juga terdapat 2 ruangan yang difungsikan sebagai tempat bersantai para pemain mau pun manager.
Di ruangan ini terdapat fasilitas olah raga fisik mau pun non fisik, biasanya bila musim panas di sela-sela waktu istirahat para pemain akan mengisi waktu dengan berenang di kolam renang yang berdekatan dengan fasilitas olah raga lainnya. Karena fasilitas ini tidak pernah sepi oleh para pemain yang bersantai, Afkar melarang keras Nara untuk masuk ke 2 ruangan itu.
Untuk ruang santai dengan fasilitas non fisik terdapat banyak perangkat game yang bisa para pemain mainkan bila mereka sedang beristirahat setelah berlatih atau pun setelah berkompetisi. Dan di ruang ini pula saat ini beberapa pemain sedang menguji beberapa perangkat game console GDP WIN keluaran terbaru. Karena pemilik produk ini menginginkan D4rkC0d3 memperlihatkan penggunaan game console GDP WIN pada saat acara wawancara nanti.
“ aduh..... susah sekali....... permainan apa ini “ gumam Nara kesal karena sejak peraturan baru Nanwei berlaku, seluruh pemain yang akan mendapat kontrak iklan suatu produk maka pemain itu harus ambil bagian dalam pengujian produk tersebut.
Nara terus saja meracau tidak jelas karena berkali-kali tidak bisa menggunakan game console GDP WIN yang harus dia uji, bahkan hampir saja Nara membanting perangkat itu kalau Morten tidak menghentikannya. Kekesalan Nara membuat Nara jengkel pada Afkar, dan Nanwei meminta Afkar untuk mengajari Nara cara bermain game console GDP WIN.
“ Nara tidak bisa main game ini.... “ ucap Nara yang jengkel karena Afkar mengeluarkan perangkat Game console GDP WIN max dari dalam tas kerjanya.
“ coba dulu sayang..... pasti bisa..... mudah lo ini..... “ ucap Afkar sambil memperlihatkan cara memainkannya.
Mudah bagi Afkar karena Afkar sebelum terjun di dunia CTF adalah seorang penggila game, apa pun jenis perangkat game Afkar pernah miliki hingga membuat Erhan menyediakan 1 ruang khusus untuk Afkar bermain game.
Afkar yang terlihat meyakinkan dalam memainkan perangkat game console GDP WIN mulai timbul rasa ingin tahu Nara, Nara duduk di sebelah kiri Afkar dan sedikit melirik game yang Afkar mainkan. Afkar yang paham bahwa Nara mulai ada sedikit rasa tertarik dengan apa yang dia mainkan, pelan-pelan Afkar menarik tangan Nara untuk mengajari Nara permainan yang Afkar mainkan.
Tapi karena otak Nara yang susah memahami game bergenre action, yang ada hanya kekalahan saja yang dia dapatkan.
__ADS_1
“ sayang..... ini yang di tekan..... bukan yang ini.... kalah jadinya “ ucap Afkar gemas.
“ susah gamenya..... “ ucap Nara yang sudah merajuk.
“ mas jadi heran..... sayang bisa membuat memahami menguji script game tapi tidak bisa memainkan gamenya “ ucap Afkar mencoba membangkitkan rasa ingin tahu Nara akan sebuah perangkat game.
Nara mengerucutkan kedua bibirnya mendengar ucapan Afkar.
“ game seperti ini membuat Nara jadi malas belajar.... dulu pernah main game ini sampai kak Fajrin memarahi Nara.... jadi malas buat main game begini ini. “ ucap Nara cemberut.
“ yang salah bukan gamenya.... tapi sayang pasti bermain game sampai lupa belajar lupa makan lupa sholat..... “ ucap Afkar yang kembali asik memainkan GDP WIN di tangannya.
“ hehehe..... iya juga.... makanya Nara tidak mau main begini ini lagi... “ ucap Nara yang berusaha menyingkirkan GDP WIN dari kedua tangan Afkar.
Nara sedikit cemberut karena pemikiran Afkar sama dengan pemikiran Fajrin. Nara merubah posisi duduknya menghadap Afkar dan menatap wajah Afkar dengan serius.
“ mas tampan ya..... sampai seserius itu melihat mas “ ucap Afkar sambil melirih Nara untuk sesaat.
Tanpa mengucapkan kata apa pun, Nara mengambil game console GDP WIN dari tangan Afkar dan meletakkan di meja. Afkar melihat Nara dengan heran karena setelah meletakkan game cosel GDP WIN, Nara langsung duduk dipangkuan Afkar. Afkar hanya memandangi Nara menunggu apa yang akan Nara lakukan. Nara melingkarkan tangan kirinya di leher Afkar dan jari telunjuk tangan kanannya memainkan kancing kemeja Afkar, sebenarnya Afkar paham apa yang akan di lakukan Nara.
Mengingat 2 hari lalu Afkar menemaninya memeriksakan kandungan yang ternyata berat masing-masing janin sudah 25 gram dan 27 gram , usia janin kembar mereka sudah masuk 13 minggu.
__ADS_1
“ jadi sayang bisa memainkan game apa? “ tanya Afkar sambil menjepit dagu Nara dengan ibu jari dan telunjuk tangan kirinya.
“ mmmm..... game apa ya..... “ ucap Nara pura-pura berpikir keras nama game yang sering dia mainkan dengan tangan kanan yang sudah melepas satu kancing kemeja Afkar.
Satu kancing kemeja lepas membuat Afkar tersenyum tipis, Jari jemari Nara masih sibuk dengan kancing-kancing kemeja.
“ sayang..... sayang tahu berapa minggu sekarang.... jangan memancing mas.... “ ucap Afkar dengan tangan kiri membelai perut Nara dan menahan diri untuk tidak memakan Nara.
“ hmmmm..... emm.... 13 minggu.... “ ucap Nara yang mulai membelai dada Afkar dengan jari telunjuk tangan kanannya.
“ terus.... ? “ ucap Afkar agar Nara melanjutkan ucapannya.
“ terus..... “ ucap Nara yang jari telunjuknya berputar-putar di sekitar otot pectoralis major milik Afkar yang semakin hari semakin terlihat kekar dan bidang.
“ jangan mancing begini.... kalau sudah siaga satu..... sayang tidak akan bisa menghindar..... dan mas tidak akan berhenti sebelum puas. “ ucap Afkar yang sudah memegang jari telunjuk tangan kanan dengan tangan kirinya.
Nara tersenyum genit dan sedikit menekan milik Afkar, membuat Afkar berusaha agar tidak siaga satu. Nara semakin menggoda Afkar dengan membisikkan sesuatu di telinga kiri Afkar, seketika tanpa menunggu lama miliknya menjadi siaga satu.
“ tanggung jawab “ bisik Afkar sambil mendaratkan bibirnya di ceruk leher Nara.
Nara tertawa geli karena ucapan dan perlakuan Afkar.
__ADS_1
“ mas .... “ bisikan Nara kali ini membuat Afkar dengan sigap mengangkat tubuh Nara dan membawanya masuk ke kamar.