
Afkar mendengar penjelasan Nara dan melihat raut wajah Morten yang terlihat jelas sama sekali tidak mengerti apa yang istrinya jelaskan hanya bisa menarik nafas panjang. Afkar menepuk bahu kiri Morten.
“ Hvis du ikke prøver å forstå denne algoritmen, vil du ikke kunne delta i konkurransen om to uker, og jeg slipper deg ned til lag 11 (kalau kamu tidak berusaha keras memahami algorithma ini, kalian tidak akan bisa ikut kompetisi 2 minggu lagi dan aku akan menurunkan kamu ke tim 11) “ ucap Afkar dengan santai tapi bagi Morten terdengar seperti sebuah ancaman.
Morten berdiri dan menatap Afkar begitu juga dengan Nara.
“ GUN ..... det er en rar algoritme .... bare prøv å fullføre dette på 3 minutter ..... hvis du kan løse det, vil jeg prøve å forstå alle de rare algoritmene, men hvis du fullfører mer fra 3 minutter .... du må endre konkurransemålet vårt (GUN..... ini algorithma aneh.... coba saja kamu selesaikan ini dalam 3 menit..... kalau kamu bisa menyelesaikannya aku akan berusaha lebih keras lagi memahami semua algorithma yang aneh-aneh itu, tapi kalau kamu menyelesaikan lebih dari 3 menit.... kamu harus merubah target kompetisi kami) “ ucap Morten menantang Afkar.
Afkar melihat dalam-dalam kedua mata Morten, Marius berkali-kali menyentuh tangan Morten agar jangan menantang Afkar. Tapi sia-sia usaha Marius karena Morten sudah menantang Afkar.
“ OK ..... jeg fullfører det .... hvis jeg kan fullføre det på mindre enn 3 minutter .... Jeg skal trene dere tre selv (baiklah..... aku akan selesaikan itu.... kalau aku bisa menyelesaikan kurang dari 3 menit.... aku sendiri yang akan melatih kalian bertiga) “ ucap Afkar dengan senyum seringai.
Marius menepuk dahinya sangat paham bila Afkar sudah tersenyum seperti itu, bisa jadi pelatihan mereka akan di pegang langsung oleh Afkar.
Afkar duduk di depan layar komputer yang Morten tunjuk, menatap layar komputer dan Morten bergantian dengan senyum seringainya yang cukup membuat Marius merinding. Sedangkan Nara terlihat sangat santai sekali seperti tidak ada beban.
Jari jemari Afkar mulai bergerak mengetik script menyelesaikan flag dengan algorithma yang Nara buat, saat jari kelingkingnya menekan tombol enter terlihat proses hash md5 berjalan dengan cepat dan dalam waktu 2 menit 55 detik Afkar berhasil mendekrip flag yang Nara buat dengan algorithma tersebut. Morten menatap layar komputer tidak percaya kalau Afkar berhasil mendekrip flag dalam waktu kurang dari 3 menit.
__ADS_1
“ hvordan gjorde du det, jeg leste alle profilene til GUN og savnet ikke et eneste ord .... og i profilen nevner det ikke at du kjenner disse rare algoritmene eller programmeringsspråket (bagaimana kamu melakukannya, aku membaca semua profil GUN dan tidak melewatkan satu kata pun.... dan di profile itu tidak menyebutkan bahwa kamu menguasai algorithma-algorithma aneh juga bahasa pemprograman ini) “ ucap Morten bingung juga heran.
Tanpa mereka sadari Nanwei memperhatikan mereka sejak tangan Marius berusaha menahan Morten untuk menantang Afkar.
“ GUN .... det viser seg at du allerede har begynt å trene dem ..... det er bra ..... her er deres treningsopplegg og simulering (GUN.... ternyata kamu sudah mulai melatih mereka..... baguslah..... ini jadwal latihan dan simulasi mereka) “ ucap Nanwei sambil menyerahkan sebuah map berisi jadwal latihan D4rkC0d3.
