NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 122 NOL (1)


__ADS_3

Sesuai permintaan Barra, Zarya dengan senang membantu Nara membuat janji dengan dokter spesialis kandungan dokter Mari Chammas.


“ GUN .... klokken sju femten Naras rutekontroller (GUN.... jam 7:15 jadwal Nara periksa) “ ucap Barra sambil memperlihatkan pesan singkat dari Zarya pada Afkar.


“ takk .... klokken 6 er jeg definitivt her (terima kasih.... jam 6 aku pasti sudah ada disini) “ ucap Afkar dengan yakin.


“ Hvis vi ikke kan, tar vi Nara til legen .... bare tre minutter herfra .... Jeg kan ta bilen til Nanwei (kalau tidak bisa biar kami yang mengantar Nara ke dokter.... hanya 3 menit dari sini.... aku bisa pakai mobil Nanwei) “ ucap Barra yang sudah berdiri hendak kembali ke lantai 2.


Nara sudah menghabiskan makanan di nampan Afkar juga minumannya.


“ Mas....sholat disini ya... “ ucap Nara sambil bergelayut manja di lengan kiri Afkar.


Afkar hanya menganggukan kepala menjawab permintaan Nara.


“ aku pinjam dorm kamu sebentar “ ucap Afkar sambil melihat Barra yang sudah menjauh beberapa langkah dari meja makan kantin tempat mereka makan.


Kakak beradik Yilmaz girang sekali mendengar bahwa Afkar akan membawa Nara periksa ke dokter kandungan, mereka tidak sabar mendengar berita bahwa Nara hamil.


Selesai sholat Afkar mengantar Nara hingga ke depan pintu ruang latihan yang sudah ada Barra dan Marius, sementara Morten masih berada di toilet.


“ sayang.... selesai latihan tunggu mas disini..... jangan menunggu di bawah “ ucapan Afkar membuat Barra sedikit curiga.

__ADS_1


“ kenapa? Apa orang itu ada di depan? “ Afkar menganggukan kepala menjawab pertanyaan Barra.


“ Så forlater dere hovedkvarteret gjennom bakdøren .... men når dere kommer hit, går vi fremdeles gjennom lobbyen, slik at han fortsatt kan tro at dere fortsatt er i denne bygningen. (Kalau begitu kalian keluar markas lewat pintu belakang saja.... tapi saat kamu kemari, kamu tetap lewat lobi biar dia tetap berpikir kalau kalian masih di dalam gedung ini.) “ Saran Barra membuat Afkar tersenyum dan membelai kepala Nara.


Afkar kelur dari ruang latihan dan Nara menatapnya dengan berkaca-kaca, serasa tidak mau di tinggal pergi. Barra yang tahu bahwa Nara akan menangis segera mendorong pelan Afkar agar segera keluar dari ruang latihan dan menutup pintu supaya Nara tidak menangis.


“ Aduuuh..... ini tidak jauh beda dengan anak TK “ gumam Barra dalam hati yang sudah melihat mata Nara berkaca-kaca karena air mata.


“ mas Afkar... “ ucap Nara pelan dan air mata sebelah kanan sudah membasahi niqab.


Barra buru-buru menghalangi pandangan mata Nara agar tidak melihat Afkar yang sudah melangkah menjauh dari ruang latihan.


Seketika layar monitor yang berada di depan Nara menampilkan barisan script membuat Nara tertarik untuk melihatnya dan Nara mulai menghapus air matanya.


“ neste gang gjør det raskere uten mine bestillinger ..... om nødvendig når Afkar ikke har gått, går du rett til systemet og viser manuset på Naras skjerm ... så hun ikke gråter slik (lain kali lakukan lebih cepat tanpa aku perintah..... kalau perlu saat Afkar belum beranjak pergi, kamu langsung masuk ke sistem dan tampilkan script di layar monitor Nara... biar dia tidak cengeng seperti ini) “ ucap Barra yang berterima kasih pada Marius dengan memijat pelan kedua bahu Marius.


Morten yang baru masuk ke ruang latihan dan melihat bahwa layar monitor Nara juga Marius sudah menampilkan script membuatnya segera duduk di sebelah Nara.


D4rkC0d3 kembali berlatih dengan script-script yang sudah Afkar buat, mereka berlatih algorithma Loki97 dengan berbagai metode.


“ startsiv.... forget your choice, look for another leak (startsiv.... lupakan pilihanmu itu cari celah yang lain) “ ucap Marius membuat Morten tidak jadi menekan tombol enter.

__ADS_1


“ we've come this far....if you still make the same mistakes and make us go back to the beginning of the challenge....you'd better finish the challenge from the beginning until here.... I just want to sleep....my eyes is heavy (kita sudah jauh ini....kalau kamu masih melakukan kesalahan yang sama dan membuat kita kembali ke tantangan awal.... lebih baik kamu saja yang selesaikan tantangan dari awal sampai sini.... aku mau tidur saja.... mataku sudah berat) “ ucapan Nara membuat Morten melihat Barra yang sudah menatapnya tajam.


“ ok i'll just look for another leak (baiklah aku cari celah yang lain saja) “ ucap Morten lemas.


Morten kembali menatap script dengan serius mencari celah yang bisa dia masuki dan menyelesaikan metode yang terakhir ini. Meski pun kepala Morten sudah terasa panas tapi dia tidak mau sembarang memilih celah karena script buatkan Afkar banyak jebakannya juga bugs yang bila sekali salah satu dari mereka salah memilih celah maka mereka bertiga kembali ke tantangan awal dan belum tentu menggunakan metode yang sama.


“ how about this (kalau yang ini bagaimana)? “ tanya Morten ragu.


“ yes... try that but with the right method don't use the wrong method.... if it's wrong we will all return to the beginning of the challenge (iya... coba itu tapi dengan metode yang benar jangan gunakan metode yang salah.... kalau salah kita semua akan kembali ke tantangan awal) “ ucap Marius yakin.


“ don't you to dare insert the number one in the eighth row.... watch out if you do and we go back to the beginning (jangan kamu sisipkan angka 1 di deret ke 8.... awas kalau kamu lakukan dan kita kembali ke awal) “ ucapan Nara membuat Morten semakin ragu.


“ Done (selesai) “ ucap Nara yang sudah menyelesaikan tantangan pertama ini dengan semua metode acak yang Afkar buat.


“ Done (selesai) “ ucap Marius membuat Morten semakin gugup dan ragu untuk menekan enter.


“ you're all done... Alright, I'll go with what you said... there can't be a number one in the eighth row and the method must be correct (kalian sudah selesai semua... Baiklah aku ikut ucapan kalian... tidak boleh ada angka 1 di deretan ke 8 dan metode harus benar) “ ucap Morten penuh keyakinan menekan tombol enter.


Marius harap-harap cemas dengan proses dekrip dari script buatan Morten, tapi sebaliknya Nara malah sudah menempelkan dahinya di meja dan tertidur. Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, akhirnya dekrip dari script Morten mencapai 100% dan tidak membuat kesalahan sedikit pun.


“ I made it, finally I don't make you guys repeat this challenge again (aku berhasil, akhirnya aku tidak membuat kalian mengulang lagi tantangan ini) “ suara keras dan gembira Morten membuat Nara menegakkan kepalanya dan membuka sedikit kedua matanya melihat ke kiri ke layar komputer Morten.

__ADS_1


__ADS_2