
Pagi ini tidak seperti biasanya selesai makan pagi Afkar langsung masuk ke ruang kerjanya bersama Lief, dan melewatkan hidangan penutup yang membuat Nara semakin sedih jengkel juga kecewa. Karena demi pekerjaan Afkar hanya sempat memakan beberapa suap kentang tumbuk dan setengah telur mata sapi, Nara yang mengambil piring makanan Afkara dan membawanya ke ruang kerja.
“ Assalamu'alaikum " salam Nara saat masuk ke ruang kerja Afkar.
Terlihat jelas banyak sekali tumpukkan berkas dengan bahasa Norsk tidak seperti saat terakhir kali Nara lihat, tumpukkan berkas semakin banyak hingga menumpuk di beberapa titik di lantai.
“ Wa'alaikumsalam ” balas Afkar tanpa melihat Nara yang masuk membawa sisa makanannya.
“ mas..... ini di habiskan dulu..... mubadzir " ucap Nara yang sudah berdiri di samping kanan Afkar.
Tanpa menjawab ucapan Nara, Afkar segera membuka mulutnya untuk menerima setiap suapan dari Nara. Nara dengan sabar menyuapi Afkar hingga habis, Nara memberikan piring tersebut pada Ines dan menukarnya dengan segelas air mineral.
“ mas.... minum dulu nanti tersedak " ucap Nara sambil mendekatkan bibir gelas ke mulut Afkar.
Sebelum Nara melangkah keluar ruangan, Nara mencium kepala Afkar dan menyucapkan salam. Tepat pukul delapan lebih lima belas Afkar berangkat kerja dan Nara sudah menunggu di samping pintu untuk mencium punggung tangan kanan Afkar. Lief dan Ines melihat keduanya hanya bisa menarik nafas panjang.
Seharian Nara menghabiskan waktu hanya di dalam kamar, sebenarnya Nara ingin sekali pergi ke markas Shield berlatih langsung dengan Marius dan Morten, tapi apa daya Afkar belum mengajaknya kesana.
__ADS_1
hari ini Nara berhasil menghubungi kakak beradik Yilmaz meskipun dengan sedikit kesulitan tapi pada akhirnya Nara bisa masuk ke sistem jaringan Shield, mereka berbicara banyak hal termasuk kompetisi terakhir yang mempertemukan mereka meskipun Nara berkompetisi bukan di bawah klub Shield. Cukup membuat Nara merasa sedikit terhibur di saat Nara membuang rasa sepi tanpa keberadaan Afkar di dekatnya.
Marius meminta Nara untuk menjelaskan tentang beberapa algorithma dan bahasa pemprograman yang menurutnya sangat aneh dan tidak masuk akal. Dengan Sabar dan pelan-pelan Nara menjelaskan algorithma dan bahasa pemrograman yang Marius maksud, tak jarang juga suara tawa riang Nara terdengar saat Morten mencoba menjahilinya. Yang pada akhirnya mereka sepakat untuk mencoba berlatih bersama, meskipun pada awalnya Nanwei menolak permintaan kakak beradik Yilmaz tapi dengan sedikit paksaan akhirnya Nanwei mengijinkan mereka berlatih bersama.
Nanwei belum mengijinkan mereka berlatih bersama karena sampai hari ini Afkar belum mengatakan secara langsung bawah Neptunia, Marius dan Morten akan berada dalam satu tim. Meskipun Afkar sudah mengirim pesan kompetisi apa saja yang harus mereka ikuti beserta targetnya, tapi tetap saja Nanwei tidak cukup berani meminta Nara untuk segera bergabung dengan kakak beradik Yilmaz.
Nara juga belum tahu bahwa Barra sudah berada di Oslo sejak satu minggu setelah dirinya dan Afkar kembali dari Istanbul, Afkar juga tidak mengatakan pada Nara bahwa Barra yang akan menjadi manager mereka bertiga. Afkar sengaja menutupi itu karena ingin memberi sedikit kejutan pada Nara, tapi karena kesibukannya dengan permasalahan Rosenkrantz Group yang akhirnya membuat Afkar melupakan semua rencananya terkait kompetisi apa saja yang harus Neptunia ikuti.