Marius menepuk dahinya karena paham betul apa yang sudah Nanwei buat, sedangkan Morten masih saja memandang layar komputer dengan tidak percaya. Sedangkan Nara tersenyum senang mendengar ucapan Nanwei meski pun tidak memahami seluruh kata yang Nanwei ucapkan tapi Nara memahami inti dari ucapan Nanwei. Afkar melihat Nara dengan heran melangkah mendekati Nara dan menarik paksa pinggang Nara hingga membuat Nara menempel di dada Afkar.
“ sayang mengerti apa yang Nanwei ucapkan? " bisik Afkar tepat di telinga Nara membuat pemilik telinga merasa geli.
“ sedikit “ cicit Nara.
Nara mendorong pelan dada Afkar dan menatap mata Afkar dengan penuh pertanyaan hingga membuat Nara mengerutkan kulit di antara kedua alisnya. Afkar membalas tatapan Nara dengan senyum seringai dan semakin membuat Nara merinding.
Afkar melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya sesaat dan dengan isyarat tangan meminta mereka bertiga untuk duduk.
Barra yang berdiri di luar ruang simulasi melihat Afkar seperti kembali melihat Afkar saat berdiri di arena kompetisi.
__ADS_1
“ kalian harus bisa menyerap semua kemampuan Afkar “ gumam Barra sambil membolak balikkan jadwal kompetisi D4rkC0d3 yang hampir setiap minggu ada kompetisi.
Nanwei menepuk bahu Barra dan berlalu melewatinya untuk kembali ke ruangannya. Afkar mulai menjelaskan beberapa aturan di bawah pelatihannya.
“ starting the day after tomorrow I will train you and I don't want to hear any complaints from you even once complaints, you have to practice according to what this schedule has set. Every 2 times you practice then in the next schedule I will test you, if you can't meet the target that I have set during the trial then I will give you a penalty around this building 2 round and the punishment will be doubled if you do the same thing..... (mulai besok lusa aku sendiri yang akan melatih kalian dan aku tidak mau mendengar keluh kesah kalian sekali pun, kalian harus berlatih sesuai apa yang sudah di tentukan jadwal ini. Setiap 2 kali latihan maka di jadwal berikutnya aku sendiri yang akan menguji kalian, bila kalian tidak bisa memenuhi target yang sudah aku tentukan saat uji coba maka aku akan memberi kalian hukuman mengelilingi gedung ini 2 kali dan hukuman itu akan menjadi berlipat-lipat bila kalian melakukan hal yang sama.....) “ Afkar menghentikan ucapannya dan menatap Nara dengan senyum seringai
Nara semakin merasa merinding karena Nara merasa ada sesuatu di balik senyum seringai Afkar.
“ except for you sweetie....there is a separate punishment (kecuali untuk sayang.... ada hukuman tersendiri) “ ucap Afkar sambil melihat Nara yang terlihat jelas berusaha menebak apa hukuman buat dirinya.
Marius dan Morten terkejut mendengar hukuman bagi mereka saat hendak memprotes hukuman yang Afkar tentukan, dengan isyarat tangan Afkar menolak protes mereka.
“ and one more thing, as long as I train you....we communicate in English as well as Norwegian (dan satu lagi, selama aku melatih kalian.... kita berkomunikasi dengan bahasa inggris juga bahasa Norwegia) “ ucapan Afkar seketika membuat Nara cemberut.
Jelas saja Nara cemberut karena Nara masih belum sepenuhnya memahami bahasa Norwegia dan hanya kata-kata tertentu saja yang Nara pahami.
“ wa.... it's so unfair sister doesn't surround this building (wa.... enak sekali kakak ipar tidak mengelilingi gedung ini) “ protes Morten.
__ADS_1
“ if your sister gets the same punishment as you..... how can you will have Afkar junior in a time (kalau kakak ipar kalian mendapat hukuman yang sama seperti kalian..... bagaimana kalian bisa mendapatkan Afkar junior dengan cepat) “ ucapan Afkar kali ini membuat kakak beradik Yilmaz tertawa terbahak-bahak dan Nara hanya bisa melihat mereka bertiga dengan cemberut.