NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 24 ESCAPE ROOM


__ADS_3

Seperti biasa setiap pagi Nara selalu saja membuat Afkar merasa berat meninggalkan Nara sendiri di kamar hotel dan pada akhirnya Nara ikut juga ke gedung Kant Software.


“sayang..... nanti di dalam ruangan mas saja jangan kemana-mana" peringatan Afkar bagi Nara, entah Nara mendengarkan entah tidak.


Sampai di lobi gedung seorang security terkejut mendapati bos mereka menggandeng erat seorang wanita berniqab, dan tidak hanya security itu saja yang terkejut dan heran hampir semua para staff Kant Software terkejut salah satu bos mereka ternyata sudah beristri. Pupus sudah harapan para staff wanita yang dalam satu minggu kemarin sangat memuja Afkar.


Zehed dengan sigap mengikuti langkah kaki Afkar saat melihatnya keluar dari lift.


“tüm takımları topladın mı (sudah kamu kumpulkan semua)?” tanya Afkar dengan suara tegas.


“efendim.... odanıza isteğinize göre bir laptop hazırladım. Ve geliştirme ekibi zaten toplantı odasında (sudah tuan.... di ruangan anda sudah saya siapkan satu laptop sesuai permintaan tuan. Dan para tim develops sudah berada di ruang rapat)” ucap Zehed sambil membukakan pintu ruang kerja Afkar.


“Ucuz amca geliyor mu (uncle Murat sudah datanglah)?” tanya Afkar yang sudah mendudukkan Nara di sebuah sofa tepat di depan meja kerjanya.


“efendim....ve masada Bayan Felissa'dan Bayan Nara'ya bir şey var (sudah tuan.... dan di meja itu ada sesuatu dari nyonya Felissa untuk nyonya Nara)" ucap Zehed


“oooo.... mung bean" ucap Afkar sambil menyerahkan segelas besar kuah dari rebusan kacang hijau pada Nara.


Afkar meminta Zehed untuk menunggu di luar sementara Nara menghabiskan kuah kacang hijau, Afkar mulai sibuk dengan laptop yang telah di siapkan oleh Zehed. Laptop itu Afkar peruntukan bagi Nara karena hari ini Afkar akan memutuskan game mana yang akan mereka luncurkan dalam satu minggu ini, dan Nara yang akan langsung menguji sistem keamanan game yang terpilih nantinya.

__ADS_1


“sayang..... kalau sayang menemukan sesuatu yang tidak beres segera hubungi mas.... mas pakai ini" ucap Afkar sambil menunjukkan earphone bluetooth yang dia pakai di telinga kirinya.


“iya mas....” ucap Nara yang sudah menghabiskan segelas besar kuah kacang hijau.


Afkar membetulkan sofa supaya Nara dapat duduk dengan nyaman dan tidak membuat kedua lututnya menekuk yang mengakibatkan kedua betisnya kram, sebelum meninggalkan ruangan Afkar benar benar memastikan kenyamanan Nara.


Di ruang rapat sudah menunggu empat tim develops dan setiap tim terdapat satu atau dua orang dari tim develops Surendra Cyber Jakarta. Afkar duduk di depan mereka dan mempersiapkan laptopnya sambil menunggu kedatangan Murat, setelah menunggu kurang lebih lima menit Murat masuk ke ruang rapat dengan tatapan mengintimidasi. Murat tidak mau kejadian minggu kemarin terulang lagi dan tidak mentoleransi kecurangan apa pun dan siapa pun yang berusaha menghancurkan perusahaan ini akan dia miskinkan kalau perlu akan dia asingkan di sebuah pulau tanpa bekal apa pun.


Afkar menunjukkan satu buah game yang menurutnya menarik dan bisa lebih di kembangkan lagi dalam waktu kurang dari satu minggu. Semua tim develops melihat ke layar infocus dengan terkejut karena baru pertama kali mereka melihat game ini dan mereka merasa tidak pernah membuat game tersebut. Afkar mengamati satu persatu wajah para tim develops Kant Software, dan menemukan satu wajah yang terlihat jelas tidak menunjukkan keterkejutannya terhadap game yang Afkar perlihatkan.