Sepengetahuan Nara saat ini dia berlatih dengan kakak beradik Yilmaz di bawah pengawasan Nanwei, baik kakak beradik Yilmaz maupun Nanwei tidak berusaha memberi tahu Nara tentang keberadaan Barra di Shield. Karena mereka memahami bahwa Neptunia adalah sepenuhnya otoritas dari Afkar. Setiap kali Nara online dengan para pemain CTF, Nara akan memakai earphone dan tanpa penambahan aplikasi equalizer yang merubah suaranya menjadi suara laki-laki. Tapi berbeda bila Nara akan berkomunikasi dengan para grey hat atau pun dengan para anggota Masters of Deception yang lain, Nara akan menggunakan aplikasi equalizer untuk merubah suaranya menjadi suara laki-laki. Karena selama ini ketua group Masters Of Deception juga anggota yang lainnya mengenal Black Riley sebagai seorang laki-laki yang berumur kurang lebih dua puluh empat tahun.
“ sister.... I don't understand Rijndael's algorithm yet (kakak ipar.... aku belum mengerti algoritma rijndael) ” protes Morten yang mulai muncul ide untuk menjahili Nara.
“ didn't Nara already explain everything?... do you still not understand? which part do you not understand? (bukankah tadi Nara sudah jelaskan semua?.... apa masih belum paham? Bagian mana yang belum paham) ” tanya Nara ingin tahu.
“ everything (semua) " jawab Morten membuat Marius menggelengkan kepalanya.
“sepertinya aku harus ke markas Shield dan menjelaskan semua ini..... tapi mas Afkar sibuk tidak bisa Nara ganggu.” Gumam Nara dalam hati.
__ADS_1
“sister let's end our practice today... the day after tomorrow we will continue.... but just use an easy algorithm, not a difficult one (kakak ipar, kita akhiri dulu latihan kita... lusa kita lanjut lagi.... tapi pakai algoritma yang mudah saja jangan yang sulit) " ucap Morten sambil meringis karena merasa berhasil menjahili Nara.
Nanwei dan Barra yang melihat tingkah Morten hanya bisa menggelengkan kepala dengan heran.
“ Ok...... Assalamu'allaikum ” salam Nara dan mematikan sambungan komunikasi dengan kakak beradik Yilmaz setelah mereka membalas salam Nara.
Nara mengibaskan kedua tangannya melepas rasa pegal di tangan, melihat jam di layar laptopnya yang sudah menunjukkan pukul enam petang dan waktunya Nara untuk sholat Ashar. Selesai sholat Nara keluar kamar dan duduk di sofa ruang tengah karena ingin memperhatikan suasana rumah yang sudah beberapa hari ini dia abaikan dan memilih berdiam di dalam kamar. Ines menemaninya dengan berdiri di samping Nara.
“ Ines.... do you know a female gynecologist (kamu tahu dokter spesialis kandungan wanita). ” tanya Nara sambil memainkan ponsel di tangan kirinya.
“ I'm looking for information first, madam (saya carikan informasi dulu, nyonya) “ jawab Ines ragu karena dia memang tidak tahu.
“ please make an appointment for my examination the day after tomorrow (sekalian buat janji pemeriksaanku besok lusa) “ ucap Nara sambil memindah ponsel dari tangan kiri ke tangan kanan.
“ yes madam (iya nyonya). ” Jawab Ines tidak terlalu yakin.
Duduk diam tidak melakukan apa-apa membuat Nara cepat bosan, mencoba membuang rasa bosan dengan bermain Tetrisdi ponselnya. Tiba-tiba seseorang membuka pintu depan seketika Nara berdiri dan berjalan melihat siapa yang masuk, dengan sedikit rasa kecewa ternyata yang datang bukan Afkar tapi Erhan. Karena Nara berharap bahwa yang membuka pintu depan adalah Afkar meski pun itu kemungkinan kecil terjadi.
__ADS_1