
Kompetisi sudah berjalan selama 4 jam, D4rkC0d3 sudah menghubungkan dua belas server cabang dan sekarang mereka sedang mengetik script untuk membuat sistem pertahanan atau firewall juga beberapa jebakan atau trap bila tim lain melakukan peretasan. Karena aturan kompetisi ini adalah semua interface UP UP full dupleks, maka Marius meminta semua anggota D4rkC0d3 untuk menguatkan sistem firewall di setiap perangkat server yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
D4rkC0d3 sudah tidak berkomunikasi lagi menggunakan handy talky tapi menggunakan pesan singkat di dalam perangkat server.
Tepat pukul dua waktu setempat, juri menutup pintu akses ruang server jadi peserta yang berada di luar ruang server sudah tidak bisa memasuki ruang server lagi. Kurang lebih tiga puluh tujuh orang dari tiga puluh tujuh tim masih berada di luar ruang server di gedung yang sama dengan Nara, mereka jelas sekali terlihat kecewa juga menyesal. Tidak sedikit yang mengumpat dan merasa tidak berusaha lebih keras, ada beberapa dari mereka yang melakukan sedikit negosiasi pada petugas keamanan tapi tidak satu pun petugas keamanan memberi izin mereka masuk ke ruang kompetisi. Dan peserta yang sudah masuk ke ruang server masih bisa keluar masuk ruang server karena pihak penyelanggara juga melakukan pendataan tim mana saja yang berada di ruang server yang mereka tentukan. Secara otomatis ketiga puluh tujuh peserta tadi juga tidak dapat mengakses ruang server di lantai 38 winston tower gedung depan, jadi bisa di pastikan mereka kehilangan tiga server yang harus mereka hubungkan ke server pusat dan tidak bisa mengendalikan lima server di Winstom tower. Yang berarti bahwa peserta yang bertanggung jawab di server pusat memiliki tugas tambahan mengendalikan dua server Winston tower yang sudah mereka hubungkan ke server pusat.
Sementara di ruang server pusat terlihat jelas ketiga puluh tujuh peserta mengumpat hampir bersamaan membuat para manager juga penonton menjadi riuh melihat apa yang terjadi pada tiga puluh tujuh tim.
“ gila..... ini lebih gila dari kompetisi sebelumnya...... secara point mau pun dari aturan kehandalan sistem..... mereka semua sudah kalah telak..... “ gumam Barra dalam hati yang terlihat sangat tegang saat melihat Nara beberapa kali berlutut dan berdiri karena melepas dan menancapkan kabel di server yang berbeda.
“ gila..... baru kali ini aku menemukan aturan kompetisi seperti ini..... ada batas waktu akses ruang server..... beruntung sayang bisa segera tanggap bertanya ke petugas keamanan gedung dan tidak mencari sendiri seperti peserta yang lain. “ gumam Afkar dalam hati dan tersenyum tipis.
Selama satu jam kedepan kedua puluh delapan tim di beri waktu untuk menyempurnakan script mereka sesuai dengan yang penyelenggara tentukan, karena tepat pukul tiga waktu setempat penyelenggara akan memberi aba-aba bahwa peretasan secara diam-diam antar tim di mulai. Tidak ada satu pun jari jemari para peserta yang berada di depan server pusat yang tidak bergerak mengetik, mereka juga berkomunikasi dengan timnya menggunakan handy talky tapi D4rkC0d3 berkomunikasi dengan pesan singkat melalui server.
__ADS_1
Tepat pukul tiga waktu setempat seorang juri yang juga bagian dari penyelenggara menekan tombol enter laptop yang berada di depannya, seketika tujuh belas peserta secara otomatis keluar dari sistem atau server yang berada di depan mereka. Suasana menjadi semakin tegang karena ke tujuh belas peserta menjadi tidak bisa memunculkan apa pun yang mereka ketik dan layar laptop mereka hanya menampilkan susunan script yang terakhir kali mereka simpan di dalam server.
Umpatan dan cacian dari beberapa peserta membuat suasana ruang kompetisi menjadi semakin menegangkan dan panas, di tambah suara berisik para manager juga penonton.
“ what else is this (apa lagi ini..... ) “ ucap seorang manager yang melihat dengan jelas tim nya terlihat frustasi tidak bisa mengetik apa pun.
“ crazy...... this competition is unreasonable..... how is it possible that with just one press of the enter key they all can't type a script (gila...... kompetisi ini tidak masuk akal..... bagaimana mungkin hanya sekali tekan tombol enter mereka semua tidak bisa mengetik script) “ gumam Lief dalam hati.
Kesebelas tim yang berhasil menyelesaikan konfigurasi sistem jaringan juga script yang mereka buat dan tersimpan di server sesuai aturan pihak penyelenggara, satu persatu nama tim mereka di tampilkan dalam sebuah layar monitor. Diantaranya ada the duck di urutan paling atas, di ikuti oleh
Tepuk tangan seorang manager dan beberapa manager yang lain saling bersaut sautan saat nama tim mereka muncul di layar monitor, tak terkecuali Barra dan Afkar yang sepanjang kompetisi terlihat sangat tegang.
“ Alhamdulillah masuk.... “ ucap Barra pelan dan mengusap wajahnya dengan kedua tangan.
__ADS_1
Mari dan Zarya saling berpelukan setelah melihat nama D4rkC0d3 muncul di layar monitor meskipun nama D4rkC0d3 muncul di urutan ke tujuh.
Marius mengetik menginformasikan pada yang lain bahwa mereka berhasil masuk sepuluh besar.
“ Alhamdulillah “ ucap Nara dan Morten hampir bersamaan.
“ takk Gud (terima kasih Tuhan) “ ucap dbuq dan javex hampir bersamaan juga.
Suara mereka terdengar jelas di handy talky membuat saika dan linz3 semakin waspada.
D4rkC0d3 kembali berkomunikasi dengan pesan singkat yang mereka ketik dan kirim melalui server.
Dua jam terakhir yang paling menegangkan bagi kesebelas tim, karena mereka mulai melakukan silent hack atau peretasan secara diam-diam. Nara yang bertukar posisi dengan Morten menjadi sistem pertahanan terdepan, jari jemari Nara bergerak sangat lincah di atas keyboard. menghalau semua bug, virus, worm, atau pun nama jaringan yang tidak Nara kenal. Nara secara otomatis akan melakukan pemblokiran itu semua, Nara bertekad tidak akan membiarkan satu pun virus juga bug mau pun worm melewati sistem pertahanan yang dia buat dan Nara menahan nama jaringan yang berusaha masuk ke sistem mereka.
__ADS_1
Satu jam sudah Nara mempertahankan sistem belasan hingga puluhan nama jaringan yang berhasil dia tahan, sementara Marius dan Morten mencoba melakukan peretasan pada sistem jaringan tim yang lain. Dbuq dan javex yang sangat paham dengan peretasan hardware mencoba meretas beberapa server tim yang masih bertahan di dalam satu ruangan dengannya, mereka mencoba membuka akses server tim lain dengan cara membuka akses port melalui subinterface.
Setengah jam sebelum kompetisi berakhir satu per satu tim berguguran hingga tersisa lima tim, the duck, hackerscrew, $wag, cyKOR dan D4rkC0d3. Saika, Linz3, Scaryrobot, jskim, dan say2 mereka semakin serius menatap layar laptop masing masing. Mereka berempat mulai waspada dengan scaryrobot.