“any of you know this game? Because the number of proposals and Flashdisks that I received from Zehed were not the same. I've already search out the name and creator of this game from the source code that you submitted, but the result is nothing, there isn't a single source code that shows the name of this game and the creator (apa di antara kalian ada yang mengenal game ini? Karena jumlah proposal dan Flash disk yang saya terima dari Zehed tidak sama. Saya sudah mencari tahu nama dan pembuat game ini dari source code yang kalian serahkan, tapi hasilnya nihil tidak ada satu pun source code yang menunjukkan nama game dan pembuatnya).” Ucapan tegas dan jelas Afkar membuat tim develops Istanbul bergidik ngeri, tapi tidak dengan tim develops jakarta.


“better whoever made that game.... just admit it.... i'm sure Mr. Afkar won't disappoint your talent and i'm sure he will fully supporting you (sebaiknya siapa saja yang membuat game ini.... mengaku saja.... saya yakin bos Afkar tidak akan mengecewakan bakat kalian dan saya yakin beliau akan mendukung kalian sepenuhnya)"


"be honest guys.... he is very fair... (kalian jujur saja..... beliau sangat adil....)”


“we’ve proven it that he really supports our talent and he doesn't let us down..... this is the reason why we are willing to help his family (kami sudah membuktikan bahwa beliau sangat mendukung bakat kami dan beliau tidak mengecewakan kami..... inilah alasan kami bersedia membantu keluarga beliau).”


Ucapan beberapa anggota tim develops Surendra Cyber, membuat tim develops Kant Software saling berbisik satu sama lain. Saat para anggota tim develops berbisik-bisik mencari tahu siapa pembuat

__ADS_1


game itu salah seorang dari mereka berdiri.


“Sir...i made it (bos.... saya yang membuatnya)" ucap orang itu membuat Afkar tersenyum tipis.


“what motivated you to made this game and when did you made it, ‘cause I see this game wasn’t made in a short time.... probably more than a year (apa yang melatar belakangi anda membuat game ini dan sejak kapan anda membuatnya., karena saya melihat game ini tidak di buat dalam waktu yang singkat.... kemungkinan lebih dari satu tahun)" ucapan tegas Afkar membuat pria itu sedikit gugup.


“Name of this game is Escape Room (game itu bernama Escape Room)" kalimat pertama kali yang pria itu ucapkan untuk memulai penjelasannya tentang game tersebut.


Pria itu menarik nafas panjang untuk menenangkan diri dan menceritakan alasan dia membuat game itu dan mulai kapan dia membuatnya serta alasan kenapa baru menunjukkan game itu. Afkar mendengarkan semua penjelasan pria itu tanpa menyela sedikitpun, Murat mendengarkan sambil menatap tajam ke arah pria itu seperti mencoba mencari tahu kebohongan yang mungkin saja pria itu tutupi.


“what's your name (siap nama anda)?” tanya Afkar sambil meminta Zehed untuk menunjukkan daftar riwayat hidupnya.


“my name is Ubaidillah bin Asad you can call me Ubet (nama saya Ubaidillah bin Asad anda bisa memanggil saya dengan nama Ubet)” ucap pria itu dengan gugup.


Afkar diam membaca daftar riwayat hidup Ubet dan hanya tersenyum tipis saat membaca daftar pendidikannya.


“So you must already known a few of Surendra Cyber team (berarti anda mengenal beberapa rekan dari Surendra Cyber)?” tanya Afkar membuat Uber melihat satu persatu tim Surendra Cyber.


Ubet menggelengkan kepala tidak mengenal mereka sebelumnya, karena Ubet selama kuliah dulu termasuk mahasiswa kutu buku yang hampir tidak mengenal semua teman seangkatannya kecuali teman dekatnya dan mahasiswa yang dia sukai.

__ADS_1


__ADS_2