NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 62 STOPPED GROWING


__ADS_3

Nara mencoba tenang melihat antrian yang sebentar lagi gilirannya masuk, berkali-kali Nara mengirim pesan pada Afkar tapi hanya mendapatkan notifikasi bahwa pesan terkirim dan bukan notifikasi pesan terbaca. Dada Nara mulai terasa sesak, tenggorokan terasa mulai sulit menelan ludah dan kedua matanya mulai panas. Nara menarik nafas panjang menenangkan hatinya menguatkan hatinya bila Afkar tidak bisa datang tepat pada waktunya, Nara menengadahkan kepala melihat ke langit-kantor ruang tunggu untuk menahan agar air matanya tidak menetes.


Beberapa menit kemudian seorang wanita keluar bersama suaminya juga seorang suster.


“ Fru Afkar Sadhat Surendra (nyonya Afkar Sadhat Surendra) “ panggil suster tersebut.


Nara segera sadar dan berjalan mendekati suster tersebut, dengan senyum ramah suster meminta Nara untuk masuk. Sementara saat Ines mencoba mengikuti, Nara memberi isyarat tangan agar Ines menunggu di luar.


“ Good afternoon doctor (selamat sore dokter) “ salam Nara membuat dokter Mari Chammad tersenyum ramah.


“ Good afternoon Mrs. Afkar, please lie down here.... I will check your fetus (selamat sore nyonya Afkar, silahkan berbaring disini.... saya akan memeriksa janin anda). ” Ucap Mari dengan ramah.


Nara segera naik ke ranjang pemeriksaan dengan bantuan seorang suster Nara menarik keatas abayanya dan menurunkan sedikit legging serta hipster yang dia kenakan. Suster mengukur tekanan darah sesaat dan merapikan kain yang menutupi area perut bagian bawah.


Mari mulai mengoleskan ultrasound usg di bawah pusar Nara, Mari menggerakan transduser di area perut bagian bawah mencari detak jantung janin. Untuk beberapa menit Mari masih berusaha meyakinkan diri dengan apa yang dia lihat di layar alat USG, Mari melihat Nara sesaat dan kembali menggerakkan transduser di atas perut Nara.


“ how is it doctor (bagaimana dokter)? “ tanya Nara memberanikan diri.


“ wait a minute madam.... I'm looking for the fetal heartbeat (sebentar nyonya.... saya sedang mencari detak jantung janin) “ ucap Mari dengan tersenyum.

__ADS_1


Insting seorang dokter membuat Mari harus menjaga kondisi psikologi pasien mulai muncul, sesaat kemudian Mari menghentikan gerakan transduser dan meminta suster membersihkan sisa ultrasound gel di perut Nara. Nara heran kenapa Mari tidak memperdengarkan atau menunjukkan detak jantung janinnya.


Nara turun dari ranjang pemeriksaan dan duduk di depan Mari.


“ Have you recently had some other feeling that different from before (apa akhir-akhir ini nyonya merasakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya)? “ tanya Mari sambil menulis sesuatu di kertas resep.


“ emmm.... nothing but a few days ago.... i forget exactly when it is... I feel my body temperature is slightly higher than usual (emmm.... tidak ada tapi beberapa hari yang lalu.... saya lupa tepatnya kapan.... saya merasa suhu tubuh saya sedikit lebih tinggi dari biasanya) “ ucap Nara sambil mengingat sesuatu yang dia rasakan setelah mengikuti kompetisi Real World CTF.


“ did something happen to my fetus (apa ada sesuatu yang terjadi pada janin saya)? “ tanya Nara memberanikan diri.


Mari menarik nafas panjang dan memegang tangan kanan Nara mencoba menguatkan Nara.


“ Currently your fetus should be measuring about approximately five point four centimeters and weigh approximately fourteen grams. But earlier I saw that the size of your two fetuses is less than four point one centimeter and less than seven grams, I estimate that your fetus stopped growing at ten or eleven weeks (seharusnya kondisi janin anda saat ini berukuran kurang lebih lima koma empat centimeter dengan berat kurang lebih empat belas gram. Tapi tadi saya melihat ukuran kedua janin anda kurang dari empat koma satu centimeter dan kuranh dari tujuh gram, saya perkirakan bahwa janin anda berhenti berkembang saat berusia sepuluh atau sebelas minggu) “ mendengar penjelasan Mari membuat Nara seketika merasa dingin, sedih, kecewa, takut dan keringat dingin membasahi punggung juga seluruh rambutnya.


Mari tersenyum mendengar suara sedih Nara, Mari paham apa yang di rasakan Nara saat ini.


“ I'm so sorry Mrs Afkar, at this time there is nothing you can do to make your two fetuses growing again, all you can do is remove the two fetuses because if you don't remove them immediately it will be very dangerous for your healthy (maafkan saya nyonya Afkar, saat ini tidak ada yang bisa anda lakukan untuk membuat kedua janin anda kembali berkembang, yang bisa anda lakukan hanya mengeluarkan kedua janin itu karena bila tidak segera di keluarkan akan sangat membahayakan kesehatan nyonya) “ ucapan Mari seketika membuat Nara tertunduk lemas.


Nara mengerti maksud Mari, Nara mulai meneteskan air mata dan membasahi kain niqab yang menutup kedua pipinya dengan rapi.

__ADS_1


“ I’ll give this recipe, to help expel your fetus as soon as possible without going through an abortion (saya akan berikan resep ini, untuk membantu mengeluarkan janin anda secepatnya tanpa melalui aborsi) “ ucap Mari yang sudah berdiri di samping Nara dan menepuk bahu kanan Nara.


“ what is this doctor (apa ini dokter)? “ tanya Nara heran dengan suara berat dan terbata-bata.


“ You have to take this medicine, maybe in next three or four days you will feel contractions that make you to immediately expel the fetus (saya berikan resep untuk nyonya minum, mungkin dalam tiga atau empat hari kedepan nyonya akan merasakan kontraksi yang mengharuskan anda untuk segera mengeluarkan janin) “ Mari berusaha menenangkan Nara.


Hal yang paling di benci Mari adalah saat memberitahu pada ibu hamil bahwa janinnya bermasalah dan harus segera di keluarkan karena bila tidak akan membahayakan kesehatan si ibu yang bahkan bisa mengakibatkan kematian si ibu sendiri.


Nara melihat sebuah tulisan di secarik kertas yang Mari pegang.


“ Cytotec..? “ ucap Nara pelan dan terdengar sangat sedih juga kecewa.


“ please drink this twice a day (silahkan anda minum ini sehari dua kali) “ ucapan Mari sekali lagi membuat Nara terpukul.


“ can i still get pregnant again (apa saya masih bisa hamil lagi)? “ tanya Nara yang mulai sedikit kuat menerima cobaan ini.


“ Of course you can, but try to have *** with your husband after the first menstrual period ends (tentu saja masih bisa, tapi usahakan anda berhubungan dengan suami setelah masa menstruasi yang pertama berakhir) “ jelas Mari yang melihat Nara mulai bisa menerima semua ini.


“ why doctor (kenapa dokte)? “ tanya Nara dengan polos.

__ADS_1


Jujur Nara tidak memahami hal ini karena tidak ada yang memberitahunya.


“ The postpartum period after a miscarriage is approximately one to three weeks depending on your condition. The period when your uterus returns to the normal size as before pregnancy (masa nifas setelah keguguran kurang lebih satu hingga tiga minggu tergantung dari kondisi nyonya. Masa dimana ukuran rahim anda kembali ke ukuran normal seperti sebelum hamil). “ jelas Mari membuat Nara sedikit tenang.


__ADS_2