
“ jangan menghapal jalan kemari.... ingat jangan kesini sendiri tanpa Ines dan yang lain.... apa sayang lupa ada yang dengan sengaja mencoba menyerang sayang.... “ mendengar nasehat Afkar seketika membuat Nara bergidik ngeri dan mengeratkan pegangan tangan kirinya ke lengan kiri Afkar.
Sampai di depan Det Indonesiske Kjøkken, seorang pengawal membuka pintu dan mereka masuk ke dalam. Restauran terlihat sangat sepi bahkan kursi-kursi masih tertata rapi di atas meja.
“ mas.... restauran belum buka “ bisik Nara.
“ sudah.... sebentar lagi yang punya keluar “ ucap Afkar sambil mengajak Nara bersandar di sebuah meja setinggi dada Nara.
Sementara Ines dan Lief menurunkan kursi untuk Nara juga Afkar.
Karena suara berisik kursi yang para pengawal Afkar lakukan, sepasang suami istri keluar dari arah belakang dengan tersenyum menatap Afkar.
“ GUN, kom .... er hun din kone? Hvorfor er det annerledes enn jenta du fortalte meg om (GUN, selamat datang.... apa dia istrimu? Kenapa berbeda dengan gadis yang pernah kamu ceritakan)? “ Salam Destin membuat Afkar tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya menjabat tangan Destin.
“ det er den samme jenta ... bare et annet utseende (ini gadis yang sama.... penampilannya saja yang berbeda) “ ucap Afkar membuat sepasang suami istri tersebut tertawa kecil.
“ sweetie... let me introduce you, this is Destin and this is Leana, they are husband and wife who own this restaurant.... one of their parents is from Indonesia (sayang... kenalkan ini Destin dan ini Leana, mereka suami istri pemilik restauran ini.... salah satu dari orang tua mereka berasal dari Indonesia) “ ucap Afkar memperkenalkan Destin dan Leana pada Nara.
Nara menjabat tangan Leana terlebih dahulu dan menangkupkan kedua tangannya pada Destin, meski pun Nara sudah memakai sarung tangan tapi terasa aneh bila harus berjabat tangan dengan lawan jenis. Destin yang sudah sedikit banyak mendengar cerita tentang Nara, melakukan hal yang sama seperti yang Nara lakukan yaitu menangkupkan kedua tangannya untuk memberi salam pada Nara.
“ so what do you want for breakfast.... the breakfast menu today.... lontong sayur, soto betawi and ketoprak (jadi kalian ingin makan pagi apa.... menu makan pagi hari ini.... lontong sayur, soto betawi dan ketoprak)? “ tanya Destin dan menyebutkan nama menu makan pagi dengan dialeg Norsk yang terdengar lucu di telinga Nara.
“ My wife is in the mood to eat lontong sayur....and make lontong soto betawi for their breakfast (Istriku sedang ingin makan lontong sayur.... dan buat mereka lontong soto betawi untuk makan pagi mereka) “ ucap Afkar sambil menarik kursi untuk Nara duduk.
Belum sempat Nara duduk, Leana memberi isyarat tangan agar Nara jangan duduk dulu
__ADS_1
“ you guys don't sit here.... we've prepared a closed place for you (kalian jangan duduk di sini.... kami sudah menyiapkan meja tertutup untuk kalian) “ ucap Leana membuat Nara bingung.
“ you guys did this on purpose for my wife..... thank you (kalian sengaja melakukan ini untuk istriku..... terima kasih) “ ucap Afkar
“ You can eat at the table over there (kalian bisa makan di meja sebelah sana ) “ tunjuk Leana pada Destin yang sudah membuka sebuah tirai yang mengelilingi sebuah meja makan.
“ seriously.... when did you guys do this (serius.... kapan kalian melakukannya)? “ tanya Afkar heran sambil melangkah menuju meja yang Leana tunjuk.
“ after you called me.... my two kids asked who was calling..... I said GUN will take his wife to have breakfast in our restaurant..... they immediately told me to put this curtain.... they said Neptunia was wearing a veil so it's impossible to eat in a restaurant with a lot of people....and they asked me to put this curtain (setelah kamu menelponku.... kedua anakku bertanya siapa yang menelpon..... aku bilang GUN akan membawa istrinya makan pagi di restauran kita..... mereka langsung menyuruhku memasang tirai ini.... mereka bilang Neptunia memakai cadar jadi tidak mungkin makan di restauran dengan banyak orang.... dan mereka memintaku memasang tirai ini) “ jelas Destin dan mempersilahkan Afkar juga Nara untuk duduk.
“ thanks (terima kasih) “ ucap Afkar.
Setelah berbasa basi, pasangan suami istri pemilik restauran ini masuk ke dalam mempersiapkan apa yang Afkar pesan. Karena tirai yang mengelilingi mereka duduk sudah tertutup rapi, Afkar membuka niqab Nara.
“ mas.... kenal mereka berdua dimana? “ tany Nara berbisik.
“ bagaimana mereka bisa membuat masakan indonesia? “ tanya Nara yang sudah bergelayut manja di tangan Afkar.
“ mas sedikit lupa.... entah mama atau papa Destin yang dari padang dan Leana dari Sunda “ ucap Afkar sambil mencium puncak kepala Nara.
Setelah menunggu kurang lebih 2 menit, lontong sayur pesanan Afkar datang.
“ GUN, here's lontong sayur for you and Neptunia (GUN, ini lontong sayur untuk kamu dan Neptunia) “ suara Destin dari sisi luar tirai.
Afkar segera berdiri dari kursi dan membuka tirai agar dapat mengambil satu persatu dua piring lontong sayur dari tangan Destin, dan meletakkan di meja.
__ADS_1
“ thanks (terima kasih) “ ucap Afkar sambil menutup kembali tirai.
“ waaaa.... terlihat enak sekali..... mas.... Nara makan dulu ya... “ ucap Nara yang sudah memegang sendok dan garpu.
Suara bahagia Nara terdengar jelas oleh Destin dan Leana yang lalu lalang menyajikan lontong soto betawi pada Lief dan Ines juga yang lain. Mereka tersenyum saat mendengar suara bahagia Nara, dan merasa lega bahwa ada orang Indonesia yang menyukai masakan mereka.
Afkar tersenyum melihat ekspresi bahagia Nara melihat makanan menu Indonesia. Tanpa menunggu jawaban dari Afkar, Nara segera memasukan sesendok lontong sayur ke mulutnya. Hanya dalam hitungan kurang dari 5 menit 1 piring lontong sayur habis hingga tidak menyisahkan kuahnya sedikit pun. Nara mengedipkan kelopak matanya dengan genit pada Afkar.
“ kurang? “ tanya Afkar yang menebak maksud dari mata genit istrinya.
Nara tersenyum menjawab pertanyaan Afkar.
“ habiskan punya mas... “ ucap Afkar sambil menyodorkan sepiring lontong sayur satu lagi yang memang sengaja Afkar tidak makan karena pasti Nara akan merasa kurang hanya dengan 1 porsi saja.
Nara bertepuk tangan kegirangan mendapatkan satu porsi lontong sayur lagi, dan tanpa menunggu lama. Nara segera memakan lontong sayur tersebut, Afkar berdiri dari kursi dan keluar dari balik tirai mencari Destin. Entah apa yang Afkar bicarakan, tapi Afkar masuk kembali ke balik tirai dengan membawa 1 piring lontong sayur. Afkar tersenyum melihat Nara berusaha menghabiskan lontong sayur tersebut.
“ pelan-pelan.... kalau masih kurang.... ini ada 1 porsi lagi “ ucap Afkar sambil membersihkan sedikit sisa kuah di sekitar bibir Nara dengan ibu jarinya.
“ enak “ ucap Afkar saat menjilat ibu jarinya yang terdapat sisa kuah dari bibir Nara.
Afkar menyodorkan segelas air putih saat Nara selesai makan.
“ Alhamdulillah enak sekali..... mas.... nanti siang menunya apa? “ tanya Nara membuat Afkar tidak jadi memasukkan sesendok lontong sayur.
“ mas makan dulu ya.... nanti sebelum keluar dari sini sayang bisa baca menu di belakang meja tadi “ ucap Afkar pelan dan kembali memasukkan sesendok lontong sayur.
__ADS_1
“ mas, teman mas bisa bahasa inggris ya.... Nara kira orang Norwegia tidak biaa berbahasa Inggris “ ucap Nara sambil mencubit kecil lengan kemeja tangan kanan Afkar